Pages

Thursday, May 6, 2010

Muhasabah dibalik kepergian ibu Menkeu

Menarik! itu lah yang sekarang kucermati dari berita TV, bukan cuma satu atau dua stasiun TV yang menayangkan berita serupa karena saking menariknya liputan dari kejadian yang tengah berlangsung ini. Ibu Menkeu Sri Mulyani mengundurkan diri dari post nya. Wah! satu berita itu sudah mengejutkan, belum lagi ditambah dengan lanjutan headline lainnya : Menkeu telah dipinang The World Bank atau Bank Dunia.

Sebagai orang awam, bukan kapasitasnya untuk berkomentar mengenai politik dan conspiracy theories, tetapi "sangatlah kebetulan" yang sangat menguntungkan pada posisi ibu Menkeu untuk keluar dari masalah politik dan jeratan hukum yang mungkin menjegalnya nanti. Dengan Post berikutnya sebagai Managing Director of the World Bank, berdiam di United State dan otomatis mendapatkan banyak previleges darinya (tidak disangsikan lagi), mampukah KPK di Indonesia Raya ini meneruskan penyidikannya atas kasus hasil rekomendasi DPR yang telah memakan biaya dan waktu yang bukan main-main? (Kasus Century yang melibatkan Wakil Presiden Bapak Budiono dan MenKeu Ibu Sri Mulyani).

Apakah dibalik pinangan The World Bank kepada ibu Menkeu kita ada sesuatu? Banyak teori untuk menjawab hal ini tetapi banyak teori pula yang mencoba menepiskan bahwa semuanya yang terjadi yang berkaitan dengan issue ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan mengharukan bagi bangsa Indonesia, bayangkan! wahai para Kartini Indonesia, salah satu dari wanita Indonesia memegang jabatan penting no.2 dari Lembaga Keuangan yang prestisius di Dunia. (Jabatan Presiden The World Bank dipegang oleh Robert Zoellick), Lembaga yang paling bertanggungjawab untuk mengatur lalu lintas kondisi keuangan banyak negara apalagi negara-negara berkembang yang masih bergantung kepada negara adikuasa Amerika, salah satunya Indonesia.

Apakah ini intervensi hukum dari Asing? Apakah ini bentuk konspirasi zionis yahudi dalam melindungi kepentingannya dan orang-orang kesayangannya di Indonesia? Apakah ini salah satu bentuk takluk dan takdzim Indonesia kepada United States?
Sungguh, Sejuta pertanyaan menyeruak ke permukaan tanpa banyak hasil dalam menemukan jawabannya, tetapi banyak fakta berkata bahwa kelak ibu MenKeu kita bekerja di bawah panduan rules The World bank yang dikomando oleh Robert Zoellick, orang yang dipercaya harus bertanggungjawab atas kejadian tragedi Irak. Zoellick dkk telah membuat kebohongan, memanipulasi data, memanipulasi emosi rakyat dunia untuk menghela rakyat AS, Eropa, dan sekutunya membantai rakyat tak berdosa di Irak dan Afghanistan. selain itu, Weapon Mass Destruction (WMD) yang digembar-gemborkan juga adalah hoax. Saddam Husein dan Rakyat Irak juga tidak ada kaitannya dengan Al-Qaeda. Akibat konspirasi Zoellick dkk tidak kurang dari satu juta rakyat Irak yang tak berdosa menjadi korban dan lebih dari 5000 tentara AS yang dihela ke perang ilegal ini menjadi korban konyol. ((http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_zoellick ).
Robert Zoellick adalah salah satu member PNAC, Project for the New American Century, yang kemudian pada tahun 1998 menyarankan Presiden AS (Bill Clinton, ketika itu), untuk menginvasi Irak.  Sebetulnya perlu ditelusuri juga bagaimana peran Zoellick dalam Enron, Goldman Sachs, dan Fannie Mae; perusahaan2x yang menyebabkan krisis ekonomi di AS dan memakan bailout ber-trillion2x USD.

Duh! tragisnya terasa negaraku tercinta..... orang yang sedang dimintai banyak bantuan untuk menyelesaikan masalah Century malah diambil negara lain, padahal keterangan dan kerjasama ibu MenKeu sangat potensial untuk memperlancar kasus Century agar segera dibuka seterang benderangnya.

Apakah hal yang sama akan terjadi juga dengan bapak Wapres Boediono? walau dengan tugas dan post atau mungkin lembaga Internasional yang berbeda. Entahlah... ini hanya muhasabah.
Jangankan untuk mengejar ke Amerika, Banyak sudah para terpidana atau tersangka atau malah terperiksa dan orang-orang yang berkepentingan dengan berbagai macam kasus penting menghilang entah ke mana.

No comments: