Saturday, April 24, 2010
Ghazwul Fikri ala Zionis
Arti Zionis
Menurut Wikipedia, Zionisme adalah sebuah gerakan politik kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini semula ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.
Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya "Der Judenstaat" (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.
Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.
Asal muasal Zionis dan alasannya
(Taryudi, dalam “Menguak Esensi Zionisme “ ) Yahudi adalah orang Palestina yang terdampar di Benua Eropa. Ini adalah hasil dari pemikiran dari aliran Protestan, yaitu aliran baru yang mekar dalam agama Kristen. Sebuah gerakan pembaharu yang mengusung "reformasi agama" berlandaskan pemikiran Ibrani-Yahudi yang secara spesifik membumikan "Perjanjian Baru"/Taurat; meyakini bahwa bangsa Yahudi akan dikumpulkan kembali di bumi suci Palestina untuk menyongsong kedatangan "Al-Masih Al-Muntazhar", yang berarti bermulanya masa tenteram yang —menurut mereka— akan berlangsung selama 1000 tahun.
Seiring perjalanan waktu konseptual Protestan mulai mengalami perkembangan — dengan mengemukannya persepsi baru bahwa aliran pembaharu tersebut merupakan titah Tuhan yang harus dipedomani. Hasilnya, Taurat akhirnya tersebar luas, diterjemahkan ke pelbagai bahasa Eropa. Melalui mekanisme ini perlahan orang-orang Eropa berasumsi bahwa bumi Palestina merupakan negeri asal bagi bangsa "Yahudi Terpilih", sehingga asumsi tersebut mengkristal pada satu kesimpulan, Yahudi adalah orang Palestina yang terdampar di Benua Eropa.
Tidak lagi ada pemisah antara Yahudi dengan Kristen melalui munculnya aliran Protestan. Mereka tak ubahnya seperti satu tubuh. Perasaan inilah yang menjembatani persetujuan Balfour (1917), yang bila kita cermati saat itu yang menjadi raja Inggris adalah George V, dan Gubernur Jendral di Palestina. Inilah yang disebut dengan Difusi Zionis non Yahudi.
Holocoust merupakan peristiwa yang terjadi pada masa pemerintah Nazi di Jerman pada rentang waktu 30 Januari 1933 hingga 8 Mei 1945. Holocoust berasal dari bahasa yunani kuno yang artinya pengorbanan yang seluruh nya di bakar di altar. Saat ini holocoust digunakan sebagai ungkapan penghalus untuk pembunuhan massal ; genocide (pemusnahan ras) terhadap bangsa lain di sepanjang sejarah. Peristiwa holocoust merupakan salah satu pemicu terjadinya perang dunia II. Awal-awal pembantaian Yahudi, objek dari holocoust adalah bangsa Yahudi. Saat itu bangsa Yahudi menganggap bahwa bangsa mereka sebagai bangsa "pilihan" dan bangsa yang rasnya paling tinggi diantara ras bangsa lain. Hal ini kemudian ditentang oleh Hitler yang segera mengorganisir gerakan untuk melenyapkan bangsa Yahudi di Jerman dan di Eropa. Pada tahun 1935, Hitler mulai mencabut kewarganegaraan para masyarakat Yahudi. Tahun 1939 orang-orang Yahudi mulai dibantai dan pada tahun inilah perang dunia terpicu. Namun, dalam kenyataannya sekarang ini, banyak kalangan yang mempertanyakan kebenaran akan terjadi Holocoust untuk kaum Yahudi ketika itu termasuk presiden Ahmadinejad (Iran) karena banyak hal-hal yang janggal dan tidak umum dalam resensi kejadian yang dimaksud. Pemikiran ini sebagai landasan bahwa ini hanya konspirasi kaum yahudi untuk membenarkan langkah-langkah mereka mendirikan Negara baru di bumi Palestina yang sah.
Bagaimana dengan Zionis di Indonesia?
(Ridwan Saidi, dalam “Jejak Sejarah Yahudi di Indonesia – ISNET homepage)
SEJAK gerakan zionis internasional Freemasonry didirikan di Inggris tahun 1717, orang Yahudi lebih suka menyelubungi aktivitas mereka dengan selimut perkumpulan teosofi yang bertujuan "kemanusiaan". Pengumpulan dana dipusatkan di New York. Sejak 17 November 1875, pimpinannya adalah seorang Yahudi di Rusia, Nyonya Blavatsky. Jurnal The Theosofist, yang diterbitkan di New York, pada terbitan tahun 1881 menyiarkan kabar bahwa Blavatsky mengutus Baron van Tengnagel untuk mendirikan loge, rumah ibadat kaum Vrijmetselarij/Freemasonry di Pekalongan. Kota ini dipilih karena sejak 1868 berubah status dari desa menjadi kota, di samping dikenal sebagai konsentrasi santri di Jawa Tengah. Loge didirikan tahun 1883, tetapi tidak berkembang karena reaksi keras masyarakat berhubung praktek ritualisme mereka, yaitu memanggil arwah. Karena itu, penduduk menyebut loge sebagai gedong setan.
Pengalaman Pekalongan memaksa mereka mengalihkan kegiatan ke Batavia. Dua loge besar didirikan di Jalan Merdeka Barat (sebelumnya bernama Blavatsky Straat), dan Jalan Budi Utomo (sebelumnya bernama Vrijmetselarijweg). Dua loge itu, di samping loge yang didirikan di Makassar, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, menjadi pusat kegiatan ritual saja, untuk Yahudi Belanda dan Eropa, yang bekerja di Hindia Belanda di sektor birokrasi VOC/Pemerintah Hindia Belanda, dan swasta.
Hindia Belanda dianggap negeri yang aman sebagai wilayah operasi mereka, karena penduduk menganggap Yahudi Belanda/Eropa sebagai orang Nasrani. Di samping itu, Gubernur Hindia Belanda selalu menjadi pembina Rotary Club.
Aktivitas ritual belaka berujung pada kebuntuan: gerakan zionis jalan di tempat. Maka, gerakan zionisme intenasional untuk Asia, yang berpusat di Adyar, India, pada 31 Mei 1909 mengutus Ir. A.J.E. van Bloomenstein ke Jawa. Untuk mengubah pola pergerakan, pada 12 November 1912 Bloomenstein berhasil mendirikan Theosofische Vereeniging (TV), yang kemudian mendapatkan rechtpersoon, pengakuan, dan dimuat dalam Staatblaad No. 543.
TV bekerja di kalangan intelektual dan calon intelektual bumiputra. TV pun membiayai Kongres Pemuda I, 1926. Kongres itu bahkan digelar di loge Broederkaten di Vrijmetselarijweg. Akibatnya, ormas pemuda memboikot kongres itu, dan reaksinya adalah, pada 27 dan 28 Oktober 1928 ormas pemuda menggelar Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
Aktivitas zionis yang kian meningkat di Hindia Belanda tidak saja di kalangan masyarakat, melainkan juga di pemerintahan, menjelang dan pasca-Perang Dunia I itu, menggelisahkan orang-orang Jerman. Terutama peran Snouk Hurgronje, Belanda Yahudi, dalam Perang Aceh. Seperti diketahui, Turki sebagai sekutu Jerman gagal membantu Aceh karena panjangnya garis supply. Kehadiran agen zionis internasional Sneevliet di Jawa, yang berhasil mengkader pemuda intelektual Indonesia, makin menguatkan tekad Jerman untuk meruntuhkan pemerintah zionis Hindia Belanda.
Di bidang bisnis, orang Yahudi di Jakarta menguasai pusat bisnis elite di Pasar Baru, Jalan Juanda, dan Jalan Majapahit. Mereka menguasai perdagangan permata, jam tangan, dan kacamata. Pusat hiburan elite di Jakarta juga diramaikan oleh pemusik Yahudi Polandia. Akhirnya, Batavia menjadi salah satu kota zionis yang terpenting di Asia.
Usaha menghidupkan lagi gerakan zionisme masih dilakukan pascakemerdekaan. Pada 14 Juni 1954, berdiri Jewish Community in Indonesia, dipimpin Ketua F. Dias Santilhano dan Panitera I. Khazam. Di dalam anggaran dasarnya dinyatakan, perkumpulan itu merupakan kelanjutan dari Vereeniging Voor Joodsche Belangen in Nerderlandsch-Indie te Batavia, yang berdiri pada 16 Juli 1927.
Tidak jelas, apakah perkumpulan itu di masa reformasi kini masih eksis atau tidak. Namun, pembicaraan yang menyeruak akhir-akhir ini, tentang operasi zionis internasional di Indonesia, kiranya mempunyai dasar yang kuat. Baik ditilik dari sejarah kita maupun data muktahir, seperti kesaksian mantan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, yang termuat dalam memoarnya yang ditulis oleh Ramadhan KH. Di situ antara lain dikatakan, "Saya sendiri tidak pernah punya hubungan dengan Israel, paling-paling, saya ingat, saya pernah datang ke Jalan Tosari memenuhi undangan mata rantai Israel yang ada di Jakarta."
Gerakan Zionis di Indonesia
Di dunia maya. Salah satunya, mereka (zionis) membuat situs www. Libforall. Com yang awalnya (2003) hanya berbahasa Inggris namun beberapa waktu lalu telah pula diluncurkan versi bahasa Indonesia. ( abufaiz97, situs zionis berbahasa Indonesia berkedok Islam, Oase Qalbu), menceritakan banyak sepak terjang kaum zionis dalam gerakan Liberalisme dan Pluralisme (Jaringan Islam Liberal).
Henry Ford sebagai The International Jews ini mengarahkan sasarannya ke umat Islam dunia. Indonesia sebagai negeri kaum Muslimin terbesar dunia menjadi tujuan utama gerakan penghancur agama ini. Berkedok sebagai Islam Pluralis, Islam Liberalis, Islam Damai, Islam Kultural, dan kedok-kedok lainnya, mereka mencoba mendangkalkan agama Allah. Selain membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL), mereka juga melakukan promosi di dunia maya. Salah satunya, mereka membuat situs www. Libforall. Com yang awalnya (2003) hanya berbahasa Inggris namun beberapa waktu lalu telah pula diluncurkan versi bahasa Indonesia. Tujuannya apa lagi jika bukan untuk memperluas cakupan “jualannya”.
Associated Press menulis bahwa CEO LibFor All, Holland Taylor, tengah berupaya menghimpun tokoh-tokoh Liberalis dan Pluralis ber-KTP Islam di seluruh dunia untuk membentuk satu jaringan “Muslim Moderat”. Inilah kalimatnya: “Pendiri-bersama LibForAll C. Holland Taylor sedang menghubungkan para pemimpin Muslim moderat dalam sebuah jaringan mercusuar di dalam dunia Islam yang akan mempromosikan toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah. ”, dan “Kebebasan beribadah” di sini diartikan sebagai “Walau Anda Muslim, Anda bebas memilih mau sholat apa tidak. Itu terserah kepada Anda” Sebab, bukan rahasia umum lagi jika kelompok ini orang-orangnya sering tidak sholat.
(Sumber : Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi, Hartono Ahmad Jaiz, Darul Falah – JKT, Cet.1 Juli 2004, hal.158-164 ) Tidak cukup hanya dengan Jaringan Islam Liberal untuk mengaduk-aduk aqidah umat Islam, Gerakan ghazwul Fikri ini pun diramaikan dengan banyak organisasi yang didanai oleh TAF (The Asia Foundation) menyebarkan racun ke seluruh penjuru negeri. Sebut saja, Paramadina dengan Fiqih Lintas Agama, Siti Musdah Mulia dengan “Kompilasi Hukum Islam”, dan jangan lupa JIL dengan “komunitas Utan Kayu” dengan segenap media baik cetak atau pun maya.
Thursday, April 22, 2010
Menunggu Soulmate without "pacaran"
Ada yang lucu ketika aq dan teman-teman semasa SMA berdiskusi, topik kami ketika itu tidak jauh dari masalah cowok keren dan sekitarnya dan bagaimana kelak kita bertemu dengan pujaan hati kami untuk mencintainya, menikah dengannya sampai melahirkan anak-anak tercinta.
Ada Sus, yang sudah punya pacar hampir tiap malam minggu tidak pernah absen mengapelinya.
Ada Pho, yang juga sudah punya pacar yang begitu care dengan keseharian, sudah dekat sekali dengan ortunya, malah.
Ada Neng, yang belum punya pacar tapi dapat pengalaman tak terduga (surprise ditengah kedekatan seorang teman) nya.
Ada Tre, yang selalu ingin punya pacar yang ideal di matanya, keren, ganteng, kaya dan romantis
Ada juga aku sendiri yang tidak jauh berbeda dari mereka semua.
Uuuh, Anak muda! Hampir tidak ada yang melontarkan pendapat di antara kami bahwa kelak di antara kami ada yang menikah dengan orang yang tidak pernah kita duga, alias dia bukan siapa-siapa sebelumnya. Bukan teman kita, apalagi pacar kita. Orang yang hadir di kehidupan kita tanpa terduga tetapi dihadirkan untuk mengisi hari-hari cinta kita dalam rumah tangga kita.
Kala itu, hampir semua teman mengiyakan tanda persetujuannya untuk mengatakan "Tidak mungkin lah bisa cinta sama orang kalau kita belum mengenalnya. itu lah guna nya pacaran!"
Atau, "Pacaran habis nikah???? Please deh.....dijodohin gitu? aduuh masih ada emang? zaman Siti Nurbaya kaleee"
Huft!! komentar sejenis banyak lagi yang intinya hampir-hampir menafikkan kemungkinan itu akan terjadi kelak dalam kehidupan salah satu dari kami, contohnya dalam kehidupanku sendiri.
Aku sendiri beberapakali menjalani kehidupan percintaan ala remaja seumurku waktu itu, Acara jalan kaki pulang sekolah, nonton di bioskop, jalan-jalan, makan di warung bakso langganan, kirim kartu ucapan (ops! sorry belum ada hp/sms bro...), sering mencuri waktu untuk sekedar melongok ke jendela kelas dengan harapan bisa sekedar melihat bayangan si dia. Moment indah ala remaja SMA plus menjelang dewasa, romansa percintaan kami juga berbeda tapi sayang ketidaksiapan kami menjawab pertanyaan orangtuaku yang menginginkan hubungan ini diarahkan ke jenjang pernikahan membuat semua keindahan itu berakhir, kami putus, berpisah dan kesedihan hadir di hati aku dan dia.
Patah hati? ya....., tapi hal itu kemudian terobati ketika hadir sosok lainnya yang memberi warna lain, kejadian itu terulang lagi, sakit hati lagi? ya...., mencoba lagi kesempatan lain untuk yang kesekian kali. Dan satu persatu teman-teman dekatku mulai memasuki gerbang pernikahan termasuk diriku. Kami semua menikah dengan pilihan hati kami dan semuanya kami lewati setelah melewati langkah awal "penjajakan" sebelumnya. Pacaran? so pastinya.
Tetapi satu persatu kemudian, sekian tahun lama setelah menyebar undangan dan melahirkan anak pertama dan kedua, satu persatu pula kudengar berita perpecahan dan perpisahan dari mereka. Ada dari mereka bahkan babak belur karena korban ringan tangan dari suami pilihan hatinya. Duuuuh, aku sendiri tidak lebih bagus lagi. Pernikahanku berakhir setelah hampir satu dasawarsa kami coba untuk mempertahankannya.
Kucari jawaban atas semua kejadian yang menimpa ini, ku telaah lagi kesalahan-kesalahan yang pasti sudah kutimpakan dalam kehidupan karena aku yakin, Allah tidak akan menimpakan sesuatu kecuali karena kesalahan HambaNya sendiri, dan kesalahanku dari awal adalah selalu mendahulukan logika di atas segalanya. Jalan awal yang salah.
Alhamdulillah! Tuntunan hidayahNya pula yang mempertemukan aku dengan lelaki sederhana ini. Lelaki yang banyak mengajarkan hal-hal baru dalam kehidupanku, lelaki yang kuminta di penghujung malam di setiap tahajudku. Lelaki ini lah jawaban Allah dari pertanyaanku di padang Arafah (Saat umroh April 2007), Lelaki yang dihadiah olehNya atas kesungguhanku yang belum seberapa ini untuk meminta jodoh hanya kepadaNya semata. Lelaki yang hadir tanpa aku mengenalnya atau melewati masa pacaran sebelum pernikahan kami, bahkan jarak antara kami pun terbentang oleh samudera yang luas. Lelaki tulus yang mencintaiku apa adanya dan memberiku hari-hari indah setelah gerbang pernikahan kami gelar satu minggu setelah hari raya Iedul Fitri, dan cinta itu ternyata benar-benar hadir dan ada di hati kami. Cinta yang kuberikan karena Allah menganugerahkannya dalam rumah tangga kami.
Cinta dan sayang itu aku rasakan persis setelah pertama kali lelaki itu menyentuhkan tangannya yang penuh doa setelah upacara ijab kabul dan semua prosesinya. Perasaan damai itu datang, setelah kami berdua menunaikan shalat dua rakaat di malam pernikahan kami. Aku mencintainya ya Allah.... terima kasih telah KAU anugerahkan lelaki ini dalam kehidupanku. Jadikan kami selalu dalam LindunganMu, Anugerahi kami kasih sayang dan saling mengasihi selalu karenaMU semata, agar kami ikhlas menjalani semua sampai khusnul khotimah memisahkan kami, Amien.
Setelah semua ini, now I will definitely for sure saying : "Get your love and your loving soulmate after married!, it's amazing!" Pacaran setelah menikah? why not......
I do Love U, Abee
Wednesday, April 21, 2010
Harga dirimu= kehormatanmu.
Dinihari dalam Muhasabah ; Untuk ku dan untukmu Sahabat....
Ah... sahabat ku sayang, percayalah...... sehebat apapun harta, gelar, kedudukan, pangkat, atau atribut dunia apapun yang lainnya tidak akan pernah berharga jika kita tidak memiliki harga diri.
Hidup di dunia ini hanya satu kali, hanya sebentar (tengoklah berapa banyak disekeliling kita yang telah mati muda mendahului usia kita, padahal mereka cukup sehat, cukup kuat, ataw mereka baru saja terlahir ke dunia?).
Kita harus bersungguh-sungguh meniti karir di kehidupan kita ini menjadi orang yang memiliki harga diri dan terhormat dalam pandangan Allah SWT dan juga terhormat dalam pandangan orang-orang beriman. Kematian pun, harus kita rindukan menjadi sebaik-sebaik kematian (Khusnul Khotimah) yang penuh kehormatan dan kemuliaan.
Langkah awal yang perlu kita bangun dalam kehidupan ini adalah tekad untuk menjadi seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai mati! seperti halnya Rasulullah SAW yang memulai karir kehidupannya dengan gelar kehormatan Al-Amien (seorang yang dapat dipercaya).
Langkah-langkah berikut, adalah awal bagi kita untuk berbenah diri membangun harga diri untuk kemuliaan hidup dan mati yang tengah menanti. :
1. Jangan pernah berbohong dalam hal sekecil apapun
2. Jagalah lisan!
3. Jangan sok tahu atau sok pintar dengan menjawab setiap pertanyaan.
4. Jangan pernah membocorkan rahasia atau amanah dari orang lain, terlebih membeberkan aib orang lain.
5. Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji.
6. Biasakan selalu untuk tepat waktu (ontime)
7. Jangan pernah berpikir licik dan serakah
8. Bersikaplah transparan
9. Bersikaplah terbuka
( uuuh.... berat banget ya?? menjadi orang yang punya harga diri) ternyata..... but come on, we have to try it (specially for myself) to be the best person in this world.
Jika ada di antara kita yang merasa nyaman dengan harta, gelar, pangkat, jabatan dan kedudukan, yakinlah! bahwa itu cuma "topeng" saja.. kita harus membangun kehormatan diri kita dalam pandangan Allah agar kita dapat ikhlas melakukannya, bukan karena niat ingin dipuji.
Apalah artinya mempunyai mobil bagus kalau orang lain tahu kita ini penipu, pendusta, maling? apalah artinya mengenakan seragam yang gagah? tapi orang juga tahu kalau kita ini peminta-minta, tukang peras dan backing judi?
Walhasil, walaupun kita tidak memiliki aksesoris dunia sehebat orang lain, akan tetapi gigihlah terus untuk membangun dan menjaga kehormatan diri kita, sebagai seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai kita mati kelak!
InsyaAllah.
Diambil dari : "Menggapai Qolbun Salim -Bengkel hati menuju akhlak mulia" By Abdullah Gymnastiar
Ah... sahabat ku sayang, percayalah...... sehebat apapun harta, gelar, kedudukan, pangkat, atau atribut dunia apapun yang lainnya tidak akan pernah berharga jika kita tidak memiliki harga diri.
Hidup di dunia ini hanya satu kali, hanya sebentar (tengoklah berapa banyak disekeliling kita yang telah mati muda mendahului usia kita, padahal mereka cukup sehat, cukup kuat, ataw mereka baru saja terlahir ke dunia?).
Kita harus bersungguh-sungguh meniti karir di kehidupan kita ini menjadi orang yang memiliki harga diri dan terhormat dalam pandangan Allah SWT dan juga terhormat dalam pandangan orang-orang beriman. Kematian pun, harus kita rindukan menjadi sebaik-sebaik kematian (Khusnul Khotimah) yang penuh kehormatan dan kemuliaan.
Langkah awal yang perlu kita bangun dalam kehidupan ini adalah tekad untuk menjadi seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai mati! seperti halnya Rasulullah SAW yang memulai karir kehidupannya dengan gelar kehormatan Al-Amien (seorang yang dapat dipercaya).
Langkah-langkah berikut, adalah awal bagi kita untuk berbenah diri membangun harga diri untuk kemuliaan hidup dan mati yang tengah menanti. :
1. Jangan pernah berbohong dalam hal sekecil apapun
2. Jagalah lisan!
3. Jangan sok tahu atau sok pintar dengan menjawab setiap pertanyaan.
4. Jangan pernah membocorkan rahasia atau amanah dari orang lain, terlebih membeberkan aib orang lain.
5. Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji.
6. Biasakan selalu untuk tepat waktu (ontime)
7. Jangan pernah berpikir licik dan serakah
8. Bersikaplah transparan
9. Bersikaplah terbuka
( uuuh.... berat banget ya?? menjadi orang yang punya harga diri) ternyata..... but come on, we have to try it (specially for myself) to be the best person in this world.
Jika ada di antara kita yang merasa nyaman dengan harta, gelar, pangkat, jabatan dan kedudukan, yakinlah! bahwa itu cuma "topeng" saja.. kita harus membangun kehormatan diri kita dalam pandangan Allah agar kita dapat ikhlas melakukannya, bukan karena niat ingin dipuji.
Apalah artinya mempunyai mobil bagus kalau orang lain tahu kita ini penipu, pendusta, maling? apalah artinya mengenakan seragam yang gagah? tapi orang juga tahu kalau kita ini peminta-minta, tukang peras dan backing judi?
Walhasil, walaupun kita tidak memiliki aksesoris dunia sehebat orang lain, akan tetapi gigihlah terus untuk membangun dan menjaga kehormatan diri kita, sebagai seorang muslim yang sangat jujur dan terpercaya sampai kita mati kelak!
InsyaAllah.
Diambil dari : "Menggapai Qolbun Salim -Bengkel hati menuju akhlak mulia" By Abdullah Gymnastiar
Monday, April 19, 2010
Saat Hidayah datang menyapa, Raih, Simpan dan Rawatlah selalu
Subhanallah....
Ketika hidayahNya datang...... dan tak lagi ada penghalang, semuanya jadi terasa begitu indah. Kelu rasanya lidah untuk bisa mengucapkan arti dari keindahan rasa dari sebuah hidayah yang tak akan datang untuk kesekian kalinya, karena begitu banyak orang yang mencarinya tapi lelah dan putus asa karena tak kunjung mendapatkannya, ada juga orang yang berlari mengejarnya tapi hanya nafas terengah dan liur haus dahaga yang terasa, tapi sang hidayah... tak juga dapat diraihnya. Dan hanya orang-orang yang beruntunglah yang diperkenankanNya untuk meraihnya, merangkulnya... dan menyimpannya untuk selalu dirawat dalam hari-hari panjang yang akan dilalui... agar hidayah tak akan kembali pergi.
Ada yang spesial saat kutatap layar TV di acara "Zona Memory" stasiun favoritku menayangkan beberapa penyanyi lawas dengan tembang-tembang hits andalan mereka. Beberapa dari mereka tak banyak berubah, baik gaya, tingkah laku, senyum, fashion dan hal-hal lainnya, walau raut wajah mereka jelas menggambarkan berapa usia mereka kini dibalut make up tebal dan pantulan sinar lampu kamera. Suara mereka masih tetap merdu, walau jelas beberapa nada kadang tak dapat lagi mereka perdengarkan dengan sempurna seperti dulu... ketika mereka bersinar 10 tahunan yang lalu.
Dan, airmataku menetes..... rasa haru tiba-tiba datang menyergap. Ada salah satu dari artis lawas tersebut yang tampil memukau bak mutiara bersinar di antara selebritis 90 yang lainnya. Sosok yang dahulu begitu cantik, mungil dan seringkali terbalut dengan busana up to date ala selebritis itu tampil menebarkan pesona yang lain. Subhanalllah... kata-kata itu meluncur dari mulutku melihat penampilannya pada acara itu, tak ada kata yang tepat untuk melukiskan kekagumanku akan keberaniannya mengubah arah hidupnya, mengubah penampilannya, mengubah jati dirinya untuk menjadi seorang muslimah yang sempurna. Sebut saja artis itu, NIP yang telah menutup seluruh auratnya, Dia tampil begitu anggun dan mempesona menjelma persis seperti salah satu artis lain yang telah lebih dulu mengulurkan hijabnya (IKH) setelah sekian lama terkenal menjadi primadona untuk acara buka paha dan dada. Belum lagi cerita artis lain, yang alhamdulillah telah mendedikasikan sisa hidupnya penuh makna untuk banyak hal bermanfaat dan meninggalkan maksiat semampu dirinya walau sakit keras (tumor otak) dan vonis dokter telah didengarnya bahwa usianya tak akan bertahan lama, itu semua dia lakukan untuk menebus kesalahannya karena tidak menjalankan semua aturanNya dalam hidupnya dan berbangga dengan kecantikan yang dititipkanNya, dan di usia 34 tahun Allah memanggilnya untuk menghadapNya (Alhamdulillah) dalam khusnul Khotimah. Allahummaghfirlaha... warhamha.... (selamat jalan mbak ERL)
Ya Allah...., Aku bersyukur karena telah Engkau titipkan Hidayah itu pula dalam hidupku, dalam hidup teman-temanku, dalam hidup keluargaku, dan dalam hidup orang-orang yang kusayangi yang tak dapat kusebutkan semua di sini. Tapi aku yakin, karena Engkau adalah Yang Maha Melihat dan Maha Teliti... tidak akan Engkau salah untuk membagi curahan RahmatMu untuk selalu menjaga kami selalu dalam LindunganMu agar hidayahMu ini dapat selalu kami jaga sampai akhir hayat kami.
Tanpa PenjagaanMu Rabb, kami tak akan dapat bertahan melewati semua ini, begitu banyak godaan dunia, begitu indahnya nafsu menipu, belum lagi semua tipu daya dari musuh nyata kami. Sungguh, Rabbi... Jangan pernah tinggalkan kami, Jangan balikkan hati kami kembali menjadi orang-orang yang bangga dengan dosa dan perhiasan dunia. Penuhilah dada kami dengan cinta dan pengharapan hanya kepadaMu, agar kami dapat berbangga menghadapMu dengan iman dan amal yang sedikit ini.
Amien.
