Friday, 26 March 2010
Jakarta time (WIB) sekitar pk.11:30PM
but karena saya sekarang ini ada di WITA, waktu sudah menunjukkan dini hari di 00:30 WITA
tapi saat-saat seperti ini lah, saya baru bisa rehat sejenak dari kesibukan mengurus ElGaza (9Bln) yang
hanya bisa tertidur jika saya ada disampingnya.
Beberapa minggu yang lalu saya sengaja menyempatkan diri mengikuti Seminar yang membahas "PEDE bicara tentang Seks dengan anak di usia Dini" dan baru sejam yang lalu (Pk.22:30WIB) juga saya baru saja menyaksikan salah satu acara di Metro TV yang dipandu mbak Frida dan Pak Anis Baswedan. Save Nation kali ini menampilkan ibu Elly Risman (Psikolog ) dan Ibu Wina (salah satu narasumber sebagai orangtua korban) membahas tema Pornografi yang begitu menakutkan bagi saya pribadi selaku ibu dan orangtua dari balita saya yang kelak akan berkembang tumbuh dewasa.
Fren, Sadar ga sih kita bahwa bahaya pornografi mengancam kehidupan anak-anak kita? buah hati yang kita cintai? generasi penerus kita yang (seharusnya) kita harapkan lebih baik lagi dari jaman para ortunya? Buah cinta yang kita harap bisa jadi orang terpandang, orang berguna? anak sholeh/sholehah?
Coba deh fren, para ortu... listing lagi harapan-harapan kita bagi anak-anak kita kelak? adakah dari listing yang kita buat itu, kita tulis kalau mereka kelak bisa jadi maling? pemerkosa? koruptor? Penjahat? pembunuh? atau karakter lain yang saya yakin 1000% tidak akan pernah terlintas di pikiran kita sebagai ortu.
Hmmmm...... Setelah melihat listing itu, terus coba kita lihat lagi sudah seberapa kuat usaha yang kita kerahkan untuk mendidik dan menjaga buah cinta kita dari virus pornografi? Sudah seberapa banyak waktu kita yang kita alirkan buat menjaga mereka dari wabah porno? 5 menit sehari? 15 menit? atau malah kurang daripada itu? sementara kita sibuk mencari banyak cara untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka, memberi mereka perangkat mahal modern Gadget dengan alasan kebutuhan vital padahal hanya sekedar latah? atau gengsi karena tetangga dan rekan-rekan juga melakukannya?
"Opps!! Anak saya sudah saya sekolahkan di Sekolah Agama kok bu.....
"Ohh... ga mungkin lah, anak saya kan sudah saya ikutkan les di ibu ustadzah yang terkenal itu lho..."
"Aduuh bu, kok lebay banget sih.. Anak saya itu kan sudah saya masukkan pesantren lho bu... Jadi ga mungkin banget!"
"Ga lah bu.. anak saya baik-baik saja, penurut kok! ga pernah main ke mana-mana, di rumah saja tuh. Teman-temannya juga saya tahu, paling-paling cuma minta video games aja kok bu. "
Sering sekali saya mendengar komentar dari para ortu yang merasa anaknya sudah aman dari kepungan dan wabah virus pornografi, padahal virus ini justru hadir di tengah rumah tangga kita, di tangan anak kita, di antara sibuknya anak kita mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kita seringkali tidak sadar, bahkan (seringkali ibu Elly Risman berkomentar) abai / in absentia terhadap apa yang sedang kita hadapi di era yang serba teknologi canggih ini.
Klik!.. dengan sekali sentuh saja, apa yang tidak kita harapkan anak-anak kita bisa lihat, bisa dengan mudah hadir di hadapan matanya. Gadget canggih, Video Games, Komik, Tontonan TV, Koran dan Tabloid, dan sekarang ini internet/dunia maya. Waduuuh..... banyak sekali medianya, dan tanpa sadar para ortu yang memberikan semua media itu ke tangan buah hatinya tanpa kontrol yang memadai, dan yang paling seru... ketika kita sebagai orangtua bahkan tidak bisa menggunakan Gadget canggih yang kita hadiahkan ke buah hati kita, buta aksara dalam aplikasinya. Ironis bukan???
Coba deh Fren ( all of the Smart Parents), please.... Jangan naif dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini, buka mata lagi lebih lebar.... baca keras-keras headline dari surat kabar yang beredar di seluruh pelosok negeri ini? ( Anak kelas 4 SD yang memperkosa Balita, Anak SMP yang memperkosa setelah nonton CD Porno bersama teman-teman sekelasnya? ?Incest? Sodomi? ) berapa banyak kasus pemerkosaan dalam satu hari? Siapa pelaku kejahatan itu? Jangan bilang "Ga mungkin anak saya..."
Fren.. I believe if you are smart parent and care much about your kid's future, Anda semua akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga buah hati kita dari virus pornografi yang menakutkan ini. Virus yang akan membuat kerusakan permanen di otak-otak jernih mereka, Virus yang akan mengubah dunia indah mereka menjadi penuh dengan content porno, Virus yang akan memaksa mereka menjadi "dewasa" sebelum waktunya bagi mereka untuk berkembang, Virus yang akan menjebak mereka menjadi pelaku dari apa yang koran dan media itu kabarkan tentang pemerkosaan dan sejenisnya.
Berikut ini adalah tips kecil yang bisa kita semua aplikasikan untuk menjaga buah hati kita dari bahaya pornografi.
So, Smart Parents.... Harap tingkatkan kewaspadaan Anda jika Anda melihat anak anda mengalami gejala-gejala di bawah ini :
1. Menghindari Eye Contact saat berkomunikasi
2. Melakukan reaksi yang berlebihan ketika dilarang melakukan kegiatan kesukaannya terutama yang
berhubungan dengan dunia Maya baik via Gadget atau pun layar monitor Laptop anda.
3. Sering "menyepi" sendiri di dalam kamar pribadinya
4. Sering mondar-mandir ke kamar kecil, padahal anak kita sehat-sehat saja
5. Tidak terlalu mempunyai banyak teman yang sesuai dengan usianya
Siapkan diri anda untuk segera menindaklanjuti situasi di atas agar tidak berkembang lebih jauh lagi, Investigasi anak dan lingkungan sekitar ( Verifikasi dengan sedetailnya untuk mendeteksi apakah anak kita sudah terkena demam porno?), Jika anda berpikir anda bisa segera mengatasinya di saat yang paling dini, maka lakukanlah secepatnya. Jangan menunggu anak anda berada di bibir jurang sedangkan anda tidak menyadarinya.
Jika memang situasi dan kondisinya mengharuskan kita memberikan perangkat modern canggih kepada buah hati kita, maka sebaiknya anda melakukan langkah-langkah di bawah ini :
1. Buatlah perjanjian dengan anak kita seberapa lama dan sering mereka bisa menggunakan perangkat
tersebut.
2. Luangkan waktu untuk memberi penjelasan sedetailnya tentang keuntungan menggunakan perangkat
tersebut juga efek buruknya, berikut jangan lupa kunci pemahaman mereka dengan pengetahuan agama.
3. Temani anak-anak kita sebisa mungkin ketika mereka menggunakan perangkat tersebut.
4. Gali dan tingkatkan pengetahuan kita sebagai orangtua seiring perkembangan teknologi, ingat! anak kita
akan hidup di dunia yang akan datang, bukan dunia darimana kita para orangtua berasal .
5. Jangan Eksport Tanggung Jawab sebagai orangtua ke lembaga Pendidikan terkait (TPA, SD, SMP, atau
sekolah-sekolah lainnya)
6. Berikan pendidikan seks yang diperlukan pada usia dini mereka sesuai dengan tingkatan usia dan
pemahaman mereka.
7. Tingkatkan terus komunikasi dan pemahaman Agama yang akan menjadi kunci kehidupan mereka di
saat kita tidak mempu mengawasi mereka sepenuhnya.
So, be confident now being a smart parent... walaupun kita tidak pernah mengambil pelajaran bagaimana seharusnya menjadi orangtua, paling tidak belajar lah untuk bijak menyikapi keingintahuan anak-anak kita tentang Seks yang seharusnya dan sepantasnya di usia mereka.
Be Smart, Be confident and Be careful always Fren.... Virus pornografi more dangerous than Narkoba!
Sumber : Seminar Parenting With ibu Elly Risman (yayasan buah hati)
Save Nation Metro TV, Kamis, 25 Maret 2010
6
Friday, March 26, 2010
Monday, March 22, 2010
Oleh-Oleh Perjalanan Haji
April 2007,
Saya merasa, Allah sangat menyayangi diri saya. Eh, kenapa? soalnya saya merasakan banyak sekali hal-hal yang tidak terduga dalam hidup saya dan saya rasakan sebagai anugerah yang tidak dapat terbalaskan oleh amal ibadah saya yang tidak seberapa. (sholat aja masih harus selalu diiingatkan ibunda, shaum hanya Allah saja yang tahu pahalanya, belum lagi hitung-hitungan ketika harus bersedekah... wahhh pak raden juga nih?).
Allah memanggil saya datang berkunjung ke rumahNya. April, 2007 tepatnya di hari ke-16 di bulan itu saya diijinkannya untuk menjalani ibadah umroh. Melangkahkan kaki memasuki rumahNya yang suci di kota yang disucikan pula, Mekkah al Mukarromah, ada beberapa catatan kecil dari perjalanan ini yang ingin sekali saya bagi. Semoga bisa mengambil ibrohnya... amien.
Support FLP, Bikin Semangat......
Monday, 22 March 2010
Thank you so much Allah...
Coz sudah mempertemukan aq dengan FLP,
Walau tinggal di banjarmasin, InsyaAllah semoga FLP bisa menemani
n terus support bikin semangat diriku untuk terus terus dan terus menulis.
Aku ingin seperti mbak Asma, seperti mbak Shinta Yudisia, seperti mbak Dewi Rieka...
and yang lain-lain,....
pokoknya being a famous writer...
Umi... bunda ku yang kusayang, plzzzzz doakan anakmu yach...
ElGaza anakku tercinta, juga Abee nya yang paling ganteng sedunia...
Relakan banyak malam-malam bunda banyak tersita di depan laptop yach....
he..he...he....
Love U much more everyday!
Wish me luck!
Thank you so much Allah...
Coz sudah mempertemukan aq dengan FLP,
Walau tinggal di banjarmasin, InsyaAllah semoga FLP bisa menemani
n terus support bikin semangat diriku untuk terus terus dan terus menulis.
Aku ingin seperti mbak Asma, seperti mbak Shinta Yudisia, seperti mbak Dewi Rieka...
and yang lain-lain,....
pokoknya being a famous writer...
Umi... bunda ku yang kusayang, plzzzzz doakan anakmu yach...
ElGaza anakku tercinta, juga Abee nya yang paling ganteng sedunia...
Relakan banyak malam-malam bunda banyak tersita di depan laptop yach....
he..he...he....
Love U much more everyday!
Wish me luck!
Share story? It's safe Fren, Don't Worry
Monday, 22 March 2010
Dapet sms dari temen lama....., bilang : "Wie, jangan berhenti nulis yach... sayang banget tuh, tulisan lo sudah banyak. Kali-kali aja ada majalah or media yang kasian lihat tulisan lo nganggur... "
Waaah, support banget buat aq yang lagi kueeennnceng kueeeennnceng nya menarikan jemari di atas laptop pemberian suami-ku tercinta.. , segera aku buka-buka lagi diary lama, notes-notes, catatan hutang juga ketemu lagi tuh.... (he..he...), coretan-coretan... pokoknya semua media yang selama ini menyimpan tulisanku, coz sekarang kan aku bisa bangga sudah punya blog sendiri buat latihan n sekalian publikasi, sambil nunggu hoki dilirik publishing.... (FLP, ooh please.... )
Blog pribadi memang identik ya... dengan curthat pribadi???
masa sih??? ga semua blog pribadi itu memuat curhat pribadi kan?, soalnya ga semua tulisanku menceritakan kisah hidup ku sendiri fren... coz namanya juga lagi belajar nulis, so semua ide cerita dari perjalanan hidup orang, perjalanan hidup temen2 (termasuk temen suami jadi bahan lho.... ), so don't worry yach bwt semua temen2 yang sudah menjadi ide cerita n curhat sama aq selama ini... semua ID anda is a strictly confidential and safe with me. :)
Hehe.. kalo soal yang ini sekalian menjawab coment dari one of my friend yang tanya (or bikin statement sendiri nih?) itu curhat ya...
*buat yang bersangkutan : mohon dimaklumi yach.. kalo penulis itu seringkali berimajinasi...
so, fren... support me for being a writer yach... being the famous one.
Dapet sms dari temen lama....., bilang : "Wie, jangan berhenti nulis yach... sayang banget tuh, tulisan lo sudah banyak. Kali-kali aja ada majalah or media yang kasian lihat tulisan lo nganggur... "
Waaah, support banget buat aq yang lagi kueeennnceng kueeeennnceng nya menarikan jemari di atas laptop pemberian suami-ku tercinta.. , segera aku buka-buka lagi diary lama, notes-notes, catatan hutang juga ketemu lagi tuh.... (he..he...), coretan-coretan... pokoknya semua media yang selama ini menyimpan tulisanku, coz sekarang kan aku bisa bangga sudah punya blog sendiri buat latihan n sekalian publikasi, sambil nunggu hoki dilirik publishing.... (FLP, ooh please.... )
Blog pribadi memang identik ya... dengan curthat pribadi???
masa sih??? ga semua blog pribadi itu memuat curhat pribadi kan?, soalnya ga semua tulisanku menceritakan kisah hidup ku sendiri fren... coz namanya juga lagi belajar nulis, so semua ide cerita dari perjalanan hidup orang, perjalanan hidup temen2 (termasuk temen suami jadi bahan lho.... ), so don't worry yach bwt semua temen2 yang sudah menjadi ide cerita n curhat sama aq selama ini... semua ID anda is a strictly confidential and safe with me. :)
Hehe.. kalo soal yang ini sekalian menjawab coment dari one of my friend yang tanya (or bikin statement sendiri nih?) itu curhat ya...
*buat yang bersangkutan : mohon dimaklumi yach.. kalo penulis itu seringkali berimajinasi...
so, fren... support me for being a writer yach... being the famous one.
Kesempatan Kedua
Monday, 22 March 2010
Malam itu terasa istimewa bagi Anne, "Aku ingin menulis..... " gumamnya pelan.
Entah mengapa keinginan itu sangat kuat menarik dirinya padahal entah sudah berapa tahun lamanya hampir saja Anne melupakan keahlian yang satu ini. Menulis, merangkai kata dan membuat kalimat-kalimat yang melukiskan apa yang sedang dialami dan dirasakannya tapi tak dapat dibaginya pada orang-orang yang ada disekelilingnya.
Anne kecil sudah pandai merangkai kata-kata singkat dan sederhana, Anne memulai rangkaian kata-kata sederhana tadi menjadi realitas yang tak terpisahkan dari sisi lain kehidupannya, suatu sisi yang sama sekali tidak dapat dia ungkapkan kepada siapapun walau itu adalah kakak atau adik kandungnya sendiri, juga tidak mampu diungkapkannya pada pasangan hidupnya. Anne menikahi seorang laki-laki yang pernah menjadi teman sepermainan di masa remajanya, Anne tidak pernah sama sekali bermimpi untuk menikah dengannya tetapi ternyata lelaki itu kemudian menjadi suaminya. Ya, suaminya yang pertama. Seseorang yang ternyata kemudian membawa banyak warna dalam hidup Anne.
Meskipun Anne sudah mencoba untuk mengungkapkan apa yang menjadi kerisauan hatinya, entah kepada beberapa orang sahabat terdekatnya atau kepada keluarga besarnya dengan bahasa hati yang dia harapkan untuk sekedar dimengerti tetapi Anne sendiri tetap tidak mengerti, karena Anne tetap saja merasa tidak yakin bahwa mereka akan memberikan jalan keluar yang dia butuhkan untuk permasalahan hidupnya.
Kenyamanan dan rasa aman untuk tetap menyimpan beberapa bagian dari perjalanan hidup Anne, membuatnya memilih untuk menutup mulut, bersikap seakan tidak pernah terjadi apapun yang penting dalam hidupnya apalagi karena dirinya pernah merasakan begitu terpuruk ke dalam suatu titik yang begitu hitam.
"Kejahatan apa yang tidak pernah aku lakukan di muka bumi ini?" Pertanyaan itu terlintas dalam benak Anne. Tangannya menulis merangkai kata tetapi pikirannya melayang menggali ingatannya tentang suatu kejadian yang tidak pernah akan dilupakannya. Tidak akan pernah.
"Aku pernah mabuk, pernah mencuri, pernah dan seringkali berbohong untuk keuntungan pribadi, dan yang terakhir ini, dosa yang membuatku terlempar lagi semakin jauh lagi dari jalanMU. Berzina.... , Ya Allah... Ampuni aku. " Rintih Anne dalam hati.
Airmatanya mengalir deras membasahi sajadah tempatnya bersujud. Tidak ada kata-kata yang keluar dari lisannya yang mengalirkan harapan akan ampunan dari Rabb-nya semata.
Dengan tertawa pahit, Anne mencoba membuka kembali ingatan perjalanan panjangnya yang hitam, daftar dosa yang telah dibuatnya dalam kisah hidupnya. Sekilas terbersit dalam pikirannya mencoba untuk sekedar menghibur agar Tuhan mengabulkan permohonannya meringankan perasaan bersalah yang sedang berkecamuk dalam hati. "Hmm..... Mungkin Pembunuhan, ya…. ‘Pembunuhan’ rasanya hanya kejahatan itu saja yang belum pernah aku lakukan, " Anne memejamkan matanya. Pikirannya berkelana.
Dari perkawinan campuran, Anne lahir dari rahim seorang wanita berdarah Jawa yang sangat setia dan hormat pada suami tempatnya mengabdi, Ayah Anne berasal dari salah satu suku di Pulau Sulawesi, seorang Perwira Menengah yang menganggap keluarga sebagai wadahnya menyalurkan hoby beladiri dan latihan disiplin ala tentara yang tidak pernah bisa Anne mengerti. Ada satu dari dua orang kakak kandungnya yang hampir memperkosa Anne ketika Anne masih berusia 10 tahun, terlalu belia untuk menyadari betapa menyakitkannya perlakuan saudara kandungnya sendiri. Kedua orang adik Anne sendiri tidak ada bedanya dengan apa yang dihadapi Anne dalam keluarga, kekerasan, kediktatoran, tidak ada kata-kata kecuali piring dan alat-alat rumah tangga yang hancur saat kakak atau adiknya bertengkar, atau rintihan dan airmata dari ibunda tercinta saat ayahnya tidak merasa nyaman dengan keadaan dan pelayanan di rumah. Kehangatan adalah barang yang terlalu mahal ketika itu, bahkan sampai menjelang masa puber dan dewasa, Anne sama sekali tidak pernah merasakannya.
Pengalaman hidupnya yang pahit sejak kecil membuat Anne berjuang menyelamatkan kisah hidupnya sendiri, tanpa bantuan dan arahan dari keluarga atau pun orang-orang yang sedarah dengannya. Anne berusaha untuk mandiri, di usianya yang ke19 tahun Anne mulai merasakan kecantikan yang diwariskan ibunya dan daya tarik dari intelektual warisan ayahnya bisa membuatnya bertahan dari himpitan tekanan emosinya selama ini. Tidak terhitung lagi laki-laki yang jatuh akibat tebaran senyumnya, uluran percintaan semu yang ditawarkannya. Anne hanya memikirkan bagaimana dia bisa bertahan hidup, membalaskan semua rasa yang dia rasa. Dia ingin meluapkan semuanya, dan berharap bisa keluar dari beban hidupnya.
Di usia belia, atas desakan ibundanya yang begitu kuatir dengan sepak terjangnya Anne terpaksa harus menikahi lelaki yang sama sekali tidak dia cintai tetapi justru sangat mencintai dirinya. Pernikahan semu itu kemudian tetap dijalani Anne sekedar untuk mempertahankan egonya sendiri karena baginya ini adalah pilihan hidupnya, tapi Anne menyerah.......saat lelaki itu, Supardi suaminya juga ikut mengkhianatinya, berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri.
Rasa marah dan putus asa benar-benar mengalir dalam setiap aliran darah di tubuhnya, tapi Anne tidak kuasa untuk meluapkannya ke alam nyata.
Rumah tangga Anne yang jauh dari kata bahagia membuatnya terperosok ke dalam daftar kejahatan baru, perselingkuhan. Anne melakukannya. Ketika dirinya tengah kehilangan semangat dan akal sehat. Frustrasi akibat keadaan keluarga besarnya, kehangatan yang sama sekali tidak pernah dirasakannya, membuat diri Anne mudah tertipu oleh rayuan laki-laki hidung belang yang telah berkeluarga dan mempunyai anak. Waktu itu Anne hanya berpikir jika cinta yang ditawarkan George, mampu menyelamatkan kehidupannya yang tengah terombang-ambing tanpa arah, roda kehidupan yang tidak bersahabat dan kehancuran yang tengah dirasakan dalam biduk rumah tangganya. Anne sangat tergila-gila kepada semua perhatian George yang dirasa menyentuh hatinya. Di tengah kegersangan jiwa Anne, hadiah-hadiah istimewa dari George terasa manis menjerat, lagu-lagu romantis ikut mengaduk-aduk perjalanan asmara haram Anne - George, semua terasa begitu indah bagi mereka.
Kegilaan Anne bertambah, mungkin karena hatinya telah keras dan hitam penuh dengan dosa-dosa, hingga tak terpikirkan lagi bagaimana rasanya hidup di dunia ini untuk berbagi dengan manusia lainnya. Anne terjebak di dalam permainannya sendiri hingga membawanya kepada satu keputusan gila untuk bisa menjadi istri dari George, walau harus menghalalkan berbagai cara, walau harus juga menyakiti hati wanita lain yang masih tercatat sebagai istri sahnya dan mengabaikan keberadaan bahkan meninggalkan suami Anne sendiri.
Dosa-dosanya kemudian bertumpuk lebih banyak lagi. Anne terpuruk putus asa dan hampir memutus aliran urat nadi di pergelangan tangannya. Anne sudah kehilangan akal sehat ketika George memutuskan untuk meninggalkan Anne dan kembali kepada keluarga kecilnya. Perselingkuhannya dengan George telah tercium oleh istrinya dan membuat perempuan itu meradang, mengancam untuk membawa anak-anak George pergi meninggalkan ayahnya. Kenyataan ini mengubah dan mencampakkan semua janji pertanggungjawaban yang telah diucapkan George pada Anne, itu juga tidak sebanding dengan semua makian lewat telp dan sms, juga ancaman dari yang halus sampai dengan kata-kata yang menyakitkan yang harus diterima Anne dari istri George.
Di sebuah lahan parkir pertokoan dan resto terkenal di salah satu sudut kota, Anne mengancam akan membuat George menyesal karena lebih memilih untuk mengakhiri hubungan dengannya dan kembali kepada istri dan keluarganya.
“Lebih baik aku mati Mas…… aku tidak kuat bila harus berpisah denganmu” kata – kata itu mengalir begitu saja dari bibir Anne ketika itu. George hanya mampu menatapnya tidak berdaya.
Tanpa disadari George, tangan Anne bergerak cepat mengambil bilah kecil pisau cutter yang telah dipersiapkan sebelumnya dari saku celana jeans yang ketat membalut tubuhnya. Anne memejamkan matanya, membuat air matanya mengalir lebih deras lagi jatuh menetes di pipinya yang tersaput kosmetik hadiah ulang tahunnya yang ke 28 dari George. Kata-kata manis penuh cinta George ketika itu melekat erat dalam benaknya. "Mas mencintaimu... sampai maut memisahkan kita. "
Untunglah, kejadian di tempat parkir itu tidak ditakdirkan untuk mengambil nyawa Anne, satu-satunya milik Anne yang paling berharga karena dia masih bertahan walau fisik dan batinnya telah terluka sedemikian parah oleh sakit hati. Kehilangan hampir 8kg dari berat normal badan Anne tidak dapat ditutupi dengan tebalnya make up dan polesan lipstick di bibirnya. Perubahan fisik Anne yang sangat mencolok itu menyebabkan sorotan curiga dari wanita tua yang telah melahirkannya. Ibunda Anne.
“Anne, jika ada laki-laki yang menggoda kamu padahal dia itu tahu kalau kamu sudah bersuami, jangan kamu layani dia, nak. Dengar ibu.. Anne, laki-laki itu pasti lah bukan laki-laki yang baik apalagi sholeh, tetapi ibu yakin nak... dia itu adalah seekor ular yang akan mematuk kamu, membuat dirimu keracunan bisa cintanya nak, dan waktu kamu sekarat, percayalah pada kata-kata Ibu ini..Anne, dia akan berlalu pergi begitu saja meninggalkanmu. Mencampakkanmu pada saat kamu sakit tak berdaya. “
Ibu menatap Anne dengan penuh kasih sayang ketika mengucapkan kata-kata itu, pantulan kekuatiran jelas terpahat dalam bening mata tuanya padahal tidak sepatah pun Anne pernah menyampaikan keresahan hati tentang rumah tangganya yang sedang di ujung tanduk. Kehangatan terjalin antara Anne dan ibunya setelah Ayah Anne meninggal dunia akibat infeksi pencernaan.
Firasat alami dari seorang Ibu yang sudah terasah selama puluhan tahun dalam menghadapi anak-anaknya telah membuatnya mampu melihat dengan mata hati bahwa Anne Mediana - anak perempuan kecilnya yang nakal ini kembali menghadapi godaan laki-laki di tengah badai rumah tangga, Ibu sudah mencoba mengingatkan Anne akan getir dan bahaya bermain api asmara. Saat itu Anne hanya tertawa dan mencoba menutupi semuanya.
Firasat alami dari seorang Ibu yang sudah terasah selama puluhan tahun dalam menghadapi anak-anaknya telah membuatnya mampu melihat dengan mata hati bahwa Anne Mediana - anak perempuan kecilnya yang nakal ini kembali menghadapi godaan laki-laki di tengah badai rumah tangga, Ibu sudah mencoba mengingatkan Anne akan getir dan bahaya bermain api asmara. Saat itu Anne hanya tertawa dan mencoba menutupi semuanya.
“Ngomong apa sih Bu? Laki-laki siapa yang Ibu maksud… ga ada laki-laki.. Lagi pula memang kenapa sih? Kok tiba-tiba jadi ngomong kayak gitu? Aneh Ibu nih… “
Anne berlalu cepat meninggalkan Ibu, berharap dalam hatinya semoga Ibu tidak membaca lebih jauh lagi tentang keadaan yang sedang dihadapinya, tetapi teriakan Ibu dari mesin jahit tempatnya meluangkan waktu senggang semakin membuat Anne yakin kalau wanita tua ini sudah mencium ketidakharmonisan rumah tangga bahkan perselingkuhan haramnya.
“Pokoknya Ann…. Jangan diladeni. Percaya deh, lelaki yang kayak gitu cuma cari senang-senangnya saja. “ Ibu setengah berteriak menyampaikan kata-kata itu.
Dan, firasat Ibu Anne menjadi kenyataan. Anne memang tertipu "bisa cinta " George, lelaki yang dipercayainya setengah mati akan bisa memberinya kebahagiaan. Rumah tangganya hancur berantakan, perceraian Anne dan suaminya tak dapat dihindarkan lagi. Dengan alasan ketidakcocokan,
Anne berusaha mengelak dari konflik yang sebenarnya tengah terjadi antara dirinya dan suaminya, Anne mencoba menutupi aibnya sendiri meski dia juga teramat yakin jika suaminya atau bahkan Ibunya telah mengerti kenapa Anne tetap bersikeras dengan keinginannya untuk tetap bercerai.
Permohonan cerainya kemudian diterima Pengadilan Agama walau kala itu Anne tersedak seperti kehilangan paru-paru untuk bernafas karena Ibunya tetap saja tidak dapat menerima kenyataan bahwa anak perempuan kecilnya ini telah bercerai dengan laki-laki yang telah hampir satu dasawarsa menjadi menantu yang baik di mata tuanya. Airmata Anne mengalir, tulus…. Anne bersedih karena dia merasa tidak dapat membahagiakan Ibu yang telah tua renta bahkan harus melukai perasaannya. "Sungguh Ibu, maafkan aku……" rintih Anne dalam hati saja.
Lelehan air mata ternyata tidak cukup untuk menghibur luka hati ibu Anne, Wanita sederhana yang begitu hormat dan berbakti kepada suaminya, ayah Anne. Kekecewaan Ibu atas keputusan Anne sangat terasa lewat tatapan dan gerak tubuhnya. Pada hari-hari setelah perceraian itu terjadi, tidak henti-hentinya Ibu menyudutkan Anne dengan berjuta-juta perasaan bersalah. Ketidakrelaan Ibu membuat Anne sakit, sakit raga dan juga sakitnya hati Anne yang porak poranda karena ternyata lelaki yang diperjuangkannya selama ini, hanyalah Pengecut perayu ulung. George telah meninggalkan Anne terhempas dalam kenyataan pahit padahal telah Anne telah mengorbankan rumah tangganya sendiri.
Anne memang bukan istri yang baik buat Supardi, Anne tidak pernah mencintainya dengan tulus, juga tidak pernah melayaninya dengan kepatutan sebagaimana layaknya seorang istri. Tapi cinta Supardi tidak cukup membuat Anne mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka, ketidakhadiran anak ikut memperkeruh hubungan suami istri antara Anne dan Supardi. Kekecewaan atas sikap Supardi, suaminya yang tidak perduli akan pentingnya keturunan membuat Anne membenarkan perselingkuhannya dengan George, apalagi kemudian Supardi lebih memilih sibuk tenggalam dalam klub motor dan semua touring luar kota. Anne merasa terpinggirkan.
Kepahitan demi kepahitan dari hidup yang dijalaninya, menyentil Anne pada suatu kesadaran. "Aku butuh Tuhan..... Aku butuh DIA"
Anne menjeritkan kepedihan hatinya, "Aku adalah hamba yang telah lama meninggalkanMU....Tuhan, Aku kotor.... "
Anne menjerit dalam keputusasaan hidup. Terdampar dalam jurang nestapa yang sangat dalam.
Kecerobohannya dalam memilih seseorang untuk bertukar cerita dan berbagi tentang nestapa hati malah menjerat Anne dengan cinta palsu penuh nafsu dari seorang laki-laki yang telah terikat ikrar suci dengan wanita lain. "Tuhan…, kenapa aku memilih George? kenapa bukan dengan menulis?? Bukankah dengan menulis, aku bisa mengatakan apa saja yang aku rasakan, apapun yang ingin kuraih, semua yang terjadi bisa kutuliskan tanpa harus kutoreh lembar hitam dalam sejarah hidupku dengan perselingkuhan yang memalukan, tanpa harus kulukai istrinya, tanpa harus kusakiti hati Ibuku....."
Anne menangis.
Anne jatuh…. sakit, sangat sakit. Bahkan sakitnya hatinya telah membuat fisiknya tidak kuat menerima beban, penyakit baru telah Tuhan hadiahkan buat dosa-dosa Anne. Sesuatu telah tumbuh subur di rahimnya, Jaringan kanker dari gumpalan daging yang tidak pernah Anne harapkan hadir sebagai balasan atas kesombongannya di muka bumi ini melupakan kebesaranNYA. Dokter sudah menyerahkan keputusan hidup dan matinya di atas tangan Anne sendiri. Kesempatan untuk mendapatkan anak dari rahimnya sendiri pupus sudah.
Sekali lagi Anne menjerit, putus asa atas kenyataan. Anne benar-benar merasa seorang diri, merasa dirinya sudah mati suri. "Tuhan……………, Ampuni aku." Itu jeritan pertaman diriya atas teguran Tuhan.
Penyakitnya ini telah membawa dirinya untuk kembali menapaki jalan Ilahi. Anne mencoba merangkak menggapai Rahmat dan PengampunanNya. Tertatih Anne melafalkan kembali doa-doa yang biasa dipanjatkan ketika dirinya belum bersentuhan dengan gemerlapnya dunia. Perlahan disebutnya kembali nama-namaNya dan kumpulan ayat-ayat suci yang telah usang menghuni sudut kamar mewahnya. Ketika itu Anne merasa sudah mati bahkan ketika kematian belum menjemput dirinya. Ketakutannya akan neraka dan siksaNya menghantui hari-hari Anne menjelang operasi pengangkatan rahimnya.
Anne menangis sejadi-jadinya….. dia juga sudah merasa malu jika harus berhadapan lagi dengan Ibu. Anne menyimpan rencana operasi ini serapat-rapatnya dari perempuan yang telah melahirkannya ke dunia. Anne tidak ingin Ibu ikut repot mengurusnya, melayaninya lagi padahal selama ini dirinya tidak pernah mengindahkan peringatan dan nasehat tulus ibunya. Anne hanya ingin merasakan hukuman ini sendiri.
"Jika masih ada hari esok setelah pisau bedah operasi menyayat perutku, aku ingin kembali menjadi perempuan kecil Ibuku yang bisa dibanggakan. Aku akan menutup auratku. Aku ingin hadir di majelis-majelis ilmu yang mengajarkan banyak hal dari kebesaranMU, dan yang terpenting aku akan menulis lagi. Menulis apapun dari perjalanan hidupku, biar kusadari lagi betapa indah hidup yang telah kau titipkan padaku ini Ya Rabbi... "
Anne menyempatkan diri menulis di atas buku diary yang disimpannya dalam laci. Sebentar lagi perawat akan datang untuk mengantarkan tubuhnya yang ringkih menuju ruang operasi.
“Please ya Rabb…, Berikan aku kesempatan kedua untuk hidupku yang baru. Amien…. “ Anne berbisik lemah.
Sunday, March 21, 2010
Hikmah Kalam&Syair dari Imam Syafi'i
Sunday, 21 March 2010
Selamat Tinggal Kesedihan
Mata-mata begadang terjaga dan yang lain terlelap tidur
Pada banyak permasalahan yang ada atau tak ada
Maka sebisa mungkin, tinggalkanlah kesedihan dari jiwamu
Menanggung banyak kesedihan adalah kegilaan
Kemarin, sungguh Tuhanmu telah mencukupimu
Maka esok pun, tuhanmu akan dapat mencukupimu
--------------------------------------------------------
Sedikit Kawan
Tidaklah ada kebaikan bagi yang tiada pendirian
Ketika angin berhembus, ia tak tahu ke arah mana ia bertahan
Di kala kau menghitungnya, betapa banyak teman yang kau punya
Namun di saat musibah menimpa, ternyata sungguh sedikit mereka
--------------------------------------------------------------------
Mandiri
Di kala rasa gatal hinggap di kulitmu
Yang menggaruknya tak lain adalah kukumu
Semua permasalahanmu,
Yang menyelesaikannya tak lain adalah dirimu....
----------------------------------------------------------------
Mengadu
Aku mengadukan kepada Imam Waqi' akan jeleknya hafalanku,
Maka beliau menasehatiku, agar meninggalkan kemaksiatan
Ia memberitahu kepadaku, bahwa ilmu itu cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pendosa...
-------------------------------------------------------------------------------------
Bodoh
Jika orang bodoh bicara, tak usahlah dijawab
Sebaik-baik jawaban baginya adalah diam
Kalimatnya menyibak siapa dirinya
Sangat menyedihkan, andai nalarnya telah mati
Dengan segala kejelekan kata
Kepadaku, sang pandir menyapa mengajakku bicara
Namun aku pun enggan tuk menjawabnya
Bertambahlah kebodohannya dan aku pun bertambah bijak
-----------------------------------------------------------------------
Maafkan dan rengkuh Hatinya
Ketika aku memafkan,
Tak kusimpan dendam terhadap siapapun
Aku melihat musuhku di hadapanku
Lalu aku menangkis keburukannya dengan ucapan selamat
--------------------------------------------------------------------------------------
Andai cintamu sejati
Kau durhakai Tuhanmu, namun...... kau juga tampakkan cintamu
Ini mustahil di dalam akal sehat
Andai cintamu itu sejati, pasti kau buktikan dengan taat kepadaNya
Sesungguhnya orang yang mencinta akan patuh dengan apa yang dicinta
Sumber : Kalam Hikmah Imam Syafi'i
By Shalih Ahmad Asy-Syami
Selamat Tinggal Kesedihan
Mata-mata begadang terjaga dan yang lain terlelap tidur
Pada banyak permasalahan yang ada atau tak ada
Maka sebisa mungkin, tinggalkanlah kesedihan dari jiwamu
Menanggung banyak kesedihan adalah kegilaan
Kemarin, sungguh Tuhanmu telah mencukupimu
Maka esok pun, tuhanmu akan dapat mencukupimu
--------------------------------------------------------
Sedikit Kawan
Tidaklah ada kebaikan bagi yang tiada pendirian
Ketika angin berhembus, ia tak tahu ke arah mana ia bertahan
Di kala kau menghitungnya, betapa banyak teman yang kau punya
Namun di saat musibah menimpa, ternyata sungguh sedikit mereka
--------------------------------------------------------------------
Mandiri
Di kala rasa gatal hinggap di kulitmu
Yang menggaruknya tak lain adalah kukumu
Semua permasalahanmu,
Yang menyelesaikannya tak lain adalah dirimu....
----------------------------------------------------------------
Mengadu
Aku mengadukan kepada Imam Waqi' akan jeleknya hafalanku,
Maka beliau menasehatiku, agar meninggalkan kemaksiatan
Ia memberitahu kepadaku, bahwa ilmu itu cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pendosa...
-------------------------------------------------------------------------------------
Bodoh
Jika orang bodoh bicara, tak usahlah dijawab
Sebaik-baik jawaban baginya adalah diam
Kalimatnya menyibak siapa dirinya
Sangat menyedihkan, andai nalarnya telah mati
Dengan segala kejelekan kata
Kepadaku, sang pandir menyapa mengajakku bicara
Namun aku pun enggan tuk menjawabnya
Bertambahlah kebodohannya dan aku pun bertambah bijak
-----------------------------------------------------------------------
Maafkan dan rengkuh Hatinya
Ketika aku memafkan,
Tak kusimpan dendam terhadap siapapun
Aku melihat musuhku di hadapanku
Lalu aku menangkis keburukannya dengan ucapan selamat
--------------------------------------------------------------------------------------
Andai cintamu sejati
Kau durhakai Tuhanmu, namun...... kau juga tampakkan cintamu
Ini mustahil di dalam akal sehat
Andai cintamu itu sejati, pasti kau buktikan dengan taat kepadaNya
Sesungguhnya orang yang mencinta akan patuh dengan apa yang dicinta
Sumber : Kalam Hikmah Imam Syafi'i
By Shalih Ahmad Asy-Syami
Friday, March 19, 2010
Teknik Relaksasi Dalam Sholat
Di bawah ini adalah sebagian dari teknik relaksasi shalat yang bisa anda coba praktekan dalam keseharian :
1. Heningkan pikiran anda agar rileks dan nyaman, usahakan tubuh agar tidak tegang.
2. Biarkan tubuh agak meluruh, dilemaskan atau bersikap serileks mungkin.
3. Rasakan getaran kalbu yang bening, dan sambungkan perasaan itu kepada Allah SWT. Biasanya kalau
sudah tersambung suasana sangat hening & tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik.
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Dzat yang Maha Kuasa, Sadari
bahwa Anda akan memuja, merendahkan diri serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada
pada diri anda. Biarkan ruh anda mengalir pergi dengan suka rela menyerahkan diri : "Hidup dan matiku
hanya untuk Allah semata. "
5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik
ruhani anda meluncur ke HadiratNya, dan pada saat itu ucapkanlah takbir "Allahu Akbar", Jaga getaran
rasa tadi dengan meluruskan niat, menyerahlah secara total kepada Allah.
6. Rasakan setiap getaran, dan mulailah perlahan-lahan membaca ayat-ayat suci Allah, setiap detil ayatNya
dengan tartil, setelah selesai kemudian rukuk. Membungkuklah....., dan rasakan. Pastikan bahwa ruh
Anda juga ikut membungkuk perlahan-lahan, dan dengan perasaaan hormat pujilah Allah.
7. Setelah rukuk, Anda berdiri kembali perlahan, sampaikan pujian kepada Allah dengan bacaan pujian
berdiri setelah rukuk.
8. Kemudian, bersujudlah serendah-rendahnya. Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud agak lama,
Jangan memulai mengucap pujian kepada Allah sebelum anda merasakan ruh dan fisik anda bersatu
dalam sujud.
9. Selanjutnya, lakukanlah semua gerakan sholat di atas tadi dengan perlahan-lahan, thuma'ninah pada setiap
gerakan. Jika anda melakukan semua gerakan tadi dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun
fisik anda. Sempurnakan terus kesadaran shalat anda sampai saat salam.
Selesai shalat, tetaplah duduk dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri anda. Berdzikir kepada Allah SWT dalam setiap keadaan akan membantu anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Allah telah memberikan kita jalan keluar, bahwa dengan berdzikir kepada Allah jiwa kita akan menjadi tenang.
Just try and feel it!
Sumber : Pelatihan Shalat Khusyu' ( Writen by : ust.Abu Sangkan)
Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam
1. Heningkan pikiran anda agar rileks dan nyaman, usahakan tubuh agar tidak tegang.
2. Biarkan tubuh agak meluruh, dilemaskan atau bersikap serileks mungkin.
3. Rasakan getaran kalbu yang bening, dan sambungkan perasaan itu kepada Allah SWT. Biasanya kalau
sudah tersambung suasana sangat hening & tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik.
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Dzat yang Maha Kuasa, Sadari
bahwa Anda akan memuja, merendahkan diri serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada
pada diri anda. Biarkan ruh anda mengalir pergi dengan suka rela menyerahkan diri : "Hidup dan matiku
hanya untuk Allah semata. "
5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik
ruhani anda meluncur ke HadiratNya, dan pada saat itu ucapkanlah takbir "Allahu Akbar", Jaga getaran
rasa tadi dengan meluruskan niat, menyerahlah secara total kepada Allah.
6. Rasakan setiap getaran, dan mulailah perlahan-lahan membaca ayat-ayat suci Allah, setiap detil ayatNya
dengan tartil, setelah selesai kemudian rukuk. Membungkuklah....., dan rasakan. Pastikan bahwa ruh
Anda juga ikut membungkuk perlahan-lahan, dan dengan perasaaan hormat pujilah Allah.
7. Setelah rukuk, Anda berdiri kembali perlahan, sampaikan pujian kepada Allah dengan bacaan pujian
berdiri setelah rukuk.
8. Kemudian, bersujudlah serendah-rendahnya. Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud agak lama,
Jangan memulai mengucap pujian kepada Allah sebelum anda merasakan ruh dan fisik anda bersatu
dalam sujud.
9. Selanjutnya, lakukanlah semua gerakan sholat di atas tadi dengan perlahan-lahan, thuma'ninah pada setiap
gerakan. Jika anda melakukan semua gerakan tadi dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun
fisik anda. Sempurnakan terus kesadaran shalat anda sampai saat salam.
Selesai shalat, tetaplah duduk dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri anda. Berdzikir kepada Allah SWT dalam setiap keadaan akan membantu anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Allah telah memberikan kita jalan keluar, bahwa dengan berdzikir kepada Allah jiwa kita akan menjadi tenang.
Just try and feel it!
Sumber : Pelatihan Shalat Khusyu' ( Writen by : ust.Abu Sangkan)
Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam
Kumpulan Cerpen Lucu (Opik dan Nek Umi )
Thursday, 18 Maret 2010
Opik, salah satu dari barisan "pasukan bodrex" keponakan saya. Dia terkenal sebagai salah satu keponakan yang paling banyak ulah, banyak akal, n yang satu ini banyak ngomong. Keluarga besar cukup memakluminya coz bagi kami anak kecil seusianya waktu itu memang perlu stimulasi untuk eksplorasi kan??
Salah satu ulahnya yang menggelitik saya setiap kali mengingatnya : ketika Saya dan beberapa anggota keluarga besar dan kebetulan ada teman kantor yang sedang datang berkunjung berkumpul di kamar pribadi saya, waktu sudah menunjukkan waktunya bagi kami untuk segera menjalankan ibadah sholat maghrib. Nah, ketika itu usia Opik belum lagi genap 4 tahun, tapi itu tak mampu menutupi kecerdasannya dalam menjawab pertanyaan apapun yang disodorkan kepadanya.
Kami sudah bersiap menggelar sajadah untuk segera melaksanakan sholat, dan teman kantor saya secara tidak sengaja menegur Opik, sebab dilihatnya Opik tidak shalat menghadap kiblat seperti yang seharusnya.
"Pik, kalo kita sholat...... kita menghadap kemana hayooooo ? "
Tanpa merubah posisi tubuhnya, Opik menjawab tegas : " hadap ke depan....tante... "
he...he...he... segera saja jawaban Opik membatalkan segala persiapan sholat maghrib kami karena tak kuasa menahan geli.
Waduuuh.. waduuuh Opik... Sholat kok menghadap ke depan, yang benar itu.. sholat menghadap kiblat dong. Ada-ada saja Opik ini, begitu mungkin yang terpikir oleh kami ketika itu. Dasar Opik!
Nah ini, cerita lain lagi tentang kelucuan ibunda kami ( Nek umi panggilan sayang kami ),
Walaupun nek Umi tidak dibekali orangtuanya pendidikan tinggi seperti kami anak-anak beliau, tapi nek Umi adalah seorang ibu yang tidak pernah lelah dan putus asa untuk selalu menambah wawasan dan keilmuannya. Bahkan, di kalangan para ibu lain dalam lingkungan beliau, Nek Umi seringkali merasa agak susah mencari lawan seimbang untuk teman bicaranya sebab kebanyakan ibu-ibu atau nenek yang menjadi partnernya tidak dapat mempunyai wawasan yang cukup ketika diajak nek Umi untuk berdiskusi soal politik (misalnya skandal di DPR, jual beli suara pemilu, dst), soal ilmu-ilmu kontemporer dalam Agama, bahkan juga soal yang menjadi issue dunia internasional (seperti Palestina, Amerika, Zionis, Bosnia, dsb), maklum aja fren.... Penyiar Favorit nek Umi : Najwa Sihab dan Mutia Hafidz, Acara Fave-nya nih Fren... : Top of The Top, Editorial, and berita-berita di stasiun TV lain, bahkan beliau pun hafal jadwal tayang semua acara tersebut.
Soal kemampuan bahasa asing??? rupanya dalam bidang yang ini pun beliau tidak mau kalah juga dari anak-anaknya. Nek Umi cukup pede menjawab ketika kami bertanya sekedar testing "Confidence" Language beliau, sebab kami cukup dibuat bingung ketika melihat beliau sedang santai menonton acara tv yang menayangkan film berbahasa Inggris.
"Lho, kok nenek nonton film barat??? memang ngerti nek? "
Tanpa menoleh dari layar TV, beliau menjawab pendek, "Ngerti dong... Umi kan juga bisa bahasa Inggris dikit-dikit. "
Adikku yang kebetulan berada di situ, segera saja menyela pembicaraan kami, "coba ya, di test dulu..... kalo Thank you, apa artinya nek?"
"Gampang...., terima kasih kan??? " Sergah nek Umi tidak mau kalah
Adikku tambah penasaran... "kalo OK nek? "
"OK?.... ooooh, berarti mau...., setuju gitu... iya kan? "
Jawaban nek Umi membuat kami tambah melebarkan senyuman, tapi rupanya adikku tidak juga mau menyerah, sekali lagi terdengar pertanyaannya.
"nah.. kalau What? itu apa nek artinya.... ?"
"duuuh.... nanya mulu" rupanya nek Umi setengah jengkel mendapat berondongan pertanyaan di tengah-tengah keasyikannya menonton TV, tapi tak urung tetap dijawabnya juga. " What... What.... " Beliau menggerak-gerakkan telunjuknya, menandakan sedang berpikir keras. He...he...he.... kami mengira nek Umi tak akan bisa menjawab kali ini.
"Oooh... What, Umi tahu kok arti What..., What itu kan artinya Lampu, iya kan??? 10 watt, 15 watt... "
Sahut nek Umi penuh percaya diri, dan sontak jawabannya memancing gelak tawa kami, cukup membuat sakit perut karena kaku menahan geli.
Aduuuh.. nenek, masa iya sih, What jadi Watt nya lampu... Dasar Bunda tersayang! tetaap aja ga bisa kalah.
Opik, salah satu dari barisan "pasukan bodrex" keponakan saya. Dia terkenal sebagai salah satu keponakan yang paling banyak ulah, banyak akal, n yang satu ini banyak ngomong. Keluarga besar cukup memakluminya coz bagi kami anak kecil seusianya waktu itu memang perlu stimulasi untuk eksplorasi kan??
Salah satu ulahnya yang menggelitik saya setiap kali mengingatnya : ketika Saya dan beberapa anggota keluarga besar dan kebetulan ada teman kantor yang sedang datang berkunjung berkumpul di kamar pribadi saya, waktu sudah menunjukkan waktunya bagi kami untuk segera menjalankan ibadah sholat maghrib. Nah, ketika itu usia Opik belum lagi genap 4 tahun, tapi itu tak mampu menutupi kecerdasannya dalam menjawab pertanyaan apapun yang disodorkan kepadanya.
Kami sudah bersiap menggelar sajadah untuk segera melaksanakan sholat, dan teman kantor saya secara tidak sengaja menegur Opik, sebab dilihatnya Opik tidak shalat menghadap kiblat seperti yang seharusnya.
