Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di bennaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? kennapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciiptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! Anda terperanjat? Itulahkennyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza . Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.
Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran.
Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. bennarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia ,” katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta , di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! ”Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali.
Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”(cybermq.com)
Sumber: "Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi "
Thursday, 26 November 2009 00:04
Thursday, June 17, 2010
Fenomena Facebook
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang selebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’ Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang selebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya. Wuiih…mungkin kita bisa berkata, “ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.”
Wuiiih…ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf …’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook…
Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook:
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…?”–kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen-komen nakal bermunculan…
Ada yang menulis “bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi…”, –kemudian komen-komen pelecehan bermunculan.
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu…” –lupa kalau si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…, ada yang mau menerima tantangan?’ –langsung berpuluh-puluh komen datang.
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih!”
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.
Hal itu, sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya ditutup dan tidak perlu ditampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja di-upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…padahal sebagian besar yang di dalam foto tersebut sudah berjilbab.
Ada seorang karyawati meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman-teman prianya bergandengan dengan ceria.
Ada pula seorang pria meng-upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah, yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha, “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.
Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga. Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita, “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter-inqilabiyah, ter-shibghoh, (tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah), hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.
sumber:
"Di Balik Fenomena Facebook [Otokritik Masyarakat Tarbiyah] "
Sunday, 06 December 2009 14:04
Wuiiih…ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf …’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook…
Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook:
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…?”–kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen-komen nakal bermunculan…
Ada yang menulis “bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi…”, –kemudian komen-komen pelecehan bermunculan.
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu…” –lupa kalau si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…, ada yang mau menerima tantangan?’ –langsung berpuluh-puluh komen datang.
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih!”
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.
Hal itu, sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya ditutup dan tidak perlu ditampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja di-upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…padahal sebagian besar yang di dalam foto tersebut sudah berjilbab.
Ada seorang karyawati meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman-teman prianya bergandengan dengan ceria.
Ada pula seorang pria meng-upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah, yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha, “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.
Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga. Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita, “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter-inqilabiyah, ter-shibghoh, (tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah), hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.
sumber:
"Di Balik Fenomena Facebook [Otokritik Masyarakat Tarbiyah] "
Sunday, 06 December 2009 14:04
Rebutlah Gelar Wanita Sholehah
Pertama-tama adalah mesti engkau sadari, bahwa sesungguhnya aku tak akan menilai kecantikan wajahmu dibalik jilbab yan engkau kenakan, serta harta yang kau miliki sebagai daya tarik untuk menikahimu. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatanmu kepada Dienul Islam itu yang utama. Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya demi memuaskan hawa nafsu jahatnya. Namun itulah yang diajarkan Rasulullah SAW, kepada kita melalui haditsnya :
“Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)
Dan Allah pun tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasadmu. Tapi Dia menilai hati dan amal yang kau lakukan. Hendaknya engkau yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad SAW.
Contohlah Ummu Khomsa yang tersenyum gembira mendengar anak-anaknya gugur dalam medan pertempuran. Tentunya engkau heran, mengapa seorang ibu seperti itu ? jawabnya adalah karena ia yakin bahwa jannah telah menanti anaknya di akhirat, sedangkan engkau tahu, tak seorangpun yang tidak menginginkan akhir hidup di tempat yang penuh kenikmatan itu.
Katakanlah kepada anak-anakmu kelak :
…janganlah engkau bimbang dan ragu wahai anakku, kalau kamu syahid daripada sibuk mengumpulkan hartadan memburu pangkat. Maka kalau kamu ingin termasuk ke dalam golongan-golongan pejuang ISLAM yang benar-benar memperjuangkan hak Allah dan Rasul-Nya. Serahkan dirimu dan ketaqwaan yang kuat dan tanamkan pula dalam hatimu iman serta keinginan untuk menemuin-Nya secara syahid. Bayangkanlah bahwa jannah sedang menanti, bersama para bidadari yang sedang berhias menanti kekasih-kekasihnya, yaitu kamu sendiri. Seperti Firman Allah :
“Dan didalam Jannah itu ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik” (QS 56 : 22-23) Ajarkanlah pada anak-anak kita kelak, bahwa hidup dalam ISLAM tidak berarti mencari kenikmatan semu di dunia ini sehingga mereka bersenang-senang didalamnya dan lupa akan Akhirat. Padahal Rasulullah mengajarkan “ Addunya mazra’atul akhiroh (Dunia adalah ladangnya akhirat). Jadi dunia bukan tujuan akhir, tapi hanya sekedar jembatan untuk menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal sehingga mereka mengerti bahwa mencari keridhoan Allah berarti pengorbanan yang terus menerus, Seperti Firman-Nya :
“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)
Akhirnya merekapun tahu bahwa jalan yang mereka pilih itu tidak menjanjikan harta di dunia ini yang banyak, rumah mewah, kendaraan yang banyak, atau kasur-kasur yang empuk, pangkat dan wanita, tapi jalan mereka semua adalah jalan yang penuh dengan duri-duri cobaan serta seribu datu macam tantangan. Karena Allah tidak akan memberi Jannah kepada kita dengan harga yang murah.
Berdo’alah kepada-Nya agar engkau lahirkan kelak dari rahimmu seorang anak pewaris perjuangan nabi-nabi-Nya yang senantiasa mereka mendo’akan kita. Didiklah mereka agar taat dan berbuat baik kepada kita serta tidak menyekutukan Allah, seperti yang diwasiatkan Luqman kepada anak-anaknya (31:31). Fahamkan mereka bahwa pewaris perjuangan Rasul dan Nabi bukanlah berarti mereka hanya menjadi pejuang di medan jihad, tapi juga seorang abid (zuhud) di malam hari. Anak kita kelak adalah amanah dari-Nya oleh sebab itu Allah akan murka seandainya kita menyia-nyiakannya. Pembentukan pribadi anak itu sangat tergantung kepada kita yang mendidiknya. Apakah ia akan menjadi orang yang beriman atau sebaliknya. Hendaklah engkau perhatikan makanan untuk mereka, pergaulannya serta pilihkan pendidikan yang mereka ikuti.
Jadilah engkau seperti Siti Maryam yang dapat mendidik Isa a.s. di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau Siti Asiyah(istri fir'aun) yang dapat memupuk keimanan Musa a.s. di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Kemudian Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi kebenaran. Atau deperti Siti Khadijah R.ha. Aisyah R.ha, Sayidina Fatimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan.
Bila engkau telah memahami tugas terhadap anak-anakmu dalam Islam, maka mudah-mudahan Allah akan memberkahi ktia dengan memberikan anak-anak yang sholeh, yang bersedia mengorbankan nyawanya demi mematuhi perintah Allah, seharusnyalah engkau faham juga bahwa dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.
Dan salah satu ciri yang harus engkau miliki jika ingin menjadi wanita sholehah dan bersedia untuk taat terhadap suamimu kelak seperti Firman-Nya dalam surat An-Nisaa :34 bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita dan istri yang baik adalah mereka yang setia (taat) kepada suami dan selalu memelihara kehormatannya selama suaminya tidak ada di rumah.
Hendaklah engkau berbeda dengan wanita-wanita saat ini yang benyak melalaikan suami dan anak-anaknya, mereka lebih sibuk dengan karir, arisan, undangan, atau menyia-nyiakan uang dan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, serta cenderung pamer wajah dan aurat kepada yang bukan muhrimnya. Carilah ridha suami dengan cara-cara yang telah diyariatkan Islam, karena Rasulullah telah bersabda :
“Wahai Siti Fatimah, kalau engkau mati dalam keadaan Ali tidak ridha padamu, niscaya aku ayahandamu tidak akan menyolatkanmu“.
Jadilah engkau perhiasan yang tinggi nilainya di dalam rumah tangga, sumber penyejuk dan kebahagiaan hati suami, berhiaslah engkau untuk menyenangkan suami, jagalah hatinya agar engkau tak menyakiti dia. Walaupun dengan hal-hal yang kecil. Katakan kepadaku jika akan berangkat mencari nafkah :
"Wahai suamiku carilah rezeki yang halal disisi Allah, janganlah engkau pulang membawa rezeki yang haram untuk kami. Kami rela berlapar dan hidup susah dengan makanan yang halal.”
Dan janganlah engkau cegah, jika aku hendak meninggalkanmu berhari-hari karena memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Tabahlah seperti tabahnya Siti Hajar dan Ismail yang ditinggalkan Ibrahim a.s. ditengah padang pasir yang tandus. Jika aku mengikuti jejak yasir, maka ikutilah di belakangku sebagai sumayyah, bila kukatakan kepadamu “perjuangan itu pahit” maka jawablah olehmu “Jannah itu Manis”
Sudah kiranya yang ingin aku sampaikan padamu, hendaklah engkau pahami dan ikuti seperti yang telah aku tunjukkan kepadamu tapi harus diingat bahwa engkau melakukannya karena Allah bukan karena aku, semoga Allah meridhoi kita dan memberi kemudahan dalam mengikuti petunjuknya, amin.
Sumber : Kajian Al hikmah online
Oleh : Antithogut
Penulis Ulang : Nendro
“Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)
Dan Allah pun tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasadmu. Tapi Dia menilai hati dan amal yang kau lakukan. Hendaknya engkau yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad SAW.
Contohlah Ummu Khomsa yang tersenyum gembira mendengar anak-anaknya gugur dalam medan pertempuran. Tentunya engkau heran, mengapa seorang ibu seperti itu ? jawabnya adalah karena ia yakin bahwa jannah telah menanti anaknya di akhirat, sedangkan engkau tahu, tak seorangpun yang tidak menginginkan akhir hidup di tempat yang penuh kenikmatan itu.
Katakanlah kepada anak-anakmu kelak :
…janganlah engkau bimbang dan ragu wahai anakku, kalau kamu syahid daripada sibuk mengumpulkan hartadan memburu pangkat. Maka kalau kamu ingin termasuk ke dalam golongan-golongan pejuang ISLAM yang benar-benar memperjuangkan hak Allah dan Rasul-Nya. Serahkan dirimu dan ketaqwaan yang kuat dan tanamkan pula dalam hatimu iman serta keinginan untuk menemuin-Nya secara syahid. Bayangkanlah bahwa jannah sedang menanti, bersama para bidadari yang sedang berhias menanti kekasih-kekasihnya, yaitu kamu sendiri. Seperti Firman Allah :
“Dan didalam Jannah itu ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik” (QS 56 : 22-23) Ajarkanlah pada anak-anak kita kelak, bahwa hidup dalam ISLAM tidak berarti mencari kenikmatan semu di dunia ini sehingga mereka bersenang-senang didalamnya dan lupa akan Akhirat. Padahal Rasulullah mengajarkan “ Addunya mazra’atul akhiroh (Dunia adalah ladangnya akhirat). Jadi dunia bukan tujuan akhir, tapi hanya sekedar jembatan untuk menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal sehingga mereka mengerti bahwa mencari keridhoan Allah berarti pengorbanan yang terus menerus, Seperti Firman-Nya :
“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)
Akhirnya merekapun tahu bahwa jalan yang mereka pilih itu tidak menjanjikan harta di dunia ini yang banyak, rumah mewah, kendaraan yang banyak, atau kasur-kasur yang empuk, pangkat dan wanita, tapi jalan mereka semua adalah jalan yang penuh dengan duri-duri cobaan serta seribu datu macam tantangan. Karena Allah tidak akan memberi Jannah kepada kita dengan harga yang murah.
Berdo’alah kepada-Nya agar engkau lahirkan kelak dari rahimmu seorang anak pewaris perjuangan nabi-nabi-Nya yang senantiasa mereka mendo’akan kita. Didiklah mereka agar taat dan berbuat baik kepada kita serta tidak menyekutukan Allah, seperti yang diwasiatkan Luqman kepada anak-anaknya (31:31). Fahamkan mereka bahwa pewaris perjuangan Rasul dan Nabi bukanlah berarti mereka hanya menjadi pejuang di medan jihad, tapi juga seorang abid (zuhud) di malam hari. Anak kita kelak adalah amanah dari-Nya oleh sebab itu Allah akan murka seandainya kita menyia-nyiakannya. Pembentukan pribadi anak itu sangat tergantung kepada kita yang mendidiknya. Apakah ia akan menjadi orang yang beriman atau sebaliknya. Hendaklah engkau perhatikan makanan untuk mereka, pergaulannya serta pilihkan pendidikan yang mereka ikuti.
Jadilah engkau seperti Siti Maryam yang dapat mendidik Isa a.s. di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau Siti Asiyah(istri fir'aun) yang dapat memupuk keimanan Musa a.s. di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Kemudian Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi kebenaran. Atau deperti Siti Khadijah R.ha. Aisyah R.ha, Sayidina Fatimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan.
Bila engkau telah memahami tugas terhadap anak-anakmu dalam Islam, maka mudah-mudahan Allah akan memberkahi ktia dengan memberikan anak-anak yang sholeh, yang bersedia mengorbankan nyawanya demi mematuhi perintah Allah, seharusnyalah engkau faham juga bahwa dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.
Dan salah satu ciri yang harus engkau miliki jika ingin menjadi wanita sholehah dan bersedia untuk taat terhadap suamimu kelak seperti Firman-Nya dalam surat An-Nisaa :34 bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita dan istri yang baik adalah mereka yang setia (taat) kepada suami dan selalu memelihara kehormatannya selama suaminya tidak ada di rumah.
Hendaklah engkau berbeda dengan wanita-wanita saat ini yang benyak melalaikan suami dan anak-anaknya, mereka lebih sibuk dengan karir, arisan, undangan, atau menyia-nyiakan uang dan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, serta cenderung pamer wajah dan aurat kepada yang bukan muhrimnya. Carilah ridha suami dengan cara-cara yang telah diyariatkan Islam, karena Rasulullah telah bersabda :
“Wahai Siti Fatimah, kalau engkau mati dalam keadaan Ali tidak ridha padamu, niscaya aku ayahandamu tidak akan menyolatkanmu“.
Jadilah engkau perhiasan yang tinggi nilainya di dalam rumah tangga, sumber penyejuk dan kebahagiaan hati suami, berhiaslah engkau untuk menyenangkan suami, jagalah hatinya agar engkau tak menyakiti dia. Walaupun dengan hal-hal yang kecil. Katakan kepadaku jika akan berangkat mencari nafkah :
"Wahai suamiku carilah rezeki yang halal disisi Allah, janganlah engkau pulang membawa rezeki yang haram untuk kami. Kami rela berlapar dan hidup susah dengan makanan yang halal.”
Dan janganlah engkau cegah, jika aku hendak meninggalkanmu berhari-hari karena memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Tabahlah seperti tabahnya Siti Hajar dan Ismail yang ditinggalkan Ibrahim a.s. ditengah padang pasir yang tandus. Jika aku mengikuti jejak yasir, maka ikutilah di belakangku sebagai sumayyah, bila kukatakan kepadamu “perjuangan itu pahit” maka jawablah olehmu “Jannah itu Manis”
Sudah kiranya yang ingin aku sampaikan padamu, hendaklah engkau pahami dan ikuti seperti yang telah aku tunjukkan kepadamu tapi harus diingat bahwa engkau melakukannya karena Allah bukan karena aku, semoga Allah meridhoi kita dan memberi kemudahan dalam mengikuti petunjuknya, amin.
Sumber : Kajian Al hikmah online
Oleh : Antithogut
Penulis Ulang : Nendro
Thursday, May 6, 2010
Muhasabah dibalik kepergian ibu Menkeu
Menarik! itu lah yang sekarang kucermati dari berita TV, bukan cuma satu atau dua stasiun TV yang menayangkan berita serupa karena saking menariknya liputan dari kejadian yang tengah berlangsung ini. Ibu Menkeu Sri Mulyani mengundurkan diri dari post nya. Wah! satu berita itu sudah mengejutkan, belum lagi ditambah dengan lanjutan headline lainnya : Menkeu telah dipinang The World Bank atau Bank Dunia.
Sebagai orang awam, bukan kapasitasnya untuk berkomentar mengenai politik dan conspiracy theories, tetapi "sangatlah kebetulan" yang sangat menguntungkan pada posisi ibu Menkeu untuk keluar dari masalah politik dan jeratan hukum yang mungkin menjegalnya nanti. Dengan Post berikutnya sebagai Managing Director of the World Bank, berdiam di United State dan otomatis mendapatkan banyak previleges darinya (tidak disangsikan lagi), mampukah KPK di Indonesia Raya ini meneruskan penyidikannya atas kasus hasil rekomendasi DPR yang telah memakan biaya dan waktu yang bukan main-main? (Kasus Century yang melibatkan Wakil Presiden Bapak Budiono dan MenKeu Ibu Sri Mulyani).
Apakah dibalik pinangan The World Bank kepada ibu Menkeu kita ada sesuatu? Banyak teori untuk menjawab hal ini tetapi banyak teori pula yang mencoba menepiskan bahwa semuanya yang terjadi yang berkaitan dengan issue ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan mengharukan bagi bangsa Indonesia, bayangkan! wahai para Kartini Indonesia, salah satu dari wanita Indonesia memegang jabatan penting no.2 dari Lembaga Keuangan yang prestisius di Dunia. (Jabatan Presiden The World Bank dipegang oleh Robert Zoellick), Lembaga yang paling bertanggungjawab untuk mengatur lalu lintas kondisi keuangan banyak negara apalagi negara-negara berkembang yang masih bergantung kepada negara adikuasa Amerika, salah satunya Indonesia.
Apakah ini intervensi hukum dari Asing? Apakah ini bentuk konspirasi zionis yahudi dalam melindungi kepentingannya dan orang-orang kesayangannya di Indonesia? Apakah ini salah satu bentuk takluk dan takdzim Indonesia kepada United States?
Sungguh, Sejuta pertanyaan menyeruak ke permukaan tanpa banyak hasil dalam menemukan jawabannya, tetapi banyak fakta berkata bahwa kelak ibu MenKeu kita bekerja di bawah panduan rules The World bank yang dikomando oleh Robert Zoellick, orang yang dipercaya harus bertanggungjawab atas kejadian tragedi Irak. Zoellick dkk telah membuat kebohongan, memanipulasi data, memanipulasi emosi rakyat dunia untuk menghela rakyat AS, Eropa, dan sekutunya membantai rakyat tak berdosa di Irak dan Afghanistan. selain itu, Weapon Mass Destruction (WMD) yang digembar-gemborkan juga adalah hoax. Saddam Husein dan Rakyat Irak juga tidak ada kaitannya dengan Al-Qaeda. Akibat konspirasi Zoellick dkk tidak kurang dari satu juta rakyat Irak yang tak berdosa menjadi korban dan lebih dari 5000 tentara AS yang dihela ke perang ilegal ini menjadi korban konyol. ((http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_zoellick ).
Robert Zoellick adalah salah satu member PNAC, Project for the New American Century, yang kemudian pada tahun 1998 menyarankan Presiden AS (Bill Clinton, ketika itu), untuk menginvasi Irak. Sebetulnya perlu ditelusuri juga bagaimana peran Zoellick dalam Enron, Goldman Sachs, dan Fannie Mae; perusahaan2x yang menyebabkan krisis ekonomi di AS dan memakan bailout ber-trillion2x USD.
Duh! tragisnya terasa negaraku tercinta..... orang yang sedang dimintai banyak bantuan untuk menyelesaikan masalah Century malah diambil negara lain, padahal keterangan dan kerjasama ibu MenKeu sangat potensial untuk memperlancar kasus Century agar segera dibuka seterang benderangnya.
Apakah hal yang sama akan terjadi juga dengan bapak Wapres Boediono? walau dengan tugas dan post atau mungkin lembaga Internasional yang berbeda. Entahlah... ini hanya muhasabah.
Jangankan untuk mengejar ke Amerika, Banyak sudah para terpidana atau tersangka atau malah terperiksa dan orang-orang yang berkepentingan dengan berbagai macam kasus penting menghilang entah ke mana.
Sebagai orang awam, bukan kapasitasnya untuk berkomentar mengenai politik dan conspiracy theories, tetapi "sangatlah kebetulan" yang sangat menguntungkan pada posisi ibu Menkeu untuk keluar dari masalah politik dan jeratan hukum yang mungkin menjegalnya nanti. Dengan Post berikutnya sebagai Managing Director of the World Bank, berdiam di United State dan otomatis mendapatkan banyak previleges darinya (tidak disangsikan lagi), mampukah KPK di Indonesia Raya ini meneruskan penyidikannya atas kasus hasil rekomendasi DPR yang telah memakan biaya dan waktu yang bukan main-main? (Kasus Century yang melibatkan Wakil Presiden Bapak Budiono dan MenKeu Ibu Sri Mulyani).
Apakah dibalik pinangan The World Bank kepada ibu Menkeu kita ada sesuatu? Banyak teori untuk menjawab hal ini tetapi banyak teori pula yang mencoba menepiskan bahwa semuanya yang terjadi yang berkaitan dengan issue ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan mengharukan bagi bangsa Indonesia, bayangkan! wahai para Kartini Indonesia, salah satu dari wanita Indonesia memegang jabatan penting no.2 dari Lembaga Keuangan yang prestisius di Dunia. (Jabatan Presiden The World Bank dipegang oleh Robert Zoellick), Lembaga yang paling bertanggungjawab untuk mengatur lalu lintas kondisi keuangan banyak negara apalagi negara-negara berkembang yang masih bergantung kepada negara adikuasa Amerika, salah satunya Indonesia.
Apakah ini intervensi hukum dari Asing? Apakah ini bentuk konspirasi zionis yahudi dalam melindungi kepentingannya dan orang-orang kesayangannya di Indonesia? Apakah ini salah satu bentuk takluk dan takdzim Indonesia kepada United States?
Sungguh, Sejuta pertanyaan menyeruak ke permukaan tanpa banyak hasil dalam menemukan jawabannya, tetapi banyak fakta berkata bahwa kelak ibu MenKeu kita bekerja di bawah panduan rules The World bank yang dikomando oleh Robert Zoellick, orang yang dipercaya harus bertanggungjawab atas kejadian tragedi Irak. Zoellick dkk telah membuat kebohongan, memanipulasi data, memanipulasi emosi rakyat dunia untuk menghela rakyat AS, Eropa, dan sekutunya membantai rakyat tak berdosa di Irak dan Afghanistan. selain itu, Weapon Mass Destruction (WMD) yang digembar-gemborkan juga adalah hoax. Saddam Husein dan Rakyat Irak juga tidak ada kaitannya dengan Al-Qaeda. Akibat konspirasi Zoellick dkk tidak kurang dari satu juta rakyat Irak yang tak berdosa menjadi korban dan lebih dari 5000 tentara AS yang dihela ke perang ilegal ini menjadi korban konyol. ((http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_zoellick ).
Robert Zoellick adalah salah satu member PNAC, Project for the New American Century, yang kemudian pada tahun 1998 menyarankan Presiden AS (Bill Clinton, ketika itu), untuk menginvasi Irak. Sebetulnya perlu ditelusuri juga bagaimana peran Zoellick dalam Enron, Goldman Sachs, dan Fannie Mae; perusahaan2x yang menyebabkan krisis ekonomi di AS dan memakan bailout ber-trillion2x USD.
Duh! tragisnya terasa negaraku tercinta..... orang yang sedang dimintai banyak bantuan untuk menyelesaikan masalah Century malah diambil negara lain, padahal keterangan dan kerjasama ibu MenKeu sangat potensial untuk memperlancar kasus Century agar segera dibuka seterang benderangnya.
Apakah hal yang sama akan terjadi juga dengan bapak Wapres Boediono? walau dengan tugas dan post atau mungkin lembaga Internasional yang berbeda. Entahlah... ini hanya muhasabah.
Jangankan untuk mengejar ke Amerika, Banyak sudah para terpidana atau tersangka atau malah terperiksa dan orang-orang yang berkepentingan dengan berbagai macam kasus penting menghilang entah ke mana.
Sunday, May 2, 2010
Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan
Lahir dari Keluarga Besar, sebagai salah satu anak perempuan ( dua anak perempuan) dari ke delapan bersaudara membuat ku nyaris sempurna tumbuh seperti anak laki pada umumnya. Apalagi Ayahanda yang kupanggil sehari-hari dengan sebutan "Mamak" adalah seorang yang super keras dan disiplin ala tentara kepada anak-anaknya, Walhasil pendidikan keras dan ketat layaknya tinggal di asrama penuh ku jalani hampir di separuh umurku menjelang pubertas.
Wow, jangan mimpi bisa bertanya apa saja layaknya pengayoman kejiwaan bagi anak seusiaku ketika itu! hal itu sangat langka dan demikian berharga, karena kami (aku, pribadi) sangat jarang diperkenankan untuk bertanya kecuali harus selalu menjalankan dan mentaati apa yang digariskan dalam kebijaksanaan keluarga ketika itu.
Jangan berharap juga bisa menikmati sentuhan hangat tangan ayahanda karena beliau sudah sangat letih ketika sampai di rumah, apalagi bisa bersenda gurau layaknya anak dan ayah juga anggota keluarga yang lainnya. Hik! kami semua sangat takut dan segan pada beliau. Bayangkan! kami semua anak-anaknya bisa lari ke kamar masing-masing jika sudah mendengar ayah kami berdehem dari dalam kamarnya. Sayang, selain warisan intelektual dan disiplin juga ketaatan beragama, ayah kami telah mewariskan sifat yang banyak menurun ke dalam diri ku sendiri.. apalagi kalau bukan "sulit melupakan" meskipun telah terucap kata-kata maaf dari lisan.
Sosok ibu yang sempurna bisa terlihat pada profil ibunda tercinta, karena dia begitu sabar, begitu asih menyayangi kami dan melindungi kami terutama pengalamanku yang kerap mendapat perlakuan keras dari anggota keluarga yang lain (saudara lelaki). Pernah beberapa kali, "umi" panggilan kami untuk ibunda, harus berjibaku menahan tinju dari salah satu saudara lelaki ku yang begitu emosi dalam menyelesaikan masalah ketika itu. Aku? jangan harap bisa selamat dari ruwetnya situasi ini. Entah sudah berapa kali, sentakan dan pukulan keras menyentuh wajah dan tubuhku. Hmmmm??? tapi Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku dengan menyelamatkan aku lewat tangan nenek dan kasih sayang umi tercinta.
Lebih dari 20 tahun kulewati waktu dengan keluarga besar ini. Baik dan buruk, indah atau pun pahit jelas tergambar dalam memori ini. Pemberontakanku terjadi tepat ketika masa-masa pubertas itu tiba. Aku tidak bisa lagi menahan diri, menghadapi sikap-sikap otoriter dalam keluarga besar ini. Apa yang kusaksikan sangat berlawanan dengan apa yang harus ku dengar, ini juga salah satu alasanku menolak untuk aktif di masjid dan pengajian, juga mengulurkan hijab yang merupakan kewajibanku sebagai muslimah. Tapi apa daya? aku hanya seorang perempuan. Aku juga mencoba untuk bertahan dengan sekedar latihan bela diri dan aktif dengan semua ekstra kurikuler di sekolah agar tidak hanyut dalam situasi mencengkram yang ku rasakan saat berada di rumah. Semua usaha ku lakukan, dari mulai banyak teman, banyak kegiatan, banyak acara di luar rumah, dan juga banyak pacar. he.. he... he.. yang satu ini, bikin kepala dan hati "mamak" dan "umi" berdenyut tidak karuan. Wow! anak pak haji pacaran?? adiknya pak ustadz jalan sama laki-laki non muhrim?
Hmmmm... kalau ingat itu semua,sungguh!! begitu berliku jalan hidupku. Pencarian jati diri memang harus kulewati sendiri, tanpa dampingan orangtua, anggota keluarga terdekat atau pun kerabat. Semua ku cari dari satu persatu langkah kaki ku, walau sempat ku jatuh tapi cepat harus ku bangkit kembali menata hidup.
Belajar hidup mandiri dengan gaji Rp 125 ribu per bulan, menghemat makan dan ongkos harian, mencoba menumpang pada kawan seperjalanan, juga tidur di atas jembatan kali Harmoni, adalah semua bagian dari cerita hidup yang bisa kuingat dan kubagi.
Semangat juangku untuk selalu menjadi yang terbaik dalam hidup ini meskipun saat itu masih dalam versi "jahiliah" mampu membuatku melewati semuanya. Aku mampu meraih mimpi-mimpi dan menjawab sindiran dan tantangan dari kakak lelakiku ketika itu, saat ku tolak perintahnya menghadiri pengajian rutin dan memilih menonton tayangan film "ACI" (Aku Cinta Indonesia) di TVRI, walau tak pelak tubuh dan hatiku porak poranda akibat pilihan ini.
Darah ayahanda memang benar-benar Allah turunkan kepadaku.
Di antara kekerasan hatiku memilih hidup berlawanan dengan apa yang orangtuaku inginkan agar selalu taat dalam jalanNya perlahan cair seiring usia dan warna dari perjalanan hidupku sendiri. Saat badai datang, ku coba untuk kembali ke pangkuan "umi" dan sekedar berkonsultasi pada para wanita yang telah menjadi istri dari saudara-saudara lelakiku. Apalagi kematian Ayahanda membuatku mengenal kembali pertalian darah di antara kami. Aku mencoba memaafkan atas semua yang telah terjadi, karena ini bukan hanya salah mereka. Semua ini sudah ditakdirkan menjadi jalan hidupku atas kehendakNya, dan aku bersyukur.. aku bisa menjadi seperti aku hari ini.
Aku yang telah kembali.. bukan karena paksaan dan hinaan juga caci maki. Tapi karena pencarian diri... walau dari perjalanan terjal yang tidak pernah terbayangkan oleh gadis kecil yang seringkali menyendiri, ketika tidak ada teman untuk berbagi. Bagaimanapun, aku ingin memberikan penghargaan dan terima kasih yang tidak terhingga untuk kedua orangtuaku tercinta, "Mamak" yang telah memberikan aku warisan kekerasan hati dan kemantapan dalam setiap pengambilan keputusan. Ibunda "umi" yang telah mewariskan segenap kelembutan untuk belajar memaafkan dan ketelatenan dalam menghadapi setiap keadaan. Dan dari mereka, kudapatkan warisan yang paling berharga, yaitu untuk selalu kembali memenuhi panggilanNya. Menjadi muslimah yang punya komitmen terhadap agamanya. InsyaAllah.
It's me, your kid! and I will be the best one whom you proud of.
I promised. InsyaAllah.
Wow, jangan mimpi bisa bertanya apa saja layaknya pengayoman kejiwaan bagi anak seusiaku ketika itu! hal itu sangat langka dan demikian berharga, karena kami (aku, pribadi) sangat jarang diperkenankan untuk bertanya kecuali harus selalu menjalankan dan mentaati apa yang digariskan dalam kebijaksanaan keluarga ketika itu.
Jangan berharap juga bisa menikmati sentuhan hangat tangan ayahanda karena beliau sudah sangat letih ketika sampai di rumah, apalagi bisa bersenda gurau layaknya anak dan ayah juga anggota keluarga yang lainnya. Hik! kami semua sangat takut dan segan pada beliau. Bayangkan! kami semua anak-anaknya bisa lari ke kamar masing-masing jika sudah mendengar ayah kami berdehem dari dalam kamarnya. Sayang, selain warisan intelektual dan disiplin juga ketaatan beragama, ayah kami telah mewariskan sifat yang banyak menurun ke dalam diri ku sendiri.. apalagi kalau bukan "sulit melupakan" meskipun telah terucap kata-kata maaf dari lisan.
Sosok ibu yang sempurna bisa terlihat pada profil ibunda tercinta, karena dia begitu sabar, begitu asih menyayangi kami dan melindungi kami terutama pengalamanku yang kerap mendapat perlakuan keras dari anggota keluarga yang lain (saudara lelaki). Pernah beberapa kali, "umi" panggilan kami untuk ibunda, harus berjibaku menahan tinju dari salah satu saudara lelaki ku yang begitu emosi dalam menyelesaikan masalah ketika itu. Aku? jangan harap bisa selamat dari ruwetnya situasi ini. Entah sudah berapa kali, sentakan dan pukulan keras menyentuh wajah dan tubuhku. Hmmmm??? tapi Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku dengan menyelamatkan aku lewat tangan nenek dan kasih sayang umi tercinta.
Lebih dari 20 tahun kulewati waktu dengan keluarga besar ini. Baik dan buruk, indah atau pun pahit jelas tergambar dalam memori ini. Pemberontakanku terjadi tepat ketika masa-masa pubertas itu tiba. Aku tidak bisa lagi menahan diri, menghadapi sikap-sikap otoriter dalam keluarga besar ini. Apa yang kusaksikan sangat berlawanan dengan apa yang harus ku dengar, ini juga salah satu alasanku menolak untuk aktif di masjid dan pengajian, juga mengulurkan hijab yang merupakan kewajibanku sebagai muslimah. Tapi apa daya? aku hanya seorang perempuan. Aku juga mencoba untuk bertahan dengan sekedar latihan bela diri dan aktif dengan semua ekstra kurikuler di sekolah agar tidak hanyut dalam situasi mencengkram yang ku rasakan saat berada di rumah. Semua usaha ku lakukan, dari mulai banyak teman, banyak kegiatan, banyak acara di luar rumah, dan juga banyak pacar. he.. he... he.. yang satu ini, bikin kepala dan hati "mamak" dan "umi" berdenyut tidak karuan. Wow! anak pak haji pacaran?? adiknya pak ustadz jalan sama laki-laki non muhrim?
Hmmmm... kalau ingat itu semua,sungguh!! begitu berliku jalan hidupku. Pencarian jati diri memang harus kulewati sendiri, tanpa dampingan orangtua, anggota keluarga terdekat atau pun kerabat. Semua ku cari dari satu persatu langkah kaki ku, walau sempat ku jatuh tapi cepat harus ku bangkit kembali menata hidup.
Belajar hidup mandiri dengan gaji Rp 125 ribu per bulan, menghemat makan dan ongkos harian, mencoba menumpang pada kawan seperjalanan, juga tidur di atas jembatan kali Harmoni, adalah semua bagian dari cerita hidup yang bisa kuingat dan kubagi.
Semangat juangku untuk selalu menjadi yang terbaik dalam hidup ini meskipun saat itu masih dalam versi "jahiliah" mampu membuatku melewati semuanya. Aku mampu meraih mimpi-mimpi dan menjawab sindiran dan tantangan dari kakak lelakiku ketika itu, saat ku tolak perintahnya menghadiri pengajian rutin dan memilih menonton tayangan film "ACI" (Aku Cinta Indonesia) di TVRI, walau tak pelak tubuh dan hatiku porak poranda akibat pilihan ini.
Darah ayahanda memang benar-benar Allah turunkan kepadaku.
Di antara kekerasan hatiku memilih hidup berlawanan dengan apa yang orangtuaku inginkan agar selalu taat dalam jalanNya perlahan cair seiring usia dan warna dari perjalanan hidupku sendiri. Saat badai datang, ku coba untuk kembali ke pangkuan "umi" dan sekedar berkonsultasi pada para wanita yang telah menjadi istri dari saudara-saudara lelakiku. Apalagi kematian Ayahanda membuatku mengenal kembali pertalian darah di antara kami. Aku mencoba memaafkan atas semua yang telah terjadi, karena ini bukan hanya salah mereka. Semua ini sudah ditakdirkan menjadi jalan hidupku atas kehendakNya, dan aku bersyukur.. aku bisa menjadi seperti aku hari ini.
Aku yang telah kembali.. bukan karena paksaan dan hinaan juga caci maki. Tapi karena pencarian diri... walau dari perjalanan terjal yang tidak pernah terbayangkan oleh gadis kecil yang seringkali menyendiri, ketika tidak ada teman untuk berbagi. Bagaimanapun, aku ingin memberikan penghargaan dan terima kasih yang tidak terhingga untuk kedua orangtuaku tercinta, "Mamak" yang telah memberikan aku warisan kekerasan hati dan kemantapan dalam setiap pengambilan keputusan. Ibunda "umi" yang telah mewariskan segenap kelembutan untuk belajar memaafkan dan ketelatenan dalam menghadapi setiap keadaan. Dan dari mereka, kudapatkan warisan yang paling berharga, yaitu untuk selalu kembali memenuhi panggilanNya. Menjadi muslimah yang punya komitmen terhadap agamanya. InsyaAllah.
It's me, your kid! and I will be the best one whom you proud of.
I promised. InsyaAllah.
Saturday, April 24, 2010
Ghazwul Fikri ala Zionis
Arti Zionis
Menurut Wikipedia, Zionisme adalah sebuah gerakan politik kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini semula ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.
Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya "Der Judenstaat" (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.
Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.
Asal muasal Zionis dan alasannya
(Taryudi, dalam “Menguak Esensi Zionisme “ ) Yahudi adalah orang Palestina yang terdampar di Benua Eropa. Ini adalah hasil dari pemikiran dari aliran Protestan, yaitu aliran baru yang mekar dalam agama Kristen. Sebuah gerakan pembaharu yang mengusung "reformasi agama" berlandaskan pemikiran Ibrani-Yahudi yang secara spesifik membumikan "Perjanjian Baru"/Taurat; meyakini bahwa bangsa Yahudi akan dikumpulkan kembali di bumi suci Palestina untuk menyongsong kedatangan "Al-Masih Al-Muntazhar", yang berarti bermulanya masa tenteram yang —menurut mereka— akan berlangsung selama 1000 tahun.
Seiring perjalanan waktu konseptual Protestan mulai mengalami perkembangan — dengan mengemukannya persepsi baru bahwa aliran pembaharu tersebut merupakan titah Tuhan yang harus dipedomani. Hasilnya, Taurat akhirnya tersebar luas, diterjemahkan ke pelbagai bahasa Eropa. Melalui mekanisme ini perlahan orang-orang Eropa berasumsi bahwa bumi Palestina merupakan negeri asal bagi bangsa "Yahudi Terpilih", sehingga asumsi tersebut mengkristal pada satu kesimpulan, Yahudi adalah orang Palestina yang terdampar di Benua Eropa.
Tidak lagi ada pemisah antara Yahudi dengan Kristen melalui munculnya aliran Protestan. Mereka tak ubahnya seperti satu tubuh. Perasaan inilah yang menjembatani persetujuan Balfour (1917), yang bila kita cermati saat itu yang menjadi raja Inggris adalah George V, dan Gubernur Jendral di Palestina. Inilah yang disebut dengan Difusi Zionis non Yahudi.
Holocoust merupakan peristiwa yang terjadi pada masa pemerintah Nazi di Jerman pada rentang waktu 30 Januari 1933 hingga 8 Mei 1945. Holocoust berasal dari bahasa yunani kuno yang artinya pengorbanan yang seluruh nya di bakar di altar. Saat ini holocoust digunakan sebagai ungkapan penghalus untuk pembunuhan massal ; genocide (pemusnahan ras) terhadap bangsa lain di sepanjang sejarah. Peristiwa holocoust merupakan salah satu pemicu terjadinya perang dunia II. Awal-awal pembantaian Yahudi, objek dari holocoust adalah bangsa Yahudi. Saat itu bangsa Yahudi menganggap bahwa bangsa mereka sebagai bangsa "pilihan" dan bangsa yang rasnya paling tinggi diantara ras bangsa lain. Hal ini kemudian ditentang oleh Hitler yang segera mengorganisir gerakan untuk melenyapkan bangsa Yahudi di Jerman dan di Eropa. Pada tahun 1935, Hitler mulai mencabut kewarganegaraan para masyarakat Yahudi. Tahun 1939 orang-orang Yahudi mulai dibantai dan pada tahun inilah perang dunia terpicu. Namun, dalam kenyataannya sekarang ini, banyak kalangan yang mempertanyakan kebenaran akan terjadi Holocoust untuk kaum Yahudi ketika itu termasuk presiden Ahmadinejad (Iran) karena banyak hal-hal yang janggal dan tidak umum dalam resensi kejadian yang dimaksud. Pemikiran ini sebagai landasan bahwa ini hanya konspirasi kaum yahudi untuk membenarkan langkah-langkah mereka mendirikan Negara baru di bumi Palestina yang sah.
Bagaimana dengan Zionis di Indonesia?
(Ridwan Saidi, dalam “Jejak Sejarah Yahudi di Indonesia – ISNET homepage)
SEJAK gerakan zionis internasional Freemasonry didirikan di Inggris tahun 1717, orang Yahudi lebih suka menyelubungi aktivitas mereka dengan selimut perkumpulan teosofi yang bertujuan "kemanusiaan". Pengumpulan dana dipusatkan di New York. Sejak 17 November 1875, pimpinannya adalah seorang Yahudi di Rusia, Nyonya Blavatsky. Jurnal The Theosofist, yang diterbitkan di New York, pada terbitan tahun 1881 menyiarkan kabar bahwa Blavatsky mengutus Baron van Tengnagel untuk mendirikan loge, rumah ibadat kaum Vrijmetselarij/Freemasonry di Pekalongan. Kota ini dipilih karena sejak 1868 berubah status dari desa menjadi kota, di samping dikenal sebagai konsentrasi santri di Jawa Tengah. Loge didirikan tahun 1883, tetapi tidak berkembang karena reaksi keras masyarakat berhubung praktek ritualisme mereka, yaitu memanggil arwah. Karena itu, penduduk menyebut loge sebagai gedong setan.
Pengalaman Pekalongan memaksa mereka mengalihkan kegiatan ke Batavia. Dua loge besar didirikan di Jalan Merdeka Barat (sebelumnya bernama Blavatsky Straat), dan Jalan Budi Utomo (sebelumnya bernama Vrijmetselarijweg). Dua loge itu, di samping loge yang didirikan di Makassar, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, menjadi pusat kegiatan ritual saja, untuk Yahudi Belanda dan Eropa, yang bekerja di Hindia Belanda di sektor birokrasi VOC/Pemerintah Hindia Belanda, dan swasta.
Hindia Belanda dianggap negeri yang aman sebagai wilayah operasi mereka, karena penduduk menganggap Yahudi Belanda/Eropa sebagai orang Nasrani. Di samping itu, Gubernur Hindia Belanda selalu menjadi pembina Rotary Club.
Aktivitas ritual belaka berujung pada kebuntuan: gerakan zionis jalan di tempat. Maka, gerakan zionisme intenasional untuk Asia, yang berpusat di Adyar, India, pada 31 Mei 1909 mengutus Ir. A.J.E. van Bloomenstein ke Jawa. Untuk mengubah pola pergerakan, pada 12 November 1912 Bloomenstein berhasil mendirikan Theosofische Vereeniging (TV), yang kemudian mendapatkan rechtpersoon, pengakuan, dan dimuat dalam Staatblaad No. 543.
TV bekerja di kalangan intelektual dan calon intelektual bumiputra. TV pun membiayai Kongres Pemuda I, 1926. Kongres itu bahkan digelar di loge Broederkaten di Vrijmetselarijweg. Akibatnya, ormas pemuda memboikot kongres itu, dan reaksinya adalah, pada 27 dan 28 Oktober 1928 ormas pemuda menggelar Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
Aktivitas zionis yang kian meningkat di Hindia Belanda tidak saja di kalangan masyarakat, melainkan juga di pemerintahan, menjelang dan pasca-Perang Dunia I itu, menggelisahkan orang-orang Jerman. Terutama peran Snouk Hurgronje, Belanda Yahudi, dalam Perang Aceh. Seperti diketahui, Turki sebagai sekutu Jerman gagal membantu Aceh karena panjangnya garis supply. Kehadiran agen zionis internasional Sneevliet di Jawa, yang berhasil mengkader pemuda intelektual Indonesia, makin menguatkan tekad Jerman untuk meruntuhkan pemerintah zionis Hindia Belanda.
Di bidang bisnis, orang Yahudi di Jakarta menguasai pusat bisnis elite di Pasar Baru, Jalan Juanda, dan Jalan Majapahit. Mereka menguasai perdagangan permata, jam tangan, dan kacamata. Pusat hiburan elite di Jakarta juga diramaikan oleh pemusik Yahudi Polandia. Akhirnya, Batavia menjadi salah satu kota zionis yang terpenting di Asia.
Usaha menghidupkan lagi gerakan zionisme masih dilakukan pascakemerdekaan. Pada 14 Juni 1954, berdiri Jewish Community in Indonesia, dipimpin Ketua F. Dias Santilhano dan Panitera I. Khazam. Di dalam anggaran dasarnya dinyatakan, perkumpulan itu merupakan kelanjutan dari Vereeniging Voor Joodsche Belangen in Nerderlandsch-Indie te Batavia, yang berdiri pada 16 Juli 1927.
Tidak jelas, apakah perkumpulan itu di masa reformasi kini masih eksis atau tidak. Namun, pembicaraan yang menyeruak akhir-akhir ini, tentang operasi zionis internasional di Indonesia, kiranya mempunyai dasar yang kuat. Baik ditilik dari sejarah kita maupun data muktahir, seperti kesaksian mantan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, yang termuat dalam memoarnya yang ditulis oleh Ramadhan KH. Di situ antara lain dikatakan, "Saya sendiri tidak pernah punya hubungan dengan Israel, paling-paling, saya ingat, saya pernah datang ke Jalan Tosari memenuhi undangan mata rantai Israel yang ada di Jakarta."
Gerakan Zionis di Indonesia
Di dunia maya. Salah satunya, mereka (zionis) membuat situs www. Libforall. Com yang awalnya (2003) hanya berbahasa Inggris namun beberapa waktu lalu telah pula diluncurkan versi bahasa Indonesia. ( abufaiz97, situs zionis berbahasa Indonesia berkedok Islam, Oase Qalbu), menceritakan banyak sepak terjang kaum zionis dalam gerakan Liberalisme dan Pluralisme (Jaringan Islam Liberal).
Henry Ford sebagai The International Jews ini mengarahkan sasarannya ke umat Islam dunia. Indonesia sebagai negeri kaum Muslimin terbesar dunia menjadi tujuan utama gerakan penghancur agama ini. Berkedok sebagai Islam Pluralis, Islam Liberalis, Islam Damai, Islam Kultural, dan kedok-kedok lainnya, mereka mencoba mendangkalkan agama Allah. Selain membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL), mereka juga melakukan promosi di dunia maya. Salah satunya, mereka membuat situs www. Libforall. Com yang awalnya (2003) hanya berbahasa Inggris namun beberapa waktu lalu telah pula diluncurkan versi bahasa Indonesia. Tujuannya apa lagi jika bukan untuk memperluas cakupan “jualannya”.
Associated Press menulis bahwa CEO LibFor All, Holland Taylor, tengah berupaya menghimpun tokoh-tokoh Liberalis dan Pluralis ber-KTP Islam di seluruh dunia untuk membentuk satu jaringan “Muslim Moderat”. Inilah kalimatnya: “Pendiri-bersama LibForAll C. Holland Taylor sedang menghubungkan para pemimpin Muslim moderat dalam sebuah jaringan mercusuar di dalam dunia Islam yang akan mempromosikan toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah. ”, dan “Kebebasan beribadah” di sini diartikan sebagai “Walau Anda Muslim, Anda bebas memilih mau sholat apa tidak. Itu terserah kepada Anda” Sebab, bukan rahasia umum lagi jika kelompok ini orang-orangnya sering tidak sholat.
(Sumber : Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi, Hartono Ahmad Jaiz, Darul Falah – JKT, Cet.1 Juli 2004, hal.158-164 ) Tidak cukup hanya dengan Jaringan Islam Liberal untuk mengaduk-aduk aqidah umat Islam, Gerakan ghazwul Fikri ini pun diramaikan dengan banyak organisasi yang didanai oleh TAF (The Asia Foundation) menyebarkan racun ke seluruh penjuru negeri. Sebut saja, Paramadina dengan Fiqih Lintas Agama, Siti Musdah Mulia dengan “Kompilasi Hukum Islam”, dan jangan lupa JIL dengan “komunitas Utan Kayu” dengan segenap media baik cetak atau pun maya.
Thursday, April 22, 2010
Menunggu Soulmate without "pacaran"
Ada yang lucu ketika aq dan teman-teman semasa SMA berdiskusi, topik kami ketika itu tidak jauh dari masalah cowok keren dan sekitarnya dan bagaimana kelak kita bertemu dengan pujaan hati kami untuk mencintainya, menikah dengannya sampai melahirkan anak-anak tercinta.
Ada Sus, yang sudah punya pacar hampir tiap malam minggu tidak pernah absen mengapelinya.
Ada Pho, yang juga sudah punya pacar yang begitu care dengan keseharian, sudah dekat sekali dengan ortunya, malah.
Ada Neng, yang belum punya pacar tapi dapat pengalaman tak terduga (surprise ditengah kedekatan seorang teman) nya.
Ada Tre, yang selalu ingin punya pacar yang ideal di matanya, keren, ganteng, kaya dan romantis
Ada juga aku sendiri yang tidak jauh berbeda dari mereka semua.
Uuuh, Anak muda! Hampir tidak ada yang melontarkan pendapat di antara kami bahwa kelak di antara kami ada yang menikah dengan orang yang tidak pernah kita duga, alias dia bukan siapa-siapa sebelumnya. Bukan teman kita, apalagi pacar kita. Orang yang hadir di kehidupan kita tanpa terduga tetapi dihadirkan untuk mengisi hari-hari cinta kita dalam rumah tangga kita.
Kala itu, hampir semua teman mengiyakan tanda persetujuannya untuk mengatakan "Tidak mungkin lah bisa cinta sama orang kalau kita belum mengenalnya. itu lah guna nya pacaran!"
Atau, "Pacaran habis nikah???? Please deh.....dijodohin gitu? aduuh masih ada emang? zaman Siti Nurbaya kaleee"
Huft!! komentar sejenis banyak lagi yang intinya hampir-hampir menafikkan kemungkinan itu akan terjadi kelak dalam kehidupan salah satu dari kami, contohnya dalam kehidupanku sendiri.
Aku sendiri beberapakali menjalani kehidupan percintaan ala remaja seumurku waktu itu, Acara jalan kaki pulang sekolah, nonton di bioskop, jalan-jalan, makan di warung bakso langganan, kirim kartu ucapan (ops! sorry belum ada hp/sms bro...), sering mencuri waktu untuk sekedar melongok ke jendela kelas dengan harapan bisa sekedar melihat bayangan si dia. Moment indah ala remaja SMA plus menjelang dewasa, romansa percintaan kami juga berbeda tapi sayang ketidaksiapan kami menjawab pertanyaan orangtuaku yang menginginkan hubungan ini diarahkan ke jenjang pernikahan membuat semua keindahan itu berakhir, kami putus, berpisah dan kesedihan hadir di hati aku dan dia.
Patah hati? ya....., tapi hal itu kemudian terobati ketika hadir sosok lainnya yang memberi warna lain, kejadian itu terulang lagi, sakit hati lagi? ya...., mencoba lagi kesempatan lain untuk yang kesekian kali. Dan satu persatu teman-teman dekatku mulai memasuki gerbang pernikahan termasuk diriku. Kami semua menikah dengan pilihan hati kami dan semuanya kami lewati setelah melewati langkah awal "penjajakan" sebelumnya. Pacaran? so pastinya.
Tetapi satu persatu kemudian, sekian tahun lama setelah menyebar undangan dan melahirkan anak pertama dan kedua, satu persatu pula kudengar berita perpecahan dan perpisahan dari mereka. Ada dari mereka bahkan babak belur karena korban ringan tangan dari suami pilihan hatinya. Duuuuh, aku sendiri tidak lebih bagus lagi. Pernikahanku berakhir setelah hampir satu dasawarsa kami coba untuk mempertahankannya.
Kucari jawaban atas semua kejadian yang menimpa ini, ku telaah lagi kesalahan-kesalahan yang pasti sudah kutimpakan dalam kehidupan karena aku yakin, Allah tidak akan menimpakan sesuatu kecuali karena kesalahan HambaNya sendiri, dan kesalahanku dari awal adalah selalu mendahulukan logika di atas segalanya. Jalan awal yang salah.
Alhamdulillah! Tuntunan hidayahNya pula yang mempertemukan aku dengan lelaki sederhana ini. Lelaki yang banyak mengajarkan hal-hal baru dalam kehidupanku, lelaki yang kuminta di penghujung malam di setiap tahajudku. Lelaki ini lah jawaban Allah dari pertanyaanku di padang Arafah (Saat umroh April 2007), Lelaki yang dihadiah olehNya atas kesungguhanku yang belum seberapa ini untuk meminta jodoh hanya kepadaNya semata. Lelaki yang hadir tanpa aku mengenalnya atau melewati masa pacaran sebelum pernikahan kami, bahkan jarak antara kami pun terbentang oleh samudera yang luas. Lelaki tulus yang mencintaiku apa adanya dan memberiku hari-hari indah setelah gerbang pernikahan kami gelar satu minggu setelah hari raya Iedul Fitri, dan cinta itu ternyata benar-benar hadir dan ada di hati kami. Cinta yang kuberikan karena Allah menganugerahkannya dalam rumah tangga kami.
Cinta dan sayang itu aku rasakan persis setelah pertama kali lelaki itu menyentuhkan tangannya yang penuh doa setelah upacara ijab kabul dan semua prosesinya. Perasaan damai itu datang, setelah kami berdua menunaikan shalat dua rakaat di malam pernikahan kami. Aku mencintainya ya Allah.... terima kasih telah KAU anugerahkan lelaki ini dalam kehidupanku. Jadikan kami selalu dalam LindunganMu, Anugerahi kami kasih sayang dan saling mengasihi selalu karenaMU semata, agar kami ikhlas menjalani semua sampai khusnul khotimah memisahkan kami, Amien.
Setelah semua ini, now I will definitely for sure saying : "Get your love and your loving soulmate after married!, it's amazing!" Pacaran setelah menikah? why not......
I do Love U, Abee
Wednesday, April 21, 2010
Harga dirimu= kehormatanmu.
Dinihari dalam Muhasabah ; Untuk ku dan untukmu Sahabat....
Ah... sahabat ku sayang, percayalah...... sehebat apapun harta, gelar, kedudukan, pangkat, atau atribut dunia apapun yang lainnya tidak akan pernah berharga jika kita tidak memiliki harga diri.
Hidup di dunia ini hanya satu kali, hanya sebentar (tengoklah berapa banyak disekeliling kita yang telah mati muda mendahului usia kita, padahal mereka cukup sehat, cukup kuat, ataw mereka baru saja terlahir ke dunia?).
Kita harus bersungguh-sungguh meniti karir di kehidupan kita ini menjadi orang yang memiliki harga diri dan terhormat dalam pandangan Allah SWT dan juga terhormat dalam pandangan orang-orang beriman. Kematian pun, harus kita rindukan menjadi sebaik-sebaik kematian (Khusnul Khotimah) yang penuh kehormatan dan kemuliaan.
Langkah awal yang perlu kita bangun dalam kehidupan ini adalah tekad untuk menjadi seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai mati! seperti halnya Rasulullah SAW yang memulai karir kehidupannya dengan gelar kehormatan Al-Amien (seorang yang dapat dipercaya).
Langkah-langkah berikut, adalah awal bagi kita untuk berbenah diri membangun harga diri untuk kemuliaan hidup dan mati yang tengah menanti. :
1. Jangan pernah berbohong dalam hal sekecil apapun
2. Jagalah lisan!
3. Jangan sok tahu atau sok pintar dengan menjawab setiap pertanyaan.
4. Jangan pernah membocorkan rahasia atau amanah dari orang lain, terlebih membeberkan aib orang lain.
5. Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji.
6. Biasakan selalu untuk tepat waktu (ontime)
7. Jangan pernah berpikir licik dan serakah
8. Bersikaplah transparan
9. Bersikaplah terbuka
( uuuh.... berat banget ya?? menjadi orang yang punya harga diri) ternyata..... but come on, we have to try it (specially for myself) to be the best person in this world.
Jika ada di antara kita yang merasa nyaman dengan harta, gelar, pangkat, jabatan dan kedudukan, yakinlah! bahwa itu cuma "topeng" saja.. kita harus membangun kehormatan diri kita dalam pandangan Allah agar kita dapat ikhlas melakukannya, bukan karena niat ingin dipuji.
Apalah artinya mempunyai mobil bagus kalau orang lain tahu kita ini penipu, pendusta, maling? apalah artinya mengenakan seragam yang gagah? tapi orang juga tahu kalau kita ini peminta-minta, tukang peras dan backing judi?
Walhasil, walaupun kita tidak memiliki aksesoris dunia sehebat orang lain, akan tetapi gigihlah terus untuk membangun dan menjaga kehormatan diri kita, sebagai seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai kita mati kelak!
InsyaAllah.
Diambil dari : "Menggapai Qolbun Salim -Bengkel hati menuju akhlak mulia" By Abdullah Gymnastiar
Ah... sahabat ku sayang, percayalah...... sehebat apapun harta, gelar, kedudukan, pangkat, atau atribut dunia apapun yang lainnya tidak akan pernah berharga jika kita tidak memiliki harga diri.
Hidup di dunia ini hanya satu kali, hanya sebentar (tengoklah berapa banyak disekeliling kita yang telah mati muda mendahului usia kita, padahal mereka cukup sehat, cukup kuat, ataw mereka baru saja terlahir ke dunia?).
Kita harus bersungguh-sungguh meniti karir di kehidupan kita ini menjadi orang yang memiliki harga diri dan terhormat dalam pandangan Allah SWT dan juga terhormat dalam pandangan orang-orang beriman. Kematian pun, harus kita rindukan menjadi sebaik-sebaik kematian (Khusnul Khotimah) yang penuh kehormatan dan kemuliaan.
Langkah awal yang perlu kita bangun dalam kehidupan ini adalah tekad untuk menjadi seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai mati! seperti halnya Rasulullah SAW yang memulai karir kehidupannya dengan gelar kehormatan Al-Amien (seorang yang dapat dipercaya).
Langkah-langkah berikut, adalah awal bagi kita untuk berbenah diri membangun harga diri untuk kemuliaan hidup dan mati yang tengah menanti. :
1. Jangan pernah berbohong dalam hal sekecil apapun
2. Jagalah lisan!
3. Jangan sok tahu atau sok pintar dengan menjawab setiap pertanyaan.
4. Jangan pernah membocorkan rahasia atau amanah dari orang lain, terlebih membeberkan aib orang lain.
5. Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji.
6. Biasakan selalu untuk tepat waktu (ontime)
7. Jangan pernah berpikir licik dan serakah
8. Bersikaplah transparan
9. Bersikaplah terbuka
( uuuh.... berat banget ya?? menjadi orang yang punya harga diri) ternyata..... but come on, we have to try it (specially for myself) to be the best person in this world.
Jika ada di antara kita yang merasa nyaman dengan harta, gelar, pangkat, jabatan dan kedudukan, yakinlah! bahwa itu cuma "topeng" saja.. kita harus membangun kehormatan diri kita dalam pandangan Allah agar kita dapat ikhlas melakukannya, bukan karena niat ingin dipuji.
Apalah artinya mempunyai mobil bagus kalau orang lain tahu kita ini penipu, pendusta, maling? apalah artinya mengenakan seragam yang gagah? tapi orang juga tahu kalau kita ini peminta-minta, tukang peras dan backing judi?
Walhasil, walaupun kita tidak memiliki aksesoris dunia sehebat orang lain, akan tetapi gigihlah terus untuk membangun dan menjaga kehormatan diri kita, sebagai seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai kita mati kelak!
InsyaAllah.
Diambil dari : "Menggapai Qolbun Salim -Bengkel hati menuju akhlak mulia" By Abdullah Gymnastiar
Monday, April 19, 2010
Saat Hidayah datang menyapa, Raih, Simpan dan Rawatlah selalu
Subhanallah....
Ketika hidayahNya datang...... dan tak lagi ada penghalang, semuanya jadi terasa begitu indah. Kelu rasanya lidah untuk bisa mengucapkan arti dari keindahan rasa dari sebuah hidayah yang tak akan datang untuk kesekian kalinya, karena begitu banyak orang yang mencarinya tapi lelah dan putus asa karena tak kunjung mendapatkannya, ada juga orang yang berlari mengejarnya tapi hanya nafas terengah dan liur haus dahaga yang terasa, tapi sang hidayah... tak juga dapat diraihnya. Dan hanya orang-orang yang beruntunglah yang diperkenankanNya untuk meraihnya, merangkulnya... dan menyimpannya untuk selalu dirawat dalam hari-hari panjang yang akan dilalui... agar hidayah tak akan kembali pergi.
Ada yang spesial saat kutatap layar TV di acara "Zona Memory" stasiun favoritku menayangkan beberapa penyanyi lawas dengan tembang-tembang hits andalan mereka. Beberapa dari mereka tak banyak berubah, baik gaya, tingkah laku, senyum, fashion dan hal-hal lainnya, walau raut wajah mereka jelas menggambarkan berapa usia mereka kini dibalut make up tebal dan pantulan sinar lampu kamera. Suara mereka masih tetap merdu, walau jelas beberapa nada kadang tak dapat lagi mereka perdengarkan dengan sempurna seperti dulu... ketika mereka bersinar 10 tahunan yang lalu.
Dan, airmataku menetes..... rasa haru tiba-tiba datang menyergap. Ada salah satu dari artis lawas tersebut yang tampil memukau bak mutiara bersinar di antara selebritis 90 yang lainnya. Sosok yang dahulu begitu cantik, mungil dan seringkali terbalut dengan busana up to date ala selebritis itu tampil menebarkan pesona yang lain. Subhanalllah... kata-kata itu meluncur dari mulutku melihat penampilannya pada acara itu, tak ada kata yang tepat untuk melukiskan kekagumanku akan keberaniannya mengubah arah hidupnya, mengubah penampilannya, mengubah jati dirinya untuk menjadi seorang muslimah yang sempurna. Sebut saja artis itu, NIP yang telah menutup seluruh auratnya, Dia tampil begitu anggun dan mempesona menjelma persis seperti salah satu artis lain yang telah lebih dulu mengulurkan hijabnya (IKH) setelah sekian lama terkenal menjadi primadona untuk acara buka paha dan dada. Belum lagi cerita artis lain, yang alhamdulillah telah mendedikasikan sisa hidupnya penuh makna untuk banyak hal bermanfaat dan meninggalkan maksiat semampu dirinya walau sakit keras (tumor otak) dan vonis dokter telah didengarnya bahwa usianya tak akan bertahan lama, itu semua dia lakukan untuk menebus kesalahannya karena tidak menjalankan semua aturanNya dalam hidupnya dan berbangga dengan kecantikan yang dititipkanNya, dan di usia 34 tahun Allah memanggilnya untuk menghadapNya (Alhamdulillah) dalam khusnul Khotimah. Allahummaghfirlaha... warhamha.... (selamat jalan mbak ERL)
Ya Allah...., Aku bersyukur karena telah Engkau titipkan Hidayah itu pula dalam hidupku, dalam hidup teman-temanku, dalam hidup keluargaku, dan dalam hidup orang-orang yang kusayangi yang tak dapat kusebutkan semua di sini. Tapi aku yakin, karena Engkau adalah Yang Maha Melihat dan Maha Teliti... tidak akan Engkau salah untuk membagi curahan RahmatMu untuk selalu menjaga kami selalu dalam LindunganMu agar hidayahMu ini dapat selalu kami jaga sampai akhir hayat kami.
Tanpa PenjagaanMu Rabb, kami tak akan dapat bertahan melewati semua ini, begitu banyak godaan dunia, begitu indahnya nafsu menipu, belum lagi semua tipu daya dari musuh nyata kami. Sungguh, Rabbi... Jangan pernah tinggalkan kami, Jangan balikkan hati kami kembali menjadi orang-orang yang bangga dengan dosa dan perhiasan dunia. Penuhilah dada kami dengan cinta dan pengharapan hanya kepadaMu, agar kami dapat berbangga menghadapMu dengan iman dan amal yang sedikit ini.
Amien.
Ketika hidayahNya datang...... dan tak lagi ada penghalang, semuanya jadi terasa begitu indah. Kelu rasanya lidah untuk bisa mengucapkan arti dari keindahan rasa dari sebuah hidayah yang tak akan datang untuk kesekian kalinya, karena begitu banyak orang yang mencarinya tapi lelah dan putus asa karena tak kunjung mendapatkannya, ada juga orang yang berlari mengejarnya tapi hanya nafas terengah dan liur haus dahaga yang terasa, tapi sang hidayah... tak juga dapat diraihnya. Dan hanya orang-orang yang beruntunglah yang diperkenankanNya untuk meraihnya, merangkulnya... dan menyimpannya untuk selalu dirawat dalam hari-hari panjang yang akan dilalui... agar hidayah tak akan kembali pergi.
Ada yang spesial saat kutatap layar TV di acara "Zona Memory" stasiun favoritku menayangkan beberapa penyanyi lawas dengan tembang-tembang hits andalan mereka. Beberapa dari mereka tak banyak berubah, baik gaya, tingkah laku, senyum, fashion dan hal-hal lainnya, walau raut wajah mereka jelas menggambarkan berapa usia mereka kini dibalut make up tebal dan pantulan sinar lampu kamera. Suara mereka masih tetap merdu, walau jelas beberapa nada kadang tak dapat lagi mereka perdengarkan dengan sempurna seperti dulu... ketika mereka bersinar 10 tahunan yang lalu.
Dan, airmataku menetes..... rasa haru tiba-tiba datang menyergap. Ada salah satu dari artis lawas tersebut yang tampil memukau bak mutiara bersinar di antara selebritis 90 yang lainnya. Sosok yang dahulu begitu cantik, mungil dan seringkali terbalut dengan busana up to date ala selebritis itu tampil menebarkan pesona yang lain. Subhanalllah... kata-kata itu meluncur dari mulutku melihat penampilannya pada acara itu, tak ada kata yang tepat untuk melukiskan kekagumanku akan keberaniannya mengubah arah hidupnya, mengubah penampilannya, mengubah jati dirinya untuk menjadi seorang muslimah yang sempurna. Sebut saja artis itu, NIP yang telah menutup seluruh auratnya, Dia tampil begitu anggun dan mempesona menjelma persis seperti salah satu artis lain yang telah lebih dulu mengulurkan hijabnya (IKH) setelah sekian lama terkenal menjadi primadona untuk acara buka paha dan dada. Belum lagi cerita artis lain, yang alhamdulillah telah mendedikasikan sisa hidupnya penuh makna untuk banyak hal bermanfaat dan meninggalkan maksiat semampu dirinya walau sakit keras (tumor otak) dan vonis dokter telah didengarnya bahwa usianya tak akan bertahan lama, itu semua dia lakukan untuk menebus kesalahannya karena tidak menjalankan semua aturanNya dalam hidupnya dan berbangga dengan kecantikan yang dititipkanNya, dan di usia 34 tahun Allah memanggilnya untuk menghadapNya (Alhamdulillah) dalam khusnul Khotimah. Allahummaghfirlaha... warhamha.... (selamat jalan mbak ERL)
Ya Allah...., Aku bersyukur karena telah Engkau titipkan Hidayah itu pula dalam hidupku, dalam hidup teman-temanku, dalam hidup keluargaku, dan dalam hidup orang-orang yang kusayangi yang tak dapat kusebutkan semua di sini. Tapi aku yakin, karena Engkau adalah Yang Maha Melihat dan Maha Teliti... tidak akan Engkau salah untuk membagi curahan RahmatMu untuk selalu menjaga kami selalu dalam LindunganMu agar hidayahMu ini dapat selalu kami jaga sampai akhir hayat kami.
Tanpa PenjagaanMu Rabb, kami tak akan dapat bertahan melewati semua ini, begitu banyak godaan dunia, begitu indahnya nafsu menipu, belum lagi semua tipu daya dari musuh nyata kami. Sungguh, Rabbi... Jangan pernah tinggalkan kami, Jangan balikkan hati kami kembali menjadi orang-orang yang bangga dengan dosa dan perhiasan dunia. Penuhilah dada kami dengan cinta dan pengharapan hanya kepadaMu, agar kami dapat berbangga menghadapMu dengan iman dan amal yang sedikit ini.
Amien.
Friday, April 9, 2010
Friday, March 26, 2010
Pornografi? Let save our Kids! and be Smart Parents
Friday, 26 March 2010
Jakarta time (WIB) sekitar pk.11:30PM
but karena saya sekarang ini ada di WITA, waktu sudah menunjukkan dini hari di 00:30 WITA
tapi saat-saat seperti ini lah, saya baru bisa rehat sejenak dari kesibukan mengurus ElGaza (9Bln) yang
hanya bisa tertidur jika saya ada disampingnya.
Beberapa minggu yang lalu saya sengaja menyempatkan diri mengikuti Seminar yang membahas "PEDE bicara tentang Seks dengan anak di usia Dini" dan baru sejam yang lalu (Pk.22:30WIB) juga saya baru saja menyaksikan salah satu acara di Metro TV yang dipandu mbak Frida dan Pak Anis Baswedan. Save Nation kali ini menampilkan ibu Elly Risman (Psikolog ) dan Ibu Wina (salah satu narasumber sebagai orangtua korban) membahas tema Pornografi yang begitu menakutkan bagi saya pribadi selaku ibu dan orangtua dari balita saya yang kelak akan berkembang tumbuh dewasa.
Fren, Sadar ga sih kita bahwa bahaya pornografi mengancam kehidupan anak-anak kita? buah hati yang kita cintai? generasi penerus kita yang (seharusnya) kita harapkan lebih baik lagi dari jaman para ortunya? Buah cinta yang kita harap bisa jadi orang terpandang, orang berguna? anak sholeh/sholehah?
Coba deh fren, para ortu... listing lagi harapan-harapan kita bagi anak-anak kita kelak? adakah dari listing yang kita buat itu, kita tulis kalau mereka kelak bisa jadi maling? pemerkosa? koruptor? Penjahat? pembunuh? atau karakter lain yang saya yakin 1000% tidak akan pernah terlintas di pikiran kita sebagai ortu.
Hmmmm...... Setelah melihat listing itu, terus coba kita lihat lagi sudah seberapa kuat usaha yang kita kerahkan untuk mendidik dan menjaga buah cinta kita dari virus pornografi? Sudah seberapa banyak waktu kita yang kita alirkan buat menjaga mereka dari wabah porno? 5 menit sehari? 15 menit? atau malah kurang daripada itu? sementara kita sibuk mencari banyak cara untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka, memberi mereka perangkat mahal modern Gadget dengan alasan kebutuhan vital padahal hanya sekedar latah? atau gengsi karena tetangga dan rekan-rekan juga melakukannya?
"Opps!! Anak saya sudah saya sekolahkan di Sekolah Agama kok bu.....
"Ohh... ga mungkin lah, anak saya kan sudah saya ikutkan les di ibu ustadzah yang terkenal itu lho..."
"Aduuh bu, kok lebay banget sih.. Anak saya itu kan sudah saya masukkan pesantren lho bu... Jadi ga mungkin banget!"
"Ga lah bu.. anak saya baik-baik saja, penurut kok! ga pernah main ke mana-mana, di rumah saja tuh. Teman-temannya juga saya tahu, paling-paling cuma minta video games aja kok bu. "
Sering sekali saya mendengar komentar dari para ortu yang merasa anaknya sudah aman dari kepungan dan wabah virus pornografi, padahal virus ini justru hadir di tengah rumah tangga kita, di tangan anak kita, di antara sibuknya anak kita mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kita seringkali tidak sadar, bahkan (seringkali ibu Elly Risman berkomentar) abai / in absentia terhadap apa yang sedang kita hadapi di era yang serba teknologi canggih ini.
Klik!.. dengan sekali sentuh saja, apa yang tidak kita harapkan anak-anak kita bisa lihat, bisa dengan mudah hadir di hadapan matanya. Gadget canggih, Video Games, Komik, Tontonan TV, Koran dan Tabloid, dan sekarang ini internet/dunia maya. Waduuuh..... banyak sekali medianya, dan tanpa sadar para ortu yang memberikan semua media itu ke tangan buah hatinya tanpa kontrol yang memadai, dan yang paling seru... ketika kita sebagai orangtua bahkan tidak bisa menggunakan Gadget canggih yang kita hadiahkan ke buah hati kita, buta aksara dalam aplikasinya. Ironis bukan???
Coba deh Fren ( all of the Smart Parents), please.... Jangan naif dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini, buka mata lagi lebih lebar.... baca keras-keras headline dari surat kabar yang beredar di seluruh pelosok negeri ini? ( Anak kelas 4 SD yang memperkosa Balita, Anak SMP yang memperkosa setelah nonton CD Porno bersama teman-teman sekelasnya? ?Incest? Sodomi? ) berapa banyak kasus pemerkosaan dalam satu hari? Siapa pelaku kejahatan itu? Jangan bilang "Ga mungkin anak saya..."
Fren.. I believe if you are smart parent and care much about your kid's future, Anda semua akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga buah hati kita dari virus pornografi yang menakutkan ini. Virus yang akan membuat kerusakan permanen di otak-otak jernih mereka, Virus yang akan mengubah dunia indah mereka menjadi penuh dengan content porno, Virus yang akan memaksa mereka menjadi "dewasa" sebelum waktunya bagi mereka untuk berkembang, Virus yang akan menjebak mereka menjadi pelaku dari apa yang koran dan media itu kabarkan tentang pemerkosaan dan sejenisnya.
Berikut ini adalah tips kecil yang bisa kita semua aplikasikan untuk menjaga buah hati kita dari bahaya pornografi.
So, Smart Parents.... Harap tingkatkan kewaspadaan Anda jika Anda melihat anak anda mengalami gejala-gejala di bawah ini :
1. Menghindari Eye Contact saat berkomunikasi
2. Melakukan reaksi yang berlebihan ketika dilarang melakukan kegiatan kesukaannya terutama yang
berhubungan dengan dunia Maya baik via Gadget atau pun layar monitor Laptop anda.
3. Sering "menyepi" sendiri di dalam kamar pribadinya
4. Sering mondar-mandir ke kamar kecil, padahal anak kita sehat-sehat saja
5. Tidak terlalu mempunyai banyak teman yang sesuai dengan usianya
Siapkan diri anda untuk segera menindaklanjuti situasi di atas agar tidak berkembang lebih jauh lagi, Investigasi anak dan lingkungan sekitar ( Verifikasi dengan sedetailnya untuk mendeteksi apakah anak kita sudah terkena demam porno?), Jika anda berpikir anda bisa segera mengatasinya di saat yang paling dini, maka lakukanlah secepatnya. Jangan menunggu anak anda berada di bibir jurang sedangkan anda tidak menyadarinya.
Jika memang situasi dan kondisinya mengharuskan kita memberikan perangkat modern canggih kepada buah hati kita, maka sebaiknya anda melakukan langkah-langkah di bawah ini :
1. Buatlah perjanjian dengan anak kita seberapa lama dan sering mereka bisa menggunakan perangkat
tersebut.
2. Luangkan waktu untuk memberi penjelasan sedetailnya tentang keuntungan menggunakan perangkat
tersebut juga efek buruknya, berikut jangan lupa kunci pemahaman mereka dengan pengetahuan agama.
3. Temani anak-anak kita sebisa mungkin ketika mereka menggunakan perangkat tersebut.
4. Gali dan tingkatkan pengetahuan kita sebagai orangtua seiring perkembangan teknologi, ingat! anak kita
akan hidup di dunia yang akan datang, bukan dunia darimana kita para orangtua berasal .
5. Jangan Eksport Tanggung Jawab sebagai orangtua ke lembaga Pendidikan terkait (TPA, SD, SMP, atau
sekolah-sekolah lainnya)
6. Berikan pendidikan seks yang diperlukan pada usia dini mereka sesuai dengan tingkatan usia dan
pemahaman mereka.
7. Tingkatkan terus komunikasi dan pemahaman Agama yang akan menjadi kunci kehidupan mereka di
saat kita tidak mempu mengawasi mereka sepenuhnya.
So, be confident now being a smart parent... walaupun kita tidak pernah mengambil pelajaran bagaimana seharusnya menjadi orangtua, paling tidak belajar lah untuk bijak menyikapi keingintahuan anak-anak kita tentang Seks yang seharusnya dan sepantasnya di usia mereka.
Be Smart, Be confident and Be careful always Fren.... Virus pornografi more dangerous than Narkoba!
Sumber : Seminar Parenting With ibu Elly Risman (yayasan buah hati)
Save Nation Metro TV, Kamis, 25 Maret 2010
6
Jakarta time (WIB) sekitar pk.11:30PM
but karena saya sekarang ini ada di WITA, waktu sudah menunjukkan dini hari di 00:30 WITA
tapi saat-saat seperti ini lah, saya baru bisa rehat sejenak dari kesibukan mengurus ElGaza (9Bln) yang
hanya bisa tertidur jika saya ada disampingnya.
Beberapa minggu yang lalu saya sengaja menyempatkan diri mengikuti Seminar yang membahas "PEDE bicara tentang Seks dengan anak di usia Dini" dan baru sejam yang lalu (Pk.22:30WIB) juga saya baru saja menyaksikan salah satu acara di Metro TV yang dipandu mbak Frida dan Pak Anis Baswedan. Save Nation kali ini menampilkan ibu Elly Risman (Psikolog ) dan Ibu Wina (salah satu narasumber sebagai orangtua korban) membahas tema Pornografi yang begitu menakutkan bagi saya pribadi selaku ibu dan orangtua dari balita saya yang kelak akan berkembang tumbuh dewasa.
Fren, Sadar ga sih kita bahwa bahaya pornografi mengancam kehidupan anak-anak kita? buah hati yang kita cintai? generasi penerus kita yang (seharusnya) kita harapkan lebih baik lagi dari jaman para ortunya? Buah cinta yang kita harap bisa jadi orang terpandang, orang berguna? anak sholeh/sholehah?
Coba deh fren, para ortu... listing lagi harapan-harapan kita bagi anak-anak kita kelak? adakah dari listing yang kita buat itu, kita tulis kalau mereka kelak bisa jadi maling? pemerkosa? koruptor? Penjahat? pembunuh? atau karakter lain yang saya yakin 1000% tidak akan pernah terlintas di pikiran kita sebagai ortu.
Hmmmm...... Setelah melihat listing itu, terus coba kita lihat lagi sudah seberapa kuat usaha yang kita kerahkan untuk mendidik dan menjaga buah cinta kita dari virus pornografi? Sudah seberapa banyak waktu kita yang kita alirkan buat menjaga mereka dari wabah porno? 5 menit sehari? 15 menit? atau malah kurang daripada itu? sementara kita sibuk mencari banyak cara untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka, memberi mereka perangkat mahal modern Gadget dengan alasan kebutuhan vital padahal hanya sekedar latah? atau gengsi karena tetangga dan rekan-rekan juga melakukannya?
"Opps!! Anak saya sudah saya sekolahkan di Sekolah Agama kok bu.....
"Ohh... ga mungkin lah, anak saya kan sudah saya ikutkan les di ibu ustadzah yang terkenal itu lho..."
"Aduuh bu, kok lebay banget sih.. Anak saya itu kan sudah saya masukkan pesantren lho bu... Jadi ga mungkin banget!"
"Ga lah bu.. anak saya baik-baik saja, penurut kok! ga pernah main ke mana-mana, di rumah saja tuh. Teman-temannya juga saya tahu, paling-paling cuma minta video games aja kok bu. "
Sering sekali saya mendengar komentar dari para ortu yang merasa anaknya sudah aman dari kepungan dan wabah virus pornografi, padahal virus ini justru hadir di tengah rumah tangga kita, di tangan anak kita, di antara sibuknya anak kita mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kita seringkali tidak sadar, bahkan (seringkali ibu Elly Risman berkomentar) abai / in absentia terhadap apa yang sedang kita hadapi di era yang serba teknologi canggih ini.
Klik!.. dengan sekali sentuh saja, apa yang tidak kita harapkan anak-anak kita bisa lihat, bisa dengan mudah hadir di hadapan matanya. Gadget canggih, Video Games, Komik, Tontonan TV, Koran dan Tabloid, dan sekarang ini internet/dunia maya. Waduuuh..... banyak sekali medianya, dan tanpa sadar para ortu yang memberikan semua media itu ke tangan buah hatinya tanpa kontrol yang memadai, dan yang paling seru... ketika kita sebagai orangtua bahkan tidak bisa menggunakan Gadget canggih yang kita hadiahkan ke buah hati kita, buta aksara dalam aplikasinya. Ironis bukan???
Coba deh Fren ( all of the Smart Parents), please.... Jangan naif dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini, buka mata lagi lebih lebar.... baca keras-keras headline dari surat kabar yang beredar di seluruh pelosok negeri ini? ( Anak kelas 4 SD yang memperkosa Balita, Anak SMP yang memperkosa setelah nonton CD Porno bersama teman-teman sekelasnya? ?Incest? Sodomi? ) berapa banyak kasus pemerkosaan dalam satu hari? Siapa pelaku kejahatan itu? Jangan bilang "Ga mungkin anak saya..."
Fren.. I believe if you are smart parent and care much about your kid's future, Anda semua akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga buah hati kita dari virus pornografi yang menakutkan ini. Virus yang akan membuat kerusakan permanen di otak-otak jernih mereka, Virus yang akan mengubah dunia indah mereka menjadi penuh dengan content porno, Virus yang akan memaksa mereka menjadi "dewasa" sebelum waktunya bagi mereka untuk berkembang, Virus yang akan menjebak mereka menjadi pelaku dari apa yang koran dan media itu kabarkan tentang pemerkosaan dan sejenisnya.
Berikut ini adalah tips kecil yang bisa kita semua aplikasikan untuk menjaga buah hati kita dari bahaya pornografi.
So, Smart Parents.... Harap tingkatkan kewaspadaan Anda jika Anda melihat anak anda mengalami gejala-gejala di bawah ini :
1. Menghindari Eye Contact saat berkomunikasi
2. Melakukan reaksi yang berlebihan ketika dilarang melakukan kegiatan kesukaannya terutama yang
berhubungan dengan dunia Maya baik via Gadget atau pun layar monitor Laptop anda.
3. Sering "menyepi" sendiri di dalam kamar pribadinya
4. Sering mondar-mandir ke kamar kecil, padahal anak kita sehat-sehat saja
5. Tidak terlalu mempunyai banyak teman yang sesuai dengan usianya
Siapkan diri anda untuk segera menindaklanjuti situasi di atas agar tidak berkembang lebih jauh lagi, Investigasi anak dan lingkungan sekitar ( Verifikasi dengan sedetailnya untuk mendeteksi apakah anak kita sudah terkena demam porno?), Jika anda berpikir anda bisa segera mengatasinya di saat yang paling dini, maka lakukanlah secepatnya. Jangan menunggu anak anda berada di bibir jurang sedangkan anda tidak menyadarinya.
Jika memang situasi dan kondisinya mengharuskan kita memberikan perangkat modern canggih kepada buah hati kita, maka sebaiknya anda melakukan langkah-langkah di bawah ini :
1. Buatlah perjanjian dengan anak kita seberapa lama dan sering mereka bisa menggunakan perangkat
tersebut.
2. Luangkan waktu untuk memberi penjelasan sedetailnya tentang keuntungan menggunakan perangkat
tersebut juga efek buruknya, berikut jangan lupa kunci pemahaman mereka dengan pengetahuan agama.
3. Temani anak-anak kita sebisa mungkin ketika mereka menggunakan perangkat tersebut.
4. Gali dan tingkatkan pengetahuan kita sebagai orangtua seiring perkembangan teknologi, ingat! anak kita
akan hidup di dunia yang akan datang, bukan dunia darimana kita para orangtua berasal .
5. Jangan Eksport Tanggung Jawab sebagai orangtua ke lembaga Pendidikan terkait (TPA, SD, SMP, atau
sekolah-sekolah lainnya)
6. Berikan pendidikan seks yang diperlukan pada usia dini mereka sesuai dengan tingkatan usia dan
pemahaman mereka.
7. Tingkatkan terus komunikasi dan pemahaman Agama yang akan menjadi kunci kehidupan mereka di
saat kita tidak mempu mengawasi mereka sepenuhnya.
So, be confident now being a smart parent... walaupun kita tidak pernah mengambil pelajaran bagaimana seharusnya menjadi orangtua, paling tidak belajar lah untuk bijak menyikapi keingintahuan anak-anak kita tentang Seks yang seharusnya dan sepantasnya di usia mereka.
Be Smart, Be confident and Be careful always Fren.... Virus pornografi more dangerous than Narkoba!
Sumber : Seminar Parenting With ibu Elly Risman (yayasan buah hati)
Save Nation Metro TV, Kamis, 25 Maret 2010
6
Monday, March 22, 2010
Oleh-Oleh Perjalanan Haji
April 2007,
Saya merasa, Allah sangat menyayangi diri saya. Eh, kenapa? soalnya saya merasakan banyak sekali hal-hal yang tidak terduga dalam hidup saya dan saya rasakan sebagai anugerah yang tidak dapat terbalaskan oleh amal ibadah saya yang tidak seberapa. (sholat aja masih harus selalu diiingatkan ibunda, shaum hanya Allah saja yang tahu pahalanya, belum lagi hitung-hitungan ketika harus bersedekah... wahhh pak raden juga nih?).
Allah memanggil saya datang berkunjung ke rumahNya. April, 2007 tepatnya di hari ke-16 di bulan itu saya diijinkannya untuk menjalani ibadah umroh. Melangkahkan kaki memasuki rumahNya yang suci di kota yang disucikan pula, Mekkah al Mukarromah, ada beberapa catatan kecil dari perjalanan ini yang ingin sekali saya bagi. Semoga bisa mengambil ibrohnya... amien.
Support FLP, Bikin Semangat......
Monday, 22 March 2010
Thank you so much Allah...
Coz sudah mempertemukan aq dengan FLP,
Walau tinggal di banjarmasin, InsyaAllah semoga FLP bisa menemani
n terus support bikin semangat diriku untuk terus terus dan terus menulis.
Aku ingin seperti mbak Asma, seperti mbak Shinta Yudisia, seperti mbak Dewi Rieka...
and yang lain-lain,....
pokoknya being a famous writer...
Umi... bunda ku yang kusayang, plzzzzz doakan anakmu yach...
ElGaza anakku tercinta, juga Abee nya yang paling ganteng sedunia...
Relakan banyak malam-malam bunda banyak tersita di depan laptop yach....
he..he...he....
Love U much more everyday!
Wish me luck!
Thank you so much Allah...
Coz sudah mempertemukan aq dengan FLP,
Walau tinggal di banjarmasin, InsyaAllah semoga FLP bisa menemani
n terus support bikin semangat diriku untuk terus terus dan terus menulis.
Aku ingin seperti mbak Asma, seperti mbak Shinta Yudisia, seperti mbak Dewi Rieka...
and yang lain-lain,....
pokoknya being a famous writer...
Umi... bunda ku yang kusayang, plzzzzz doakan anakmu yach...
ElGaza anakku tercinta, juga Abee nya yang paling ganteng sedunia...
Relakan banyak malam-malam bunda banyak tersita di depan laptop yach....
he..he...he....
Love U much more everyday!
Wish me luck!
Share story? It's safe Fren, Don't Worry
Monday, 22 March 2010
Dapet sms dari temen lama....., bilang : "Wie, jangan berhenti nulis yach... sayang banget tuh, tulisan lo sudah banyak. Kali-kali aja ada majalah or media yang kasian lihat tulisan lo nganggur... "
Waaah, support banget buat aq yang lagi kueeennnceng kueeeennnceng nya menarikan jemari di atas laptop pemberian suami-ku tercinta.. , segera aku buka-buka lagi diary lama, notes-notes, catatan hutang juga ketemu lagi tuh.... (he..he...), coretan-coretan... pokoknya semua media yang selama ini menyimpan tulisanku, coz sekarang kan aku bisa bangga sudah punya blog sendiri buat latihan n sekalian publikasi, sambil nunggu hoki dilirik publishing.... (FLP, ooh please.... )
Blog pribadi memang identik ya... dengan curthat pribadi???
masa sih??? ga semua blog pribadi itu memuat curhat pribadi kan?, soalnya ga semua tulisanku menceritakan kisah hidup ku sendiri fren... coz namanya juga lagi belajar nulis, so semua ide cerita dari perjalanan hidup orang, perjalanan hidup temen2 (termasuk temen suami jadi bahan lho.... ), so don't worry yach bwt semua temen2 yang sudah menjadi ide cerita n curhat sama aq selama ini... semua ID anda is a strictly confidential and safe with me. :)
Hehe.. kalo soal yang ini sekalian menjawab coment dari one of my friend yang tanya (or bikin statement sendiri nih?) itu curhat ya...
*buat yang bersangkutan : mohon dimaklumi yach.. kalo penulis itu seringkali berimajinasi...
so, fren... support me for being a writer yach... being the famous one.
Dapet sms dari temen lama....., bilang : "Wie, jangan berhenti nulis yach... sayang banget tuh, tulisan lo sudah banyak. Kali-kali aja ada majalah or media yang kasian lihat tulisan lo nganggur... "
Waaah, support banget buat aq yang lagi kueeennnceng kueeeennnceng nya menarikan jemari di atas laptop pemberian suami-ku tercinta.. , segera aku buka-buka lagi diary lama, notes-notes, catatan hutang juga ketemu lagi tuh.... (he..he...), coretan-coretan... pokoknya semua media yang selama ini menyimpan tulisanku, coz sekarang kan aku bisa bangga sudah punya blog sendiri buat latihan n sekalian publikasi, sambil nunggu hoki dilirik publishing.... (FLP, ooh please.... )
Blog pribadi memang identik ya... dengan curthat pribadi???
masa sih??? ga semua blog pribadi itu memuat curhat pribadi kan?, soalnya ga semua tulisanku menceritakan kisah hidup ku sendiri fren... coz namanya juga lagi belajar nulis, so semua ide cerita dari perjalanan hidup orang, perjalanan hidup temen2 (termasuk temen suami jadi bahan lho.... ), so don't worry yach bwt semua temen2 yang sudah menjadi ide cerita n curhat sama aq selama ini... semua ID anda is a strictly confidential and safe with me. :)
Hehe.. kalo soal yang ini sekalian menjawab coment dari one of my friend yang tanya (or bikin statement sendiri nih?) itu curhat ya...
*buat yang bersangkutan : mohon dimaklumi yach.. kalo penulis itu seringkali berimajinasi...
so, fren... support me for being a writer yach... being the famous one.
Kesempatan Kedua
Monday, 22 March 2010
Malam itu terasa istimewa bagi Anne, "Aku ingin menulis..... " gumamnya pelan.
Entah mengapa keinginan itu sangat kuat menarik dirinya padahal entah sudah berapa tahun lamanya hampir saja Anne melupakan keahlian yang satu ini. Menulis, merangkai kata dan membuat kalimat-kalimat yang melukiskan apa yang sedang dialami dan dirasakannya tapi tak dapat dibaginya pada orang-orang yang ada disekelilingnya.
Anne kecil sudah pandai merangkai kata-kata singkat dan sederhana, Anne memulai rangkaian kata-kata sederhana tadi menjadi realitas yang tak terpisahkan dari sisi lain kehidupannya, suatu sisi yang sama sekali tidak dapat dia ungkapkan kepada siapapun walau itu adalah kakak atau adik kandungnya sendiri, juga tidak mampu diungkapkannya pada pasangan hidupnya. Anne menikahi seorang laki-laki yang pernah menjadi teman sepermainan di masa remajanya, Anne tidak pernah sama sekali bermimpi untuk menikah dengannya tetapi ternyata lelaki itu kemudian menjadi suaminya. Ya, suaminya yang pertama. Seseorang yang ternyata kemudian membawa banyak warna dalam hidup Anne.
Meskipun Anne sudah mencoba untuk mengungkapkan apa yang menjadi kerisauan hatinya, entah kepada beberapa orang sahabat terdekatnya atau kepada keluarga besarnya dengan bahasa hati yang dia harapkan untuk sekedar dimengerti tetapi Anne sendiri tetap tidak mengerti, karena Anne tetap saja merasa tidak yakin bahwa mereka akan memberikan jalan keluar yang dia butuhkan untuk permasalahan hidupnya.
Kenyamanan dan rasa aman untuk tetap menyimpan beberapa bagian dari perjalanan hidup Anne, membuatnya memilih untuk menutup mulut, bersikap seakan tidak pernah terjadi apapun yang penting dalam hidupnya apalagi karena dirinya pernah merasakan begitu terpuruk ke dalam suatu titik yang begitu hitam.
"Kejahatan apa yang tidak pernah aku lakukan di muka bumi ini?" Pertanyaan itu terlintas dalam benak Anne. Tangannya menulis merangkai kata tetapi pikirannya melayang menggali ingatannya tentang suatu kejadian yang tidak pernah akan dilupakannya. Tidak akan pernah.
"Aku pernah mabuk, pernah mencuri, pernah dan seringkali berbohong untuk keuntungan pribadi, dan yang terakhir ini, dosa yang membuatku terlempar lagi semakin jauh lagi dari jalanMU. Berzina.... , Ya Allah... Ampuni aku. " Rintih Anne dalam hati.
Airmatanya mengalir deras membasahi sajadah tempatnya bersujud. Tidak ada kata-kata yang keluar dari lisannya yang mengalirkan harapan akan ampunan dari Rabb-nya semata.
Dengan tertawa pahit, Anne mencoba membuka kembali ingatan perjalanan panjangnya yang hitam, daftar dosa yang telah dibuatnya dalam kisah hidupnya. Sekilas terbersit dalam pikirannya mencoba untuk sekedar menghibur agar Tuhan mengabulkan permohonannya meringankan perasaan bersalah yang sedang berkecamuk dalam hati. "Hmm..... Mungkin Pembunuhan, ya…. ‘Pembunuhan’ rasanya hanya kejahatan itu saja yang belum pernah aku lakukan, " Anne memejamkan matanya. Pikirannya berkelana.
Dari perkawinan campuran, Anne lahir dari rahim seorang wanita berdarah Jawa yang sangat setia dan hormat pada suami tempatnya mengabdi, Ayah Anne berasal dari salah satu suku di Pulau Sulawesi, seorang Perwira Menengah yang menganggap keluarga sebagai wadahnya menyalurkan hoby beladiri dan latihan disiplin ala tentara yang tidak pernah bisa Anne mengerti. Ada satu dari dua orang kakak kandungnya yang hampir memperkosa Anne ketika Anne masih berusia 10 tahun, terlalu belia untuk menyadari betapa menyakitkannya perlakuan saudara kandungnya sendiri. Kedua orang adik Anne sendiri tidak ada bedanya dengan apa yang dihadapi Anne dalam keluarga, kekerasan, kediktatoran, tidak ada kata-kata kecuali piring dan alat-alat rumah tangga yang hancur saat kakak atau adiknya bertengkar, atau rintihan dan airmata dari ibunda tercinta saat ayahnya tidak merasa nyaman dengan keadaan dan pelayanan di rumah. Kehangatan adalah barang yang terlalu mahal ketika itu, bahkan sampai menjelang masa puber dan dewasa, Anne sama sekali tidak pernah merasakannya.
Pengalaman hidupnya yang pahit sejak kecil membuat Anne berjuang menyelamatkan kisah hidupnya sendiri, tanpa bantuan dan arahan dari keluarga atau pun orang-orang yang sedarah dengannya. Anne berusaha untuk mandiri, di usianya yang ke19 tahun Anne mulai merasakan kecantikan yang diwariskan ibunya dan daya tarik dari intelektual warisan ayahnya bisa membuatnya bertahan dari himpitan tekanan emosinya selama ini. Tidak terhitung lagi laki-laki yang jatuh akibat tebaran senyumnya, uluran percintaan semu yang ditawarkannya. Anne hanya memikirkan bagaimana dia bisa bertahan hidup, membalaskan semua rasa yang dia rasa. Dia ingin meluapkan semuanya, dan berharap bisa keluar dari beban hidupnya.
Di usia belia, atas desakan ibundanya yang begitu kuatir dengan sepak terjangnya Anne terpaksa harus menikahi lelaki yang sama sekali tidak dia cintai tetapi justru sangat mencintai dirinya. Pernikahan semu itu kemudian tetap dijalani Anne sekedar untuk mempertahankan egonya sendiri karena baginya ini adalah pilihan hidupnya, tapi Anne menyerah.......saat lelaki itu, Supardi suaminya juga ikut mengkhianatinya, berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri.
Rasa marah dan putus asa benar-benar mengalir dalam setiap aliran darah di tubuhnya, tapi Anne tidak kuasa untuk meluapkannya ke alam nyata.
Rumah tangga Anne yang jauh dari kata bahagia membuatnya terperosok ke dalam daftar kejahatan baru, perselingkuhan. Anne melakukannya. Ketika dirinya tengah kehilangan semangat dan akal sehat. Frustrasi akibat keadaan keluarga besarnya, kehangatan yang sama sekali tidak pernah dirasakannya, membuat diri Anne mudah tertipu oleh rayuan laki-laki hidung belang yang telah berkeluarga dan mempunyai anak. Waktu itu Anne hanya berpikir jika cinta yang ditawarkan George, mampu menyelamatkan kehidupannya yang tengah terombang-ambing tanpa arah, roda kehidupan yang tidak bersahabat dan kehancuran yang tengah dirasakan dalam biduk rumah tangganya. Anne sangat tergila-gila kepada semua perhatian George yang dirasa menyentuh hatinya. Di tengah kegersangan jiwa Anne, hadiah-hadiah istimewa dari George terasa manis menjerat, lagu-lagu romantis ikut mengaduk-aduk perjalanan asmara haram Anne - George, semua terasa begitu indah bagi mereka.
Kegilaan Anne bertambah, mungkin karena hatinya telah keras dan hitam penuh dengan dosa-dosa, hingga tak terpikirkan lagi bagaimana rasanya hidup di dunia ini untuk berbagi dengan manusia lainnya. Anne terjebak di dalam permainannya sendiri hingga membawanya kepada satu keputusan gila untuk bisa menjadi istri dari George, walau harus menghalalkan berbagai cara, walau harus juga menyakiti hati wanita lain yang masih tercatat sebagai istri sahnya dan mengabaikan keberadaan bahkan meninggalkan suami Anne sendiri.
Dosa-dosanya kemudian bertumpuk lebih banyak lagi. Anne terpuruk putus asa dan hampir memutus aliran urat nadi di pergelangan tangannya. Anne sudah kehilangan akal sehat ketika George memutuskan untuk meninggalkan Anne dan kembali kepada keluarga kecilnya. Perselingkuhannya dengan George telah tercium oleh istrinya dan membuat perempuan itu meradang, mengancam untuk membawa anak-anak George pergi meninggalkan ayahnya. Kenyataan ini mengubah dan mencampakkan semua janji pertanggungjawaban yang telah diucapkan George pada Anne, itu juga tidak sebanding dengan semua makian lewat telp dan sms, juga ancaman dari yang halus sampai dengan kata-kata yang menyakitkan yang harus diterima Anne dari istri George.
Di sebuah lahan parkir pertokoan dan resto terkenal di salah satu sudut kota, Anne mengancam akan membuat George menyesal karena lebih memilih untuk mengakhiri hubungan dengannya dan kembali kepada istri dan keluarganya.
“Lebih baik aku mati Mas…… aku tidak kuat bila harus berpisah denganmu” kata – kata itu mengalir begitu saja dari bibir Anne ketika itu. George hanya mampu menatapnya tidak berdaya.
Tanpa disadari George, tangan Anne bergerak cepat mengambil bilah kecil pisau cutter yang telah dipersiapkan sebelumnya dari saku celana jeans yang ketat membalut tubuhnya. Anne memejamkan matanya, membuat air matanya mengalir lebih deras lagi jatuh menetes di pipinya yang tersaput kosmetik hadiah ulang tahunnya yang ke 28 dari George. Kata-kata manis penuh cinta George ketika itu melekat erat dalam benaknya. "Mas mencintaimu... sampai maut memisahkan kita. "
Untunglah, kejadian di tempat parkir itu tidak ditakdirkan untuk mengambil nyawa Anne, satu-satunya milik Anne yang paling berharga karena dia masih bertahan walau fisik dan batinnya telah terluka sedemikian parah oleh sakit hati. Kehilangan hampir 8kg dari berat normal badan Anne tidak dapat ditutupi dengan tebalnya make up dan polesan lipstick di bibirnya. Perubahan fisik Anne yang sangat mencolok itu menyebabkan sorotan curiga dari wanita tua yang telah melahirkannya. Ibunda Anne.
“Anne, jika ada laki-laki yang menggoda kamu padahal dia itu tahu kalau kamu sudah bersuami, jangan kamu layani dia, nak. Dengar ibu.. Anne, laki-laki itu pasti lah bukan laki-laki yang baik apalagi sholeh, tetapi ibu yakin nak... dia itu adalah seekor ular yang akan mematuk kamu, membuat dirimu keracunan bisa cintanya nak, dan waktu kamu sekarat, percayalah pada kata-kata Ibu ini..Anne, dia akan berlalu pergi begitu saja meninggalkanmu. Mencampakkanmu pada saat kamu sakit tak berdaya. “
Ibu menatap Anne dengan penuh kasih sayang ketika mengucapkan kata-kata itu, pantulan kekuatiran jelas terpahat dalam bening mata tuanya padahal tidak sepatah pun Anne pernah menyampaikan keresahan hati tentang rumah tangganya yang sedang di ujung tanduk. Kehangatan terjalin antara Anne dan ibunya setelah Ayah Anne meninggal dunia akibat infeksi pencernaan.
Firasat alami dari seorang Ibu yang sudah terasah selama puluhan tahun dalam menghadapi anak-anaknya telah membuatnya mampu melihat dengan mata hati bahwa Anne Mediana - anak perempuan kecilnya yang nakal ini kembali menghadapi godaan laki-laki di tengah badai rumah tangga, Ibu sudah mencoba mengingatkan Anne akan getir dan bahaya bermain api asmara. Saat itu Anne hanya tertawa dan mencoba menutupi semuanya.
Firasat alami dari seorang Ibu yang sudah terasah selama puluhan tahun dalam menghadapi anak-anaknya telah membuatnya mampu melihat dengan mata hati bahwa Anne Mediana - anak perempuan kecilnya yang nakal ini kembali menghadapi godaan laki-laki di tengah badai rumah tangga, Ibu sudah mencoba mengingatkan Anne akan getir dan bahaya bermain api asmara. Saat itu Anne hanya tertawa dan mencoba menutupi semuanya.
“Ngomong apa sih Bu? Laki-laki siapa yang Ibu maksud… ga ada laki-laki.. Lagi pula memang kenapa sih? Kok tiba-tiba jadi ngomong kayak gitu? Aneh Ibu nih… “
Anne berlalu cepat meninggalkan Ibu, berharap dalam hatinya semoga Ibu tidak membaca lebih jauh lagi tentang keadaan yang sedang dihadapinya, tetapi teriakan Ibu dari mesin jahit tempatnya meluangkan waktu senggang semakin membuat Anne yakin kalau wanita tua ini sudah mencium ketidakharmonisan rumah tangga bahkan perselingkuhan haramnya.
“Pokoknya Ann…. Jangan diladeni. Percaya deh, lelaki yang kayak gitu cuma cari senang-senangnya saja. “ Ibu setengah berteriak menyampaikan kata-kata itu.
Dan, firasat Ibu Anne menjadi kenyataan. Anne memang tertipu "bisa cinta " George, lelaki yang dipercayainya setengah mati akan bisa memberinya kebahagiaan. Rumah tangganya hancur berantakan, perceraian Anne dan suaminya tak dapat dihindarkan lagi. Dengan alasan ketidakcocokan,
Anne berusaha mengelak dari konflik yang sebenarnya tengah terjadi antara dirinya dan suaminya, Anne mencoba menutupi aibnya sendiri meski dia juga teramat yakin jika suaminya atau bahkan Ibunya telah mengerti kenapa Anne tetap bersikeras dengan keinginannya untuk tetap bercerai.
Permohonan cerainya kemudian diterima Pengadilan Agama walau kala itu Anne tersedak seperti kehilangan paru-paru untuk bernafas karena Ibunya tetap saja tidak dapat menerima kenyataan bahwa anak perempuan kecilnya ini telah bercerai dengan laki-laki yang telah hampir satu dasawarsa menjadi menantu yang baik di mata tuanya. Airmata Anne mengalir, tulus…. Anne bersedih karena dia merasa tidak dapat membahagiakan Ibu yang telah tua renta bahkan harus melukai perasaannya. "Sungguh Ibu, maafkan aku……" rintih Anne dalam hati saja.
Lelehan air mata ternyata tidak cukup untuk menghibur luka hati ibu Anne, Wanita sederhana yang begitu hormat dan berbakti kepada suaminya, ayah Anne. Kekecewaan Ibu atas keputusan Anne sangat terasa lewat tatapan dan gerak tubuhnya. Pada hari-hari setelah perceraian itu terjadi, tidak henti-hentinya Ibu menyudutkan Anne dengan berjuta-juta perasaan bersalah. Ketidakrelaan Ibu membuat Anne sakit, sakit raga dan juga sakitnya hati Anne yang porak poranda karena ternyata lelaki yang diperjuangkannya selama ini, hanyalah Pengecut perayu ulung. George telah meninggalkan Anne terhempas dalam kenyataan pahit padahal telah Anne telah mengorbankan rumah tangganya sendiri.
Anne memang bukan istri yang baik buat Supardi, Anne tidak pernah mencintainya dengan tulus, juga tidak pernah melayaninya dengan kepatutan sebagaimana layaknya seorang istri. Tapi cinta Supardi tidak cukup membuat Anne mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka, ketidakhadiran anak ikut memperkeruh hubungan suami istri antara Anne dan Supardi. Kekecewaan atas sikap Supardi, suaminya yang tidak perduli akan pentingnya keturunan membuat Anne membenarkan perselingkuhannya dengan George, apalagi kemudian Supardi lebih memilih sibuk tenggalam dalam klub motor dan semua touring luar kota. Anne merasa terpinggirkan.
Kepahitan demi kepahitan dari hidup yang dijalaninya, menyentil Anne pada suatu kesadaran. "Aku butuh Tuhan..... Aku butuh DIA"
Anne menjeritkan kepedihan hatinya, "Aku adalah hamba yang telah lama meninggalkanMU....Tuhan, Aku kotor.... "
Anne menjerit dalam keputusasaan hidup. Terdampar dalam jurang nestapa yang sangat dalam.
Kecerobohannya dalam memilih seseorang untuk bertukar cerita dan berbagi tentang nestapa hati malah menjerat Anne dengan cinta palsu penuh nafsu dari seorang laki-laki yang telah terikat ikrar suci dengan wanita lain. "Tuhan…, kenapa aku memilih George? kenapa bukan dengan menulis?? Bukankah dengan menulis, aku bisa mengatakan apa saja yang aku rasakan, apapun yang ingin kuraih, semua yang terjadi bisa kutuliskan tanpa harus kutoreh lembar hitam dalam sejarah hidupku dengan perselingkuhan yang memalukan, tanpa harus kulukai istrinya, tanpa harus kusakiti hati Ibuku....."
Anne menangis.
Anne jatuh…. sakit, sangat sakit. Bahkan sakitnya hatinya telah membuat fisiknya tidak kuat menerima beban, penyakit baru telah Tuhan hadiahkan buat dosa-dosa Anne. Sesuatu telah tumbuh subur di rahimnya, Jaringan kanker dari gumpalan daging yang tidak pernah Anne harapkan hadir sebagai balasan atas kesombongannya di muka bumi ini melupakan kebesaranNYA. Dokter sudah menyerahkan keputusan hidup dan matinya di atas tangan Anne sendiri. Kesempatan untuk mendapatkan anak dari rahimnya sendiri pupus sudah.
Sekali lagi Anne menjerit, putus asa atas kenyataan. Anne benar-benar merasa seorang diri, merasa dirinya sudah mati suri. "Tuhan……………, Ampuni aku." Itu jeritan pertaman diriya atas teguran Tuhan.
Penyakitnya ini telah membawa dirinya untuk kembali menapaki jalan Ilahi. Anne mencoba merangkak menggapai Rahmat dan PengampunanNya. Tertatih Anne melafalkan kembali doa-doa yang biasa dipanjatkan ketika dirinya belum bersentuhan dengan gemerlapnya dunia. Perlahan disebutnya kembali nama-namaNya dan kumpulan ayat-ayat suci yang telah usang menghuni sudut kamar mewahnya. Ketika itu Anne merasa sudah mati bahkan ketika kematian belum menjemput dirinya. Ketakutannya akan neraka dan siksaNya menghantui hari-hari Anne menjelang operasi pengangkatan rahimnya.
Anne menangis sejadi-jadinya….. dia juga sudah merasa malu jika harus berhadapan lagi dengan Ibu. Anne menyimpan rencana operasi ini serapat-rapatnya dari perempuan yang telah melahirkannya ke dunia. Anne tidak ingin Ibu ikut repot mengurusnya, melayaninya lagi padahal selama ini dirinya tidak pernah mengindahkan peringatan dan nasehat tulus ibunya. Anne hanya ingin merasakan hukuman ini sendiri.
"Jika masih ada hari esok setelah pisau bedah operasi menyayat perutku, aku ingin kembali menjadi perempuan kecil Ibuku yang bisa dibanggakan. Aku akan menutup auratku. Aku ingin hadir di majelis-majelis ilmu yang mengajarkan banyak hal dari kebesaranMU, dan yang terpenting aku akan menulis lagi. Menulis apapun dari perjalanan hidupku, biar kusadari lagi betapa indah hidup yang telah kau titipkan padaku ini Ya Rabbi... "
Anne menyempatkan diri menulis di atas buku diary yang disimpannya dalam laci. Sebentar lagi perawat akan datang untuk mengantarkan tubuhnya yang ringkih menuju ruang operasi.
“Please ya Rabb…, Berikan aku kesempatan kedua untuk hidupku yang baru. Amien…. “ Anne berbisik lemah.
Sunday, March 21, 2010
Hikmah Kalam&Syair dari Imam Syafi'i
Sunday, 21 March 2010
Selamat Tinggal Kesedihan
Mata-mata begadang terjaga dan yang lain terlelap tidur
Pada banyak permasalahan yang ada atau tak ada
Maka sebisa mungkin, tinggalkanlah kesedihan dari jiwamu
Menanggung banyak kesedihan adalah kegilaan
Kemarin, sungguh Tuhanmu telah mencukupimu
Maka esok pun, tuhanmu akan dapat mencukupimu
--------------------------------------------------------
Sedikit Kawan
Tidaklah ada kebaikan bagi yang tiada pendirian
Ketika angin berhembus, ia tak tahu ke arah mana ia bertahan
Di kala kau menghitungnya, betapa banyak teman yang kau punya
Namun di saat musibah menimpa, ternyata sungguh sedikit mereka
--------------------------------------------------------------------
Mandiri
Di kala rasa gatal hinggap di kulitmu
Yang menggaruknya tak lain adalah kukumu
Semua permasalahanmu,
Yang menyelesaikannya tak lain adalah dirimu....
----------------------------------------------------------------
Mengadu
Aku mengadukan kepada Imam Waqi' akan jeleknya hafalanku,
Maka beliau menasehatiku, agar meninggalkan kemaksiatan
Ia memberitahu kepadaku, bahwa ilmu itu cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pendosa...
-------------------------------------------------------------------------------------
Bodoh
Jika orang bodoh bicara, tak usahlah dijawab
Sebaik-baik jawaban baginya adalah diam
Kalimatnya menyibak siapa dirinya
Sangat menyedihkan, andai nalarnya telah mati
Dengan segala kejelekan kata
Kepadaku, sang pandir menyapa mengajakku bicara
Namun aku pun enggan tuk menjawabnya
Bertambahlah kebodohannya dan aku pun bertambah bijak
-----------------------------------------------------------------------
Maafkan dan rengkuh Hatinya
Ketika aku memafkan,
Tak kusimpan dendam terhadap siapapun
Aku melihat musuhku di hadapanku
Lalu aku menangkis keburukannya dengan ucapan selamat
--------------------------------------------------------------------------------------
Andai cintamu sejati
Kau durhakai Tuhanmu, namun...... kau juga tampakkan cintamu
Ini mustahil di dalam akal sehat
Andai cintamu itu sejati, pasti kau buktikan dengan taat kepadaNya
Sesungguhnya orang yang mencinta akan patuh dengan apa yang dicinta
Sumber : Kalam Hikmah Imam Syafi'i
By Shalih Ahmad Asy-Syami
Selamat Tinggal Kesedihan
Mata-mata begadang terjaga dan yang lain terlelap tidur
Pada banyak permasalahan yang ada atau tak ada
Maka sebisa mungkin, tinggalkanlah kesedihan dari jiwamu
Menanggung banyak kesedihan adalah kegilaan
Kemarin, sungguh Tuhanmu telah mencukupimu
Maka esok pun, tuhanmu akan dapat mencukupimu
--------------------------------------------------------
Sedikit Kawan
Tidaklah ada kebaikan bagi yang tiada pendirian
Ketika angin berhembus, ia tak tahu ke arah mana ia bertahan
Di kala kau menghitungnya, betapa banyak teman yang kau punya
Namun di saat musibah menimpa, ternyata sungguh sedikit mereka
--------------------------------------------------------------------
Mandiri
Di kala rasa gatal hinggap di kulitmu
Yang menggaruknya tak lain adalah kukumu
Semua permasalahanmu,
Yang menyelesaikannya tak lain adalah dirimu....
----------------------------------------------------------------
Mengadu
Aku mengadukan kepada Imam Waqi' akan jeleknya hafalanku,
Maka beliau menasehatiku, agar meninggalkan kemaksiatan
Ia memberitahu kepadaku, bahwa ilmu itu cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pendosa...
-------------------------------------------------------------------------------------
Bodoh
Jika orang bodoh bicara, tak usahlah dijawab
Sebaik-baik jawaban baginya adalah diam
Kalimatnya menyibak siapa dirinya
Sangat menyedihkan, andai nalarnya telah mati
Dengan segala kejelekan kata
Kepadaku, sang pandir menyapa mengajakku bicara
Namun aku pun enggan tuk menjawabnya
Bertambahlah kebodohannya dan aku pun bertambah bijak
-----------------------------------------------------------------------
Maafkan dan rengkuh Hatinya
Ketika aku memafkan,
Tak kusimpan dendam terhadap siapapun
Aku melihat musuhku di hadapanku
Lalu aku menangkis keburukannya dengan ucapan selamat
--------------------------------------------------------------------------------------
Andai cintamu sejati
Kau durhakai Tuhanmu, namun...... kau juga tampakkan cintamu
Ini mustahil di dalam akal sehat
Andai cintamu itu sejati, pasti kau buktikan dengan taat kepadaNya
Sesungguhnya orang yang mencinta akan patuh dengan apa yang dicinta
Sumber : Kalam Hikmah Imam Syafi'i
By Shalih Ahmad Asy-Syami
Friday, March 19, 2010
Teknik Relaksasi Dalam Sholat
Di bawah ini adalah sebagian dari teknik relaksasi shalat yang bisa anda coba praktekan dalam keseharian :
1. Heningkan pikiran anda agar rileks dan nyaman, usahakan tubuh agar tidak tegang.
2. Biarkan tubuh agak meluruh, dilemaskan atau bersikap serileks mungkin.
3. Rasakan getaran kalbu yang bening, dan sambungkan perasaan itu kepada Allah SWT. Biasanya kalau
sudah tersambung suasana sangat hening & tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik.
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Dzat yang Maha Kuasa, Sadari
bahwa Anda akan memuja, merendahkan diri serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada
pada diri anda. Biarkan ruh anda mengalir pergi dengan suka rela menyerahkan diri : "Hidup dan matiku
hanya untuk Allah semata. "
5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik
ruhani anda meluncur ke HadiratNya, dan pada saat itu ucapkanlah takbir "Allahu Akbar", Jaga getaran
rasa tadi dengan meluruskan niat, menyerahlah secara total kepada Allah.
6. Rasakan setiap getaran, dan mulailah perlahan-lahan membaca ayat-ayat suci Allah, setiap detil ayatNya
dengan tartil, setelah selesai kemudian rukuk. Membungkuklah....., dan rasakan. Pastikan bahwa ruh
Anda juga ikut membungkuk perlahan-lahan, dan dengan perasaaan hormat pujilah Allah.
7. Setelah rukuk, Anda berdiri kembali perlahan, sampaikan pujian kepada Allah dengan bacaan pujian
berdiri setelah rukuk.
8. Kemudian, bersujudlah serendah-rendahnya. Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud agak lama,
Jangan memulai mengucap pujian kepada Allah sebelum anda merasakan ruh dan fisik anda bersatu
dalam sujud.
9. Selanjutnya, lakukanlah semua gerakan sholat di atas tadi dengan perlahan-lahan, thuma'ninah pada setiap
gerakan. Jika anda melakukan semua gerakan tadi dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun
fisik anda. Sempurnakan terus kesadaran shalat anda sampai saat salam.
Selesai shalat, tetaplah duduk dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri anda. Berdzikir kepada Allah SWT dalam setiap keadaan akan membantu anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Allah telah memberikan kita jalan keluar, bahwa dengan berdzikir kepada Allah jiwa kita akan menjadi tenang.
Just try and feel it!
Sumber : Pelatihan Shalat Khusyu' ( Writen by : ust.Abu Sangkan)
Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam
1. Heningkan pikiran anda agar rileks dan nyaman, usahakan tubuh agar tidak tegang.
2. Biarkan tubuh agak meluruh, dilemaskan atau bersikap serileks mungkin.
3. Rasakan getaran kalbu yang bening, dan sambungkan perasaan itu kepada Allah SWT. Biasanya kalau
sudah tersambung suasana sangat hening & tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik.
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Dzat yang Maha Kuasa, Sadari
bahwa Anda akan memuja, merendahkan diri serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada
pada diri anda. Biarkan ruh anda mengalir pergi dengan suka rela menyerahkan diri : "Hidup dan matiku
hanya untuk Allah semata. "
5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik
ruhani anda meluncur ke HadiratNya, dan pada saat itu ucapkanlah takbir "Allahu Akbar", Jaga getaran
rasa tadi dengan meluruskan niat, menyerahlah secara total kepada Allah.
6. Rasakan setiap getaran, dan mulailah perlahan-lahan membaca ayat-ayat suci Allah, setiap detil ayatNya
dengan tartil, setelah selesai kemudian rukuk. Membungkuklah....., dan rasakan. Pastikan bahwa ruh
Anda juga ikut membungkuk perlahan-lahan, dan dengan perasaaan hormat pujilah Allah.
7. Setelah rukuk, Anda berdiri kembali perlahan, sampaikan pujian kepada Allah dengan bacaan pujian
berdiri setelah rukuk.
8. Kemudian, bersujudlah serendah-rendahnya. Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud agak lama,
Jangan memulai mengucap pujian kepada Allah sebelum anda merasakan ruh dan fisik anda bersatu
dalam sujud.
9. Selanjutnya, lakukanlah semua gerakan sholat di atas tadi dengan perlahan-lahan, thuma'ninah pada setiap
gerakan. Jika anda melakukan semua gerakan tadi dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun
fisik anda. Sempurnakan terus kesadaran shalat anda sampai saat salam.
Selesai shalat, tetaplah duduk dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri anda. Berdzikir kepada Allah SWT dalam setiap keadaan akan membantu anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Allah telah memberikan kita jalan keluar, bahwa dengan berdzikir kepada Allah jiwa kita akan menjadi tenang.
Just try and feel it!
Sumber : Pelatihan Shalat Khusyu' ( Writen by : ust.Abu Sangkan)
Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam
Subscribe to:
Posts (Atom)


