
Sunday, 14 Maret 2010
Hmmmmm..., ga nyangka banget kalo akhirnya My Abee merealisasikan janjinya yang sudah lama aku tunggu (*maklum fren, sejak usia kehamilan anak pertama kali di bulan ke-4) aku benar-benar mimpi berjalan-jalan di pantai.
Hik...! kelihatannya sepele ya?? tapi gimana dong, kalo aku hidup n tinggal di pulau Jawa, memang kedengarannya agak aneh, masa ke pantai aja sampe mimpi ber bulan-bulan, plus harus nunggu melahirkan anak dulu lagi, eh... begitu sudah lahir, harus nunggu 9 bulan lagi, sampai akhirnya mimpi itu jadi kenyataan. Jadi, ajaib kan, ke pantai aja susssssssaaah banget. Selidik punya selidik, ternyata harus diketahui nih Fren, kalo aku dan keluarga kecilku yang baru ini tinggal di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, di mana tidak ada pantai di sini kecuali berada pada jarak puluhan kilo dari pusat kota. Memang sih Banjarmasin itu terkenal dengan nama kota Seribu Sungai, tapi ga ada hubungannya dengan pantai kan?? sebab pantai itu kan laut bukan sungai.
Nah, kembali ke awal cerita nih, pokoknya My Abee ini sudah sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kepergian kita ke Tangkisung Beach sehari sebelumnya, padahal Abee itu super sibuk lho, maklum segala sesuatu yg berhubungan dengan bisnisnya masih dikerjakan sendiri n kebanyakan manual. Terios terbaru sudah menunggu di garasi, eh aku pikir aku yang akan menyetir Terios untuk perjalanan sejauh ini (*dumel di dalam hati mode on*), tapi Abee memang baik hati lho... dia sudah memanggil sohib kentalnya dari kota Cantik, Palangkaraya untuk menemani tugas menyupir. Plus ada Kakak Ipar n 3 keponakan centil yang ikut dalam perjalanan kami.
Starting journey, dari rumah kami di daerah Kayu Tangi, Banjarmasin Utara and Thanks to God ternyata aku dipensiunkan dari tugas membawa kendaraan... hik...hik... padahal aku sudah rada bad mood (*maklum jelang PMS), at 9:00 AM we left home, Terios is very comfort car, buktinya kami semua dibuat ngantuk...ga ajrut ajrutan.. n bikin mual perut. waaah, jadi iklan ya?? but memang begitu realnya.
Mampir sebentar di Pom bensin, kita sudah memasuki areal luar kota, Masuk di wilayah Liang Anggang, suasana sudah berubah 180 derajat, soalnya Banjarmasin itu ramai banget meskipun kalah jauh dari Jakarta. Liang Anggang kita lewati, kemudian Bati-Bati.. wuihhhh enak nih, ada banyak orang jualan Jagung Manis, siap untuk disantap hangat-hangat tapi kita tunda dulu cerita Bati-Bati ini sebab tujuan kita kan ke Tangkisung Beach.
Meski sempat tergoda untuk turun mampir di daerah Bati Bati, tapi Terios kita tetap PD meluncur. My Baby ElGaza (9month Only) benar-benar bertingkah manis hari ini, dia tidak menangis dan rewel tapi ceria, eh malah ngajak kita semua bercanda.. lucu ya dia.
Ga terasa, Bati Bati lewat n sekarang Kota Pelaihari ada di depan mata.. maklum kota ini kan lebih kecil dari Banjarmasin, jadi untuk ukuran kota kecamatan lumayan ramai (*Jangan dibandingkan dengan Jakarta ya..?), kontur kota yang berbukit-bukit memanjakan mata kami sejenak, sudah lama banget kepengen bukit nan hijau (masalahnya di Kalsel bisa dibilang jarang ada perbukitan... tanahnya landai semua), pemandangan yang seperti ini mengingatkanku pada hutan and suasana di Puncak, Jawa Barat. Ga sama persis sieeeh, sebab Puncak kan jauh lebih tinggi n lebih sejuk. he...he.. tapi lumayan lah...
Nah, ga jauh dari Pelaihari, sekitar 22KM dari kota ini, setelah melalui perjalanan yang berliku-liku, sedikit tegang mencari rumah makan yang sesuai selera karena team yang memuat perbekalan tidak membawa lauk pauk (only rice and lalapan*), but thanks to God again akhirnya dapat juga 7buah Ayam Goreng terakhir yang kita dapat juga di warung terakhir di pinggir jalan.. kalau saja kita ga sampai ketemu sama warung itu, waaah.. alamat di pantai nanti bisa-bisa makan nasi aja sama lalap... he..he... he... (bukan mau ngirit nih fren, tapi kita lagi belajar mau homemade seadanya.... )
Ga usah diceritain lagi deh gimana gembiranya aku pastinya, n rombongan khususnya waktu kita akhirnya tiba di pantai... Waaah, keponakan-keponakan yang centil itu langsung berlarian menghambur keluar dari kendaraan menuju pantai tanpa mau menunggu lebih lama lagi, langsung nyebur......bur... ke air laut yang sedikit berwarna kecoklatan akibat pasir yang bercampur dengan dasar pantai. Nah, tinggal kami ini deh yang berada beberapa tingkat usia di atas mereka, kewalahan mengangkat perbekalan, plus menggendong si Gaza my Baby, but it's ok I do love to. it's excited!. Jadilah kami semua makan siang di tepi pantai sambil memandang betapa Kekuasaan Allah SWT seringkali luput dari pemikiran kami. Betapa luasnya dunia ini, Betapa Hebatnya Allah menciptakan semua ini dan menjaganya dalam keteraturan.. (**huh! soalnya aku lagi terbayang gimana menyeramkannya tsunami)
Then, for the last minute... setelah kenyang menikmati panorama pantai, Abee berbaik hati ngajak aq shopping kerajinan pantai yang dijual di pasar tradisional. he..he.. benar-benar Suami yang baik hati, seriiing bener ngajak istri belanja. Setelah shopping sebentar, kami pun pamit kepada Tangkisung Beach untuk kembali ke Banjarmasin City. Tapi, pemandangan pantai ini sedikit banyak menghibur kerinduanku akan pemandangan pantai-pantai indah yang dimiliki di Pulau Jawa tercinta... (ooh Anyer, Oh Parang Tritis, Ooooh Cilacap...., oooh.. ) pokoknya banyak ooh nya tapi tetap dong harus bersyukur atas semua karunia ini.
Again, Thanks to U Abee.. You are a nice husband. Love U
No comments:
Post a Comment