"Pik, kalo kita sholat...... kita menghadap kemana hayooooo ? "
Tanpa merubah posisi tubuhnya, Opik menjawab tegas : " hadap ke depan....tante... "
he...he...he... segera saja jawaban Opik membatalkan segala persiapan sholat maghrib kami karena tak kuasa menahan geli.
Waduuuh.. waduuuh Opik... Sholat kok menghadap ke depan, yang benar itu.. sholat menghadap kiblat dong. Ada-ada saja Opik ini, begitu mungkin yang terpikir oleh kami ketika itu. Dasar Opik!
Nah ini, cerita lain lagi tentang kelucuan ibunda kami ( Nek umi panggilan sayang kami ),
Walaupun nek Umi tidak dibekali orangtuanya pendidikan tinggi seperti kami anak-anak beliau, tapi nek Umi adalah seorang ibu yang tidak pernah lelah dan putus asa untuk selalu menambah wawasan dan keilmuannya. Bahkan, di kalangan para ibu lain dalam lingkungan beliau, Nek Umi seringkali merasa agak susah mencari lawan seimbang untuk teman bicaranya sebab kebanyakan ibu-ibu atau nenek yang menjadi partnernya tidak dapat mempunyai wawasan yang cukup ketika diajak nek Umi untuk berdiskusi soal politik (misalnya skandal di DPR, jual beli suara pemilu, dst), soal ilmu-ilmu kontemporer dalam Agama, bahkan juga soal yang menjadi issue dunia internasional (seperti Palestina, Amerika, Zionis, Bosnia, dsb), maklum aja fren.... Penyiar Favorit nek Umi : Najwa Sihab dan Mutia Hafidz, Acara Fave-nya nih Fren... : Top of The Top, Editorial, and berita-berita di stasiun TV lain, bahkan beliau pun hafal jadwal tayang semua acara tersebut.
Soal kemampuan bahasa asing??? rupanya dalam bidang yang ini pun beliau tidak mau kalah juga dari anak-anaknya. Nek Umi cukup pede menjawab ketika kami bertanya sekedar testing "Confidence" Language beliau, sebab kami cukup dibuat bingung ketika melihat beliau sedang santai menonton acara tv yang menayangkan film berbahasa Inggris.
"Lho, kok nenek nonton film barat??? memang ngerti nek? "
Tanpa menoleh dari layar TV, beliau menjawab pendek, "Ngerti dong... Umi kan juga bisa bahasa Inggris dikit-dikit. "
Adikku yang kebetulan berada di situ, segera saja menyela pembicaraan kami, "coba ya, di test dulu..... kalo Thank you, apa artinya nek?"
"Gampang...., terima kasih kan??? " Sergah nek Umi tidak mau kalah
Adikku tambah penasaran... "kalo OK nek? "
"OK?.... ooooh, berarti mau...., setuju gitu... iya kan? "
Jawaban nek Umi membuat kami tambah melebarkan senyuman, tapi rupanya adikku tidak juga mau menyerah, sekali lagi terdengar pertanyaannya.
"nah.. kalau What? itu apa nek artinya.... ?"
"duuuh.... nanya mulu" rupanya nek Umi setengah jengkel mendapat berondongan pertanyaan di tengah-tengah keasyikannya menonton TV, tapi tak urung tetap dijawabnya juga. " What... What.... " Beliau menggerak-gerakkan telunjuknya, menandakan sedang berpikir keras. He...he...he.... kami mengira nek Umi tak akan bisa menjawab kali ini.
"Oooh... What, Umi tahu kok arti What..., What itu kan artinya Lampu, iya kan??? 10 watt, 15 watt... "
Sahut nek Umi penuh percaya diri, dan sontak jawabannya memancing gelak tawa kami, cukup membuat sakit perut karena kaku menahan geli.
Aduuuh.. nenek, masa iya sih, What jadi Watt nya lampu... Dasar Bunda tersayang! tetaap aja ga bisa kalah.
Wednesday, March 17, 2010
My Herbalife
Dulu.., sebelum kenal dengan Herbalife saya sering kesemutan, bangun tidur
seringkali merasa sakit di telapak kaki, belum lagi ambeien yang saya
derita setelah melahirkan si kecil,berat badan 63 Kg terasa membuat
saya cepat lelah. Apalagi saya harus menyusui si kecil yang baru 8 bulan.
Tetapi 1 bulan saja setelah saya konsumsi produk KELOLA BERAT
BADAN yang lebih dikenal dengan SHAPEWORKS dari Herbalife, Perlahan tapi pasti saya lebih merasa sehat dan full energi dalam setiap kegiatan saya.
Apa yang saya derita selama ini berkurang bahkan Ambeien saya hilang sama sekali, BB saya sekarang 57 Kg dan saya bertekad akan menujuBB saya yang ideal agar saya bisa lebih bugar, sehat dan tidak over weight untuk program kehamilan kedua saya di tahun yang akan datang.
Nah, apakah anda salah seorang yang termasuk mengalami masalah seperti yang saya rasakan? Merasa ada masalah dengan Berat Badan? terlalu gemuk misalnya? atau malah terlalu kurus? merasa tidak fit? atau malah sudah merasa ideal dengan BB tapi perlu nutrisi sehat untuk fit di keseharian?
Tenang saja deh, di Herbalife tersedia semua nutrisi yang dibutuhkan oleh kita dan anggota keluarga, termasuk baby saya yang baru berusia 9 bulan. Dia juga ikut mengkonsumsi F1 Shake nya. Lihat saja perkembangan n pertumbuhan bayi kecil saya sekarang ini, saya bangga padanya.
Dia tumbuh pesat, sehat, lincah dan aktif. Pertumbuhan dan perkembangan yang membanggakan saya sebagai ibunya.
Terakhir, Suami saya terpikat juga untuk hidup sehat ala Herbalife, dan
menurutnya Vitalitas dan semangat kerjanya sekarang jauh lebih
berenergi. Hidup kami sekeluarga terasa lebih nyaman.
Jadi, jangan tunggu lebih lama untuk mulai hidup lebih sehat, karena ada
Herbalife yang membantu anda.
I do welcome for any info or consult only :
Uwie
seringkali merasa sakit di telapak kaki, belum lagi ambeien yang saya
derita setelah melahirkan si kecil,berat badan 63 Kg terasa membuat
saya cepat lelah. Apalagi saya harus menyusui si kecil yang baru 8 bulan.
Tetapi 1 bulan saja setelah saya konsumsi produk KELOLA BERAT
BADAN yang lebih dikenal dengan SHAPEWORKS dari Herbalife, Perlahan tapi pasti saya lebih merasa sehat dan full energi dalam setiap kegiatan saya.
Apa yang saya derita selama ini berkurang bahkan Ambeien saya hilang sama sekali, BB saya sekarang 57 Kg dan saya bertekad akan menujuBB saya yang ideal agar saya bisa lebih bugar, sehat dan tidak over weight untuk program kehamilan kedua saya di tahun yang akan datang.
Nah, apakah anda salah seorang yang termasuk mengalami masalah seperti yang saya rasakan? Merasa ada masalah dengan Berat Badan? terlalu gemuk misalnya? atau malah terlalu kurus? merasa tidak fit? atau malah sudah merasa ideal dengan BB tapi perlu nutrisi sehat untuk fit di keseharian?
Tenang saja deh, di Herbalife tersedia semua nutrisi yang dibutuhkan oleh kita dan anggota keluarga, termasuk baby saya yang baru berusia 9 bulan. Dia juga ikut mengkonsumsi F1 Shake nya. Lihat saja perkembangan n pertumbuhan bayi kecil saya sekarang ini, saya bangga padanya.
Dia tumbuh pesat, sehat, lincah dan aktif. Pertumbuhan dan perkembangan yang membanggakan saya sebagai ibunya.
Terakhir, Suami saya terpikat juga untuk hidup sehat ala Herbalife, dan
menurutnya Vitalitas dan semangat kerjanya sekarang jauh lebih
berenergi. Hidup kami sekeluarga terasa lebih nyaman.
Jadi, jangan tunggu lebih lama untuk mulai hidup lebih sehat, karena ada
Herbalife yang membantu anda.
I do welcome for any info or consult only :
Uwie
My Baby, My New Life, ElGaza
Wednesday, 17th March 2010
Wow... bayangkan being a mom! hal yang tidak pernah terbayangkan bagi saya selama 30 tahun menjalani hidup. he..he..he.. waiting having my baby after 12 years passed.
Betapa rumitnya hidup ini ketika kita menjalani ya fren...?? tapi ketika semua berakhir dengan kebahagiaan, syukur dan takjub kita benar-benar tercurah atas limpahan RahmatNYA.
Sungguh, saya merasa saya lah wanita yang paling bahagia ketika mendapati 2 strip berwarna merah ada di test pack saya hari itu, pagi buta di tanggal 30 September 2008.
ini lah juga salah satu rahasia kenapa blog ini saya namakan "my life my secret", bukan lantaran ikut-ikutan mbak KD yang cantik n terkenal itu dalam buku biography-nya tapi memang karena saya sendiri merasa betapa hidup yang saya jalani ini sungguh penuh rahasia. Jungkir balik dari banyak teman, kemudian merasa bosan dengan glamournya dunia malam, terbanting ke dunia yang paling bawah ketika "anak asuh" diambil kembali oleh ortu "asli"nya (suaaaaaaaaakiiiiitttnya minta ampun!), pergi umroh dan haji (hadiah dari Allah yang tidak pernah terbayangkan), sebelum akhirnya menikah dengan my soulmate Abee Gaza, and today having a baby from him.
Amazing, itulah hidup yang saya rasa. Banyak masalah yang saya jalani dan saya usahakan utk berakhir sebaik mungkin ternyata membawa kebahagiaan yang tiada tara.
Thanks God! Sabtu, 13 Juni 2009. Setelah Adzan Maghrib berkumandang (18:35wita), setelah perjuangan antara hidup dan mati, setelah terbaring lebih dari 2 hari di RSI, setelah berkutat dengan ketakutan akibat vonis operasi, Allah benar-benar menyayangi saya... Saya berhasil melahirkannya, normal, spontan partus, dan dia my baby benar-benar sempurna.. seperti impian saya.. laki-laki, handsome seperti ayahnya.
Namanya : El Hafidz Gaza Maulana
Wishing u will be a good and sholeh guy Kid!
Takisung Beach, Tanah Laut

Sunday, 14 Maret 2010
Hmmmmm..., ga nyangka banget kalo akhirnya My Abee merealisasikan janjinya yang sudah lama aku tunggu (*maklum fren, sejak usia kehamilan anak pertama kali di bulan ke-4) aku benar-benar mimpi berjalan-jalan di pantai.
Hik...! kelihatannya sepele ya?? tapi gimana dong, kalo aku hidup n tinggal di pulau Jawa, memang kedengarannya agak aneh, masa ke pantai aja sampe mimpi ber bulan-bulan, plus harus nunggu melahirkan anak dulu lagi, eh... begitu sudah lahir, harus nunggu 9 bulan lagi, sampai akhirnya mimpi itu jadi kenyataan. Jadi, ajaib kan, ke pantai aja susssssssaaah banget. Selidik punya selidik, ternyata harus diketahui nih Fren, kalo aku dan keluarga kecilku yang baru ini tinggal di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, di mana tidak ada pantai di sini kecuali berada pada jarak puluhan kilo dari pusat kota. Memang sih Banjarmasin itu terkenal dengan nama kota Seribu Sungai, tapi ga ada hubungannya dengan pantai kan?? sebab pantai itu kan laut bukan sungai.
Nah, kembali ke awal cerita nih, pokoknya My Abee ini sudah sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kepergian kita ke Tangkisung Beach sehari sebelumnya, padahal Abee itu super sibuk lho, maklum segala sesuatu yg berhubungan dengan bisnisnya masih dikerjakan sendiri n kebanyakan manual. Terios terbaru sudah menunggu di garasi, eh aku pikir aku yang akan menyetir Terios untuk perjalanan sejauh ini (*dumel di dalam hati mode on*), tapi Abee memang baik hati lho... dia sudah memanggil sohib kentalnya dari kota Cantik, Palangkaraya untuk menemani tugas menyupir. Plus ada Kakak Ipar n 3 keponakan centil yang ikut dalam perjalanan kami.
Starting journey, dari rumah kami di daerah Kayu Tangi, Banjarmasin Utara and Thanks to God ternyata aku dipensiunkan dari tugas membawa kendaraan... hik...hik... padahal aku sudah rada bad mood (*maklum jelang PMS), at 9:00 AM we left home, Terios is very comfort car, buktinya kami semua dibuat ngantuk...ga ajrut ajrutan.. n bikin mual perut. waaah, jadi iklan ya?? but memang begitu realnya.
Mampir sebentar di Pom bensin, kita sudah memasuki areal luar kota, Masuk di wilayah Liang Anggang, suasana sudah berubah 180 derajat, soalnya Banjarmasin itu ramai banget meskipun kalah jauh dari Jakarta. Liang Anggang kita lewati, kemudian Bati-Bati.. wuihhhh enak nih, ada banyak orang jualan Jagung Manis, siap untuk disantap hangat-hangat tapi kita tunda dulu cerita Bati-Bati ini sebab tujuan kita kan ke Tangkisung Beach.
Meski sempat tergoda untuk turun mampir di daerah Bati Bati, tapi Terios kita tetap PD meluncur. My Baby ElGaza (9month Only) benar-benar bertingkah manis hari ini, dia tidak menangis dan rewel tapi ceria, eh malah ngajak kita semua bercanda.. lucu ya dia.
Ga terasa, Bati Bati lewat n sekarang Kota Pelaihari ada di depan mata.. maklum kota ini kan lebih kecil dari Banjarmasin, jadi untuk ukuran kota kecamatan lumayan ramai (*Jangan dibandingkan dengan Jakarta ya..?), kontur kota yang berbukit-bukit memanjakan mata kami sejenak, sudah lama banget kepengen bukit nan hijau (masalahnya di Kalsel bisa dibilang jarang ada perbukitan... tanahnya landai semua), pemandangan yang seperti ini mengingatkanku pada hutan and suasana di Puncak, Jawa Barat. Ga sama persis sieeeh, sebab Puncak kan jauh lebih tinggi n lebih sejuk. he...he.. tapi lumayan lah...
Nah, ga jauh dari Pelaihari, sekitar 22KM dari kota ini, setelah melalui perjalanan yang berliku-liku, sedikit tegang mencari rumah makan yang sesuai selera karena team yang memuat perbekalan tidak membawa lauk pauk (only rice and lalapan*), but thanks to God again akhirnya dapat juga 7buah Ayam Goreng terakhir yang kita dapat juga di warung terakhir di pinggir jalan.. kalau saja kita ga sampai ketemu sama warung itu, waaah.. alamat di pantai nanti bisa-bisa makan nasi aja sama lalap... he..he... he... (bukan mau ngirit nih fren, tapi kita lagi belajar mau homemade seadanya.... )
Ga usah diceritain lagi deh gimana gembiranya aku pastinya, n rombongan khususnya waktu kita akhirnya tiba di pantai... Waaah, keponakan-keponakan yang centil itu langsung berlarian menghambur keluar dari kendaraan menuju pantai tanpa mau menunggu lebih lama lagi, langsung nyebur......bur... ke air laut yang sedikit berwarna kecoklatan akibat pasir yang bercampur dengan dasar pantai. Nah, tinggal kami ini deh yang berada beberapa tingkat usia di atas mereka, kewalahan mengangkat perbekalan, plus menggendong si Gaza my Baby, but it's ok I do love to. it's excited!. Jadilah kami semua makan siang di tepi pantai sambil memandang betapa Kekuasaan Allah SWT seringkali luput dari pemikiran kami. Betapa luasnya dunia ini, Betapa Hebatnya Allah menciptakan semua ini dan menjaganya dalam keteraturan.. (**huh! soalnya aku lagi terbayang gimana menyeramkannya tsunami)
Then, for the last minute... setelah kenyang menikmati panorama pantai, Abee berbaik hati ngajak aq shopping kerajinan pantai yang dijual di pasar tradisional. he..he.. benar-benar Suami yang baik hati, seriiing bener ngajak istri belanja. Setelah shopping sebentar, kami pun pamit kepada Tangkisung Beach untuk kembali ke Banjarmasin City. Tapi, pemandangan pantai ini sedikit banyak menghibur kerinduanku akan pemandangan pantai-pantai indah yang dimiliki di Pulau Jawa tercinta... (ooh Anyer, Oh Parang Tritis, Ooooh Cilacap...., oooh.. ) pokoknya banyak ooh nya tapi tetap dong harus bersyukur atas semua karunia ini.
Again, Thanks to U Abee.. You are a nice husband. Love U
Subscribe to:
Posts (Atom)