Ketika hidayahNya datang...... dan tak lagi ada penghalang, semuanya jadi terasa begitu indah. Kelu rasanya lidah untuk bisa mengucapkan arti dari keindahan rasa dari sebuah hidayah yang tak akan datang untuk kesekian kalinya, karena begitu banyak orang yang mencarinya tapi lelah dan putus asa karena tak kunjung mendapatkannya, ada juga orang yang berlari mengejarnya tapi hanya nafas terengah dan liur haus dahaga yang terasa, tapi sang hidayah... tak juga dapat diraihnya. Dan hanya orang-orang yang beruntunglah yang diperkenankanNya untuk meraihnya, merangkulnya... dan menyimpannya untuk selalu dirawat dalam hari-hari panjang yang akan dilalui... agar hidayah tak akan kembali pergi.
Ada yang spesial saat kutatap layar TV di acara "Zona Memory" stasiun favoritku menayangkan beberapa penyanyi lawas dengan tembang-tembang hits andalan mereka. Beberapa dari mereka tak banyak berubah, baik gaya, tingkah laku, senyum, fashion dan hal-hal lainnya, walau raut wajah mereka jelas menggambarkan berapa usia mereka kini dibalut make up tebal dan pantulan sinar lampu kamera. Suara mereka masih tetap merdu, walau jelas beberapa nada kadang tak dapat lagi mereka perdengarkan dengan sempurna seperti dulu... ketika mereka bersinar 10 tahunan yang lalu.
Dan, airmataku menetes..... rasa haru tiba-tiba datang menyergap. Ada salah satu dari artis lawas tersebut yang tampil memukau bak mutiara bersinar di antara selebritis 90 yang lainnya. Sosok yang dahulu begitu cantik, mungil dan seringkali terbalut dengan busana up to date ala selebritis itu tampil menebarkan pesona yang lain. Subhanalllah... kata-kata itu meluncur dari mulutku melihat penampilannya pada acara itu, tak ada kata yang tepat untuk melukiskan kekagumanku akan keberaniannya mengubah arah hidupnya, mengubah penampilannya, mengubah jati dirinya untuk menjadi seorang muslimah yang sempurna. Sebut saja artis itu, NIP yang telah menutup seluruh auratnya, Dia tampil begitu anggun dan mempesona menjelma persis seperti salah satu artis lain yang telah lebih dulu mengulurkan hijabnya (IKH) setelah sekian lama terkenal menjadi primadona untuk acara buka paha dan dada. Belum lagi cerita artis lain, yang alhamdulillah telah mendedikasikan sisa hidupnya penuh makna untuk banyak hal bermanfaat dan meninggalkan maksiat semampu dirinya walau sakit keras (tumor otak) dan vonis dokter telah didengarnya bahwa usianya tak akan bertahan lama, itu semua dia lakukan untuk menebus kesalahannya karena tidak menjalankan semua aturanNya dalam hidupnya dan berbangga dengan kecantikan yang dititipkanNya, dan di usia 34 tahun Allah memanggilnya untuk menghadapNya (Alhamdulillah) dalam khusnul Khotimah. Allahummaghfirlaha... warhamha.... (selamat jalan mbak ERL)
Ya Allah...., Aku bersyukur karena telah Engkau titipkan Hidayah itu pula dalam hidupku, dalam hidup teman-temanku, dalam hidup keluargaku, dan dalam hidup orang-orang yang kusayangi yang tak dapat kusebutkan semua di sini. Tapi aku yakin, karena Engkau adalah Yang Maha Melihat dan Maha Teliti... tidak akan Engkau salah untuk membagi curahan RahmatMu untuk selalu menjaga kami selalu dalam LindunganMu agar hidayahMu ini dapat selalu kami jaga sampai akhir hayat kami.
Tanpa PenjagaanMu Rabb, kami tak akan dapat bertahan melewati semua ini, begitu banyak godaan dunia, begitu indahnya nafsu menipu, belum lagi semua tipu daya dari musuh nyata kami. Sungguh, Rabbi... Jangan pernah tinggalkan kami, Jangan balikkan hati kami kembali menjadi orang-orang yang bangga dengan dosa dan perhiasan dunia. Penuhilah dada kami dengan cinta dan pengharapan hanya kepadaMu, agar kami dapat berbangga menghadapMu dengan iman dan amal yang sedikit ini.
Amien.
Friday, April 9, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)

