Friday, 26 March 2010
Jakarta time (WIB) sekitar pk.11:30PM
but karena saya sekarang ini ada di WITA, waktu sudah menunjukkan dini hari di 00:30 WITA
tapi saat-saat seperti ini lah, saya baru bisa rehat sejenak dari kesibukan mengurus ElGaza (9Bln) yang
hanya bisa tertidur jika saya ada disampingnya.
Beberapa minggu yang lalu saya sengaja menyempatkan diri mengikuti Seminar yang membahas "PEDE bicara tentang Seks dengan anak di usia Dini" dan baru sejam yang lalu (Pk.22:30WIB) juga saya baru saja menyaksikan salah satu acara di Metro TV yang dipandu mbak Frida dan Pak Anis Baswedan. Save Nation kali ini menampilkan ibu Elly Risman (Psikolog ) dan Ibu Wina (salah satu narasumber sebagai orangtua korban) membahas tema Pornografi yang begitu menakutkan bagi saya pribadi selaku ibu dan orangtua dari balita saya yang kelak akan berkembang tumbuh dewasa.
Fren, Sadar ga sih kita bahwa bahaya pornografi mengancam kehidupan anak-anak kita? buah hati yang kita cintai? generasi penerus kita yang (seharusnya) kita harapkan lebih baik lagi dari jaman para ortunya? Buah cinta yang kita harap bisa jadi orang terpandang, orang berguna? anak sholeh/sholehah?
Coba deh fren, para ortu... listing lagi harapan-harapan kita bagi anak-anak kita kelak? adakah dari listing yang kita buat itu, kita tulis kalau mereka kelak bisa jadi maling? pemerkosa? koruptor? Penjahat? pembunuh? atau karakter lain yang saya yakin 1000% tidak akan pernah terlintas di pikiran kita sebagai ortu.
Hmmmm...... Setelah melihat listing itu, terus coba kita lihat lagi sudah seberapa kuat usaha yang kita kerahkan untuk mendidik dan menjaga buah cinta kita dari virus pornografi? Sudah seberapa banyak waktu kita yang kita alirkan buat menjaga mereka dari wabah porno? 5 menit sehari? 15 menit? atau malah kurang daripada itu? sementara kita sibuk mencari banyak cara untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka, memberi mereka perangkat mahal modern Gadget dengan alasan kebutuhan vital padahal hanya sekedar latah? atau gengsi karena tetangga dan rekan-rekan juga melakukannya?
"Opps!! Anak saya sudah saya sekolahkan di Sekolah Agama kok bu.....
"Ohh... ga mungkin lah, anak saya kan sudah saya ikutkan les di ibu ustadzah yang terkenal itu lho..."
"Aduuh bu, kok lebay banget sih.. Anak saya itu kan sudah saya masukkan pesantren lho bu... Jadi ga mungkin banget!"
"Ga lah bu.. anak saya baik-baik saja, penurut kok! ga pernah main ke mana-mana, di rumah saja tuh. Teman-temannya juga saya tahu, paling-paling cuma minta video games aja kok bu. "
Sering sekali saya mendengar komentar dari para ortu yang merasa anaknya sudah aman dari kepungan dan wabah virus pornografi, padahal virus ini justru hadir di tengah rumah tangga kita, di tangan anak kita, di antara sibuknya anak kita mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kita seringkali tidak sadar, bahkan (seringkali ibu Elly Risman berkomentar) abai / in absentia terhadap apa yang sedang kita hadapi di era yang serba teknologi canggih ini.
Klik!.. dengan sekali sentuh saja, apa yang tidak kita harapkan anak-anak kita bisa lihat, bisa dengan mudah hadir di hadapan matanya. Gadget canggih, Video Games, Komik, Tontonan TV, Koran dan Tabloid, dan sekarang ini internet/dunia maya. Waduuuh..... banyak sekali medianya, dan tanpa sadar para ortu yang memberikan semua media itu ke tangan buah hatinya tanpa kontrol yang memadai, dan yang paling seru... ketika kita sebagai orangtua bahkan tidak bisa menggunakan Gadget canggih yang kita hadiahkan ke buah hati kita, buta aksara dalam aplikasinya. Ironis bukan???
Coba deh Fren ( all of the Smart Parents), please.... Jangan naif dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini, buka mata lagi lebih lebar.... baca keras-keras headline dari surat kabar yang beredar di seluruh pelosok negeri ini? ( Anak kelas 4 SD yang memperkosa Balita, Anak SMP yang memperkosa setelah nonton CD Porno bersama teman-teman sekelasnya? ?Incest? Sodomi? ) berapa banyak kasus pemerkosaan dalam satu hari? Siapa pelaku kejahatan itu? Jangan bilang "Ga mungkin anak saya..."
Fren.. I believe if you are smart parent and care much about your kid's future, Anda semua akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga buah hati kita dari virus pornografi yang menakutkan ini. Virus yang akan membuat kerusakan permanen di otak-otak jernih mereka, Virus yang akan mengubah dunia indah mereka menjadi penuh dengan content porno, Virus yang akan memaksa mereka menjadi "dewasa" sebelum waktunya bagi mereka untuk berkembang, Virus yang akan menjebak mereka menjadi pelaku dari apa yang koran dan media itu kabarkan tentang pemerkosaan dan sejenisnya.
Berikut ini adalah tips kecil yang bisa kita semua aplikasikan untuk menjaga buah hati kita dari bahaya pornografi.
So, Smart Parents.... Harap tingkatkan kewaspadaan Anda jika Anda melihat anak anda mengalami gejala-gejala di bawah ini :
1. Menghindari Eye Contact saat berkomunikasi
2. Melakukan reaksi yang berlebihan ketika dilarang melakukan kegiatan kesukaannya terutama yang
berhubungan dengan dunia Maya baik via Gadget atau pun layar monitor Laptop anda.
3. Sering "menyepi" sendiri di dalam kamar pribadinya
4. Sering mondar-mandir ke kamar kecil, padahal anak kita sehat-sehat saja
5. Tidak terlalu mempunyai banyak teman yang sesuai dengan usianya
Siapkan diri anda untuk segera menindaklanjuti situasi di atas agar tidak berkembang lebih jauh lagi, Investigasi anak dan lingkungan sekitar ( Verifikasi dengan sedetailnya untuk mendeteksi apakah anak kita sudah terkena demam porno?), Jika anda berpikir anda bisa segera mengatasinya di saat yang paling dini, maka lakukanlah secepatnya. Jangan menunggu anak anda berada di bibir jurang sedangkan anda tidak menyadarinya.
Jika memang situasi dan kondisinya mengharuskan kita memberikan perangkat modern canggih kepada buah hati kita, maka sebaiknya anda melakukan langkah-langkah di bawah ini :
1. Buatlah perjanjian dengan anak kita seberapa lama dan sering mereka bisa menggunakan perangkat
tersebut.
2. Luangkan waktu untuk memberi penjelasan sedetailnya tentang keuntungan menggunakan perangkat
tersebut juga efek buruknya, berikut jangan lupa kunci pemahaman mereka dengan pengetahuan agama.
3. Temani anak-anak kita sebisa mungkin ketika mereka menggunakan perangkat tersebut.
4. Gali dan tingkatkan pengetahuan kita sebagai orangtua seiring perkembangan teknologi, ingat! anak kita
akan hidup di dunia yang akan datang, bukan dunia darimana kita para orangtua berasal .
5. Jangan Eksport Tanggung Jawab sebagai orangtua ke lembaga Pendidikan terkait (TPA, SD, SMP, atau
sekolah-sekolah lainnya)
6. Berikan pendidikan seks yang diperlukan pada usia dini mereka sesuai dengan tingkatan usia dan
pemahaman mereka.
7. Tingkatkan terus komunikasi dan pemahaman Agama yang akan menjadi kunci kehidupan mereka di
saat kita tidak mempu mengawasi mereka sepenuhnya.
So, be confident now being a smart parent... walaupun kita tidak pernah mengambil pelajaran bagaimana seharusnya menjadi orangtua, paling tidak belajar lah untuk bijak menyikapi keingintahuan anak-anak kita tentang Seks yang seharusnya dan sepantasnya di usia mereka.
Be Smart, Be confident and Be careful always Fren.... Virus pornografi more dangerous than Narkoba!
Sumber : Seminar Parenting With ibu Elly Risman (yayasan buah hati)
Save Nation Metro TV, Kamis, 25 Maret 2010
6
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment