Pages

Friday, March 19, 2010

Kumpulan Cerpen Lucu (Opik dan Nek Umi )

Thursday, 18 Maret 2010

Opik, salah satu dari barisan "pasukan bodrex" keponakan saya. Dia terkenal sebagai salah satu keponakan yang paling banyak ulah, banyak akal, n yang satu ini banyak ngomong. Keluarga besar cukup memakluminya coz bagi kami anak kecil seusianya waktu itu memang perlu stimulasi untuk eksplorasi kan??

Salah satu ulahnya yang menggelitik saya setiap kali mengingatnya : ketika Saya dan beberapa anggota keluarga besar dan kebetulan ada teman kantor  yang sedang datang berkunjung berkumpul di kamar pribadi saya, waktu sudah menunjukkan waktunya bagi kami untuk segera menjalankan ibadah sholat maghrib. Nah, ketika itu usia Opik belum lagi genap 4 tahun, tapi itu tak mampu menutupi kecerdasannya dalam menjawab pertanyaan apapun yang disodorkan kepadanya.

Kami sudah bersiap menggelar sajadah untuk segera melaksanakan sholat, dan teman kantor saya secara tidak sengaja menegur Opik, sebab dilihatnya Opik tidak shalat menghadap kiblat seperti yang seharusnya.
"Pik, kalo kita sholat...... kita menghadap kemana hayooooo ? "

Tanpa merubah posisi tubuhnya, Opik menjawab tegas : " hadap ke depan....tante... "
he...he...he... segera saja jawaban Opik membatalkan segala persiapan sholat maghrib kami karena tak kuasa menahan geli.
Waduuuh.. waduuuh Opik... Sholat kok menghadap ke depan, yang benar itu.. sholat menghadap kiblat dong. Ada-ada saja Opik ini, begitu mungkin yang terpikir oleh kami ketika itu. Dasar Opik!


Nah ini, cerita lain lagi tentang kelucuan ibunda kami ( Nek umi panggilan sayang kami ),

Walaupun nek Umi tidak dibekali orangtuanya pendidikan tinggi seperti kami anak-anak beliau, tapi nek Umi adalah seorang ibu yang tidak pernah lelah dan putus asa untuk selalu menambah wawasan dan keilmuannya. Bahkan, di kalangan para ibu lain dalam lingkungan beliau, Nek Umi seringkali merasa agak susah mencari lawan seimbang untuk teman bicaranya sebab kebanyakan ibu-ibu atau nenek yang menjadi partnernya tidak dapat mempunyai wawasan yang cukup ketika diajak nek Umi untuk berdiskusi soal politik (misalnya skandal di DPR, jual beli suara pemilu, dst), soal ilmu-ilmu kontemporer dalam Agama, bahkan juga soal yang menjadi issue dunia internasional (seperti Palestina, Amerika, Zionis, Bosnia, dsb), maklum aja fren.... Penyiar Favorit nek Umi : Najwa Sihab dan Mutia Hafidz, Acara Fave-nya nih Fren... : Top of The Top, Editorial, and berita-berita di stasiun TV lain, bahkan beliau pun hafal jadwal tayang semua acara tersebut.

Soal kemampuan bahasa asing??? rupanya dalam bidang yang ini pun beliau tidak mau kalah juga dari anak-anaknya. Nek Umi cukup pede menjawab ketika kami bertanya sekedar testing "Confidence" Language beliau, sebab kami cukup dibuat bingung ketika melihat beliau sedang santai menonton acara tv yang menayangkan film berbahasa Inggris.
"Lho, kok nenek nonton film barat??? memang ngerti nek? "
Tanpa menoleh dari layar TV, beliau menjawab pendek, "Ngerti dong... Umi kan juga bisa bahasa Inggris dikit-dikit. "
Adikku yang kebetulan berada di situ, segera saja menyela pembicaraan kami, "coba ya, di test dulu..... kalo Thank you, apa artinya nek?"
"Gampang...., terima kasih kan??? " Sergah nek Umi tidak mau kalah
Adikku tambah penasaran... "kalo OK nek? "
"OK?.... ooooh, berarti mau...., setuju gitu... iya kan? "
Jawaban nek Umi membuat kami tambah melebarkan senyuman, tapi rupanya adikku tidak juga mau menyerah, sekali lagi terdengar pertanyaannya.
"nah.. kalau What? itu apa nek artinya.... ?"

"duuuh.... nanya mulu" rupanya nek Umi setengah jengkel mendapat berondongan pertanyaan di tengah-tengah keasyikannya menonton TV, tapi tak urung tetap dijawabnya juga. " What... What.... " Beliau menggerak-gerakkan telunjuknya, menandakan sedang berpikir keras. He...he...he.... kami mengira nek Umi tak akan bisa menjawab kali ini.

"Oooh... What, Umi tahu kok arti What..., What itu kan artinya Lampu, iya kan??? 10 watt, 15 watt... "
Sahut nek Umi penuh percaya diri, dan sontak jawabannya memancing gelak tawa kami, cukup membuat sakit perut karena kaku menahan geli.
Aduuuh.. nenek, masa iya sih, What jadi Watt nya lampu... Dasar Bunda tersayang! tetaap aja ga bisa kalah.

No comments